Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Maestro Srihadi Soedarsonono di usia 88 tahun, buka Restoran Shrida the taste of Ubud, tempat berkumpulnya para Seniman

Maestro Srihadi Soedarsonono di usia 88 tahun, buka Restoran Shrida the taste of Ubud, tempat berkumpulnya para Seniman

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
  • visibility 335
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ubud, Senin  01  Juli  2019

 

Maestro Srihadi Soedarsonono di usia 88 tahun, buka Restoran Shrida the taste of Ubud, tempat berkumpulnya para Seniman

Srihadi Soedarsono dan Siti Farida Nawawi , diacara bincang bersama media ,di Ubud,Gianyar-Bali, Minggu (30/6/2019).

BALI,  INDEX – Salah satu pelukis maestro kebanggaan Indonesia, Srihadi Soedarsono yang lahir disebuah kota Budaya Surakarta, pada 4 Desember 1931, beliau adalah diantara pelukis terkenal Indonesia yang karyanya banyak diburu kolektor baik dalam dan luar negeri.

Maestro seni lukis Srihadi Soedarsono  untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat agaknya tak pernah pudar. Selain terus berkarya dalam seni, kali ini ia membuka restoran Shrida the taste of Ubud yang di dalamnya melalui program “Art.Culture.Culinary” menjadi tempat berkumpul para seniman dan profesi lainnya agar bisa saling memberi inspirasi untuk menghasilkan sesuatu yang lebih produktif dan kreatif.

Di balik Shrida yang merupakan singkatan dari Srihadi-Farida, memberi warna baru dalam dunia kulineer di kampung seni Ubud.

Srihadi Soedarsono dan Siti Farida Nawawi yang kini usianya sudah 88 tahun dan farida 77 tahun memang sudah lama tinggal di Ubud dan merasa sebagai bagian dari masyarakat Ubud, sehingga harus memberi andil dalam perkembangan pariwisata setempat.

Maestro Srihadi rencananya akan mengadakan pameran tunggal di Galeri Nasional Jakarta pada 10 Maret 2020 mendatang.

“Saya inginnya tahun ini. Tetapi karena jadwal Galeri Nasional padat, saya dapat giliran tahun depan,” kata Srihadi Soedarsono yang merupakan mantan wartawan lukis kelahiran Surakarta, 4 Desember 1931, saat ditemui di Restoran Shrida Taste of Ubud, Gianyar, Minggu (30/6/2019).

Dalam pameran tersebut, pria yang kini berusia 88 tahun ini akan memamerkan sebanyak 40 sampai dengan 50 karyanya dengan ukuran terbesar mencapai 6 X 3 meter.

Menurut Srihadi, karya seni yang merupakan hasil dari estetika, harus dicampur dengan kebenaran versi sendiri. Karena harus ada hubungan transendental antara diri dengan kejiwaan, dalam menghasilkan sebuah karya.

Berdasarkan pandangannya tentang seni yang seperti itulah, maka Srihadi akan terus berkarya, meneruskan perjalanannnya sampai nanti.

“Sebagai pelukis tidak ada pensiunannya,” ujarnya.

Kurator yang juga isteri Srihadi Siti Farida Nawawi mengatakan, setiap karya yang dihasilkan dari sang suami, tidak bisa diukur dengan waktu, dalam berkarya selalu tergantung mood, feeling dan soul.Untuk pameran tunggal nanti, baru 35 lukisan yang telah disiapkan.

“Jadi yang sangat penting itu adalah jiwa itu keluar. Jadi sebagai seorang yang memiliki kultur tinggi, itu akan merasakan mendalamnya bahwa seluruh alam semesta itu keluar. Itu yang membuat sebuah lukisan itu bisa fenomenal,” imbuhnya.

Putra Maestro Srihadi ananda Indra menambahkan,  bahwa ayahandanya bukan seperti kebanyakan seniman lukis lainnya. Akan tetapi sangat disiplin terhadap waktu.

“Kalau bapak itu seperti orang kantoran. Masuk jam 09.00 WIB ke studio untuk melukis dan keluar sore hari. Bahkan beliau kadang-kadang lupa makan,” kata Indra

“Begitulah keseharian beliau yang berlangsung bertahun-tahun hingga saat ini. Jadi saya sedikit khawatir dengan kebiasaan itu. Katanya tidak tenang kalau tidak melukis,” tambahnya.

Karya-karya lukisan Srihadi Soedarsono merupakan saksi perjalanan sejarah yang digoreskan sejak jaman kemerdekaan hingga jaman modern.

Tema tentang perjuangan, kehidupan, alam, dan cinta terkumpul dalam karya-karya lukisannya, baik dalam sketsa maupun dalam karya lukisan dengan berbagai media.

Untuk diketahui, wartawan lukis adalah wartawan yang mengabadikan momen dengan lukisan. Di mana pada jaman dulu, kamera itu sangat sulit dan menjadi barang mahal.

Untuk mengganti dan merekam sebuah momen, maka ditugaskanlah wartawan lukis yang memotret sebuah peristiwa yang kemudian dituangkan ke dalam sebuah lukisan ataupun sketsa peristiwa.

Saat itu, Srihadi Soedarsono selalu meminta tanda tangan objek yang dilukis ke dalam karyanya yang kemudian ia setorkan kepada kantornya untuk dicetak dan disebarluaskan.

“Kalau diceritakan sejak kapan saya melukis, ya saya sendiri tidak tahu. Tapi saat jaman Jepang tahun 1941 saya diketahui oleh kakek saya suka corat-coret. Jadi beliau mendukung dan membelikan saya peralatan untuk menggambar,” kata Srihadi Soedarsono.

Dengan memanfatkan lahan studioanya, Srihadi  memperkenalakan sentuhan baru di dunia kuliner, di mana restoran yang dihias beberapa mahakarya serta buku buku tentang sang maesero ini, mencoba mengangkat menu lokal dalam kemasan modern.

(015)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Run For Bali 374 KM, Pangdam IX/Udayana Dampingi Serka Gede Astawa di Kilometer 290

    Run For Bali 374 KM, Pangdam IX/Udayana Dampingi Serka Gede Astawa di Kilometer 290

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Jembrana, Sabtu  05  Oktober  2019   Run For Bali 374 KM, Pangdam IX/Udayana Dampingi Serka Gede Astawa di Kilometer 290   Pangdam IX/Udayan Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P (tengah) lari mendampingi Serka Dewa Gede Astawa dalam even Run For Bali di Chek Point 29 KM 290 Rambut Siwi, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  21  Maret  2025 Renungan  Joger

  • Sentilan Menkeu Bikin Geger: Rp 3,6 Triliun Dana ‘Nganggur’.

    Sentilan Menkeu Bikin Geger: Rp 3,6 Triliun Dana ‘Nganggur’.

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Bojonegoro, Senin 03 November 2025 Sentilan Menkeu Bikin Geger: Rp 3,6 Triliun Dana ‘Nganggur’ .   Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa   Jawa  Timur,  indonesiaexpose.co.id  — Kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengguncang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Sorotannya bukan main: dana kas daerah yang menginap di bank mencapai Rp 3,6 triliun, tanpa segera digerakkan […]

  • PT Kristamedia Pratama  Gelar Pameran  Kecantikan dan Kesehatan Indonesia di JIEXPO Kemayoran Jakarta ,25-27 Agustus 2022. 

    PT Kristamedia Pratama  Gelar Pameran  Kecantikan dan Kesehatan Indonesia di JIEXPO Kemayoran Jakarta ,25-27 Agustus 2022. 

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin 22 Agustus 2022 PT Kristamedia Pratama  Gelar Pameran  Kecantikan dan Kesehatan Indonesia di JIEXPO Kemayoran Jakarta ,25-27 Agustus 2022. Krista Exhibitions gelar Press  Conference  Pameran Kecantikan dan Kesehatan Indonesia via Zoom Online di Jakarta, Senin, 22 Agustus 2022.   Jakarta, indonesiaexpose.co.id – PT Kristamedia Pratama kembali menggelar pameran Indo Beauty Expo, K-Beauty Expo Indonesia, IndoHealthcare & INA […]

    • calendar_month Sabtu, 17 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  17  September  2022 Hadiri Anugerah Indonesia Best of The Best Award 2022. Sekda Alit Wiradana : Momentum Tingkatkan Motivasi Untuk Raih Prestasi   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Indonesia Achievement Center bekerja sama dengan Tre Uno Event Management gelar Malam Penganugerahan Indonesia Best of the Best Award 2022, Jumat (16/9/2022) di Ballrom Aston Hotel, Denpasar. […]

  • The Last Hope Kampanyekan Bali Bebas Sampah Plastik.

    The Last Hope Kampanyekan Bali Bebas Sampah Plastik.

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Gianyar, Jumat  13  Agustus  2021   The Last Hope Kampanyekan Bali Bebas Sampah Plastik.   Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Ngurah Kakarsana, didampingi Project Leader Mulung Parahita, I.G.A.A Jezy. Bsc dan Founder Mulung Parahita, Yansyah, Jumat (13/08/2021).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Provinsi  Bali  selain dikenal dengan sebutan pulau seribu Pura, selain terkenal akan keindahan […]

expand_less