Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  28  Desember  2019

 

Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

 

 

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat Menghadiri serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih, Desa Padangsambian Klod bersama Paguyuban Pemangku Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Banjar Jabapura, Jumat (27/12/2019).

 

BALI,  INDEX  –  Sebagai wujud sradha dan bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa serta membantu sesama, Pemerintah Desa Padangsambian Klod bersama Paguyuban Pemangku Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) melaksanakan upacara metatah masal yang digelar pada, Sukra Umanis Wuku Ukir, Jumat (27/12). Upacara ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah Desa Padangsambian Klod untuk memberdayakan masyarakat membuat sarana upakara dan mendorong masyarakat untuk melaksanakan upacara dengan biaya yang murah, sesuai sastra agama dengan tidak menghilangkan makna upacara.

 

Hadir langsung dalam upacara tersebut Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokoh masyarakat setempat, warga masyarakat dan peserta metatah dan menek kelih massal.

 

Disela-sela pelaksanaan karya Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara mengatakan bahwa ritual potong gigi (mepandes) yang merupakan salah satu ritual Manusa Yadnya yang wajib dilakukan. Dalam agama Hindu Mepandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah sad ripu (enam musuh dalam diri manusia). Ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, selain merupakan sebuah kewajiban yang dilaksanakan dalam kehidupan, metatah merupakan upacara untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia yang disebut dengan Sad Ripu yang meliputi Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan irihati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu).

 

“Metatah dan Menek Kelih massal merupakan wujud bhakti kepada Sang Pencipta, sehingga guna memenuhi kewajiban manusia wajib beryadnya, Dengan dilaksanakannya karya metatah dan menek kelih masal ini diharapkan mampu meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta para peserta atau yang bersangkutan mampu menjadikan diri lebih dewasa dan bijak baik dalam berpikir, berbuat dan berbicara,” ujar Jaya Negara.

 

Sementara Ketua Panitia Upacara Metatah Masal, Jro Mangku Wayan Suwarsa, mengatakan peningkatan sumber daya manusia khususnya pada paguyuban pemangku terus dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Padangsambian Klod. Bahkan sering menghadirkan Ida Pandita Mpu Acharya Nanda guna memberikan dharma wecana kepada pemangku dan umat. Mangku Suwarsa menjelaskan ritual potong gigi yang dalam tradisi Hindu di Bali dikenal dengan nama Mapandes (Masangih) atau Metatah.

 

“Upacara Matatah ini merupakan salah satu proses yang harus dilakukan oleh umat Hindu. Hal itu dikarenakan dalam upacara Mapandes/Matatah ini, guru rupaka atau si orang tua akan memberikan kesempatan kepada anaknya untuk memohon maaf atas kesalahannya baik yang diperbuat secara sengaja maupun tidak disengaja,” Ujar Wayan Suwarsa

 

Selanjutnya, Masangih yang artinya mempertajam pikiran. “Dalam hal ini, mempertajam pikiran disimbolkan dengan menyembah kedua orang tua. Terakhir adalah Matatah, yakni ritual memotong gigi taring yang dilakukan oleh seorang sangging. Sebelum upacara dilaksanakan si anak akan melakukan ritual menyembah para roh leluhur sekaligus memohon restu kepada kedua orang tuannya. Inilah inti dari upacara potong gigi ini. Dengan adanya runtutan acara tersebut, makna upacara matatah ini adalah untuk menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca, dan raksasa, dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak sad ripu.

 

“Dengan upacara ini dilaksanakan si anak mampu menemukan jati diri nya dan mampu melakukan pengendalian diri dan bisa menjadi anak yang suputra sesuai harapan orang tua dan keluarga,”pungkasnya.

(075)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Gianyar Bagikan Masker,Wujud Kepedulian Polri Agar Masyarakat Patuhi Prokes

    Polres Gianyar Bagikan Masker,Wujud Kepedulian Polri Agar Masyarakat Patuhi Prokes

    • calendar_month Sabtu, 14 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Gianyar, Jumat 13 Agustus  2021.   Polres Gianyar Bagikan Masker,Wujud Kepedulian Polri Agar Masyarakat Patuhi Prokes     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pencegahan dan pengendalian Covid-19, gencar dilakukan Polres Gianyar salah satunya dengan pembagian masker kepada masyarakat yang melaksanakan vaksin di Polres Gianyar, Jumat ( 13/8/2021). Kegiatan dipimpin oleh Kasub Satgas 4, I Komang Iwan Setiawan, […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  19  Oktober  2021 Renungan  JOGER    

  • Menperin : Unggulin Asean dan Korea ,PMI Manufaktur Indonesia Tembus Rekor Tertinggi

    Menperin : Unggulin Asean dan Korea ,PMI Manufaktur Indonesia Tembus Rekor Tertinggi

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis 3 Juni 2021   Menperin : Unggulin Asean dan Korea ,PMI Manufaktur Indonesia Tembus Rekor Tertinggi   Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam acara Pemaparan Capaian Kinerja Industri Manufaktur, di Jakarta Rabu (2/6/2021) Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Tingkat ekspansi di sektor manufaktur Indonesia mencapai rekor baru pada Mei 2021. Ini tercermin dari catatan Purchasing Managers’ […]

  • Walikota Jaya Negara Paparkan Rancangan APBD 2026, Fokus pada Kinerja dan Kesejahteraan Masyarakat

    Walikota Jaya Negara Paparkan Rancangan APBD 2026, Fokus pada Kinerja dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  03  Oktober  2025 Walikota Jaya Negara Paparkan Rancangan APBD 2026, Fokus pada Kinerja dan Kesejahteraan Masyarakat   Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar, Jumat (3/10/2025), membahas Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 yang dipaparkan langsung oleh Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara. Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Rapat Paripurna ke-35 Masa Persidangan III DPRD Kota Denpasar yang […]

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 14  Pebruari 2022   Jaya Negara Tutup Festival Legong Keraton Lasem, Serangkaian HUT 234 Tahun Kota Denpasar.       Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Festival Tari Legong Keraton Lasem kembali digelar dalam memeriahkan Hut Kota Denpasar Ke-234 tahun 2022. Tahun ini, 90 orang peserta terlibat dalam Festival Tari Legong Lasem yang digelar di Ruang […]

  • Rai Mantra Jadi Pembicara di “Leaders Talk” Unud  Sebut Mahasiswa Agent of Change, Ajak Tumbuhkan Terus Keahlian.

    Rai Mantra Jadi Pembicara di “Leaders Talk” Unud Sebut Mahasiswa Agent of Change, Ajak Tumbuhkan Terus Keahlian.

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Denpasar,  Senin  18 November  2019   Rai Mantra Jadi Pembicara di “Leaders Talk” Unud Sebut Mahasiswa Agent of Change, Ajak Tumbuhkan Terus Keahlian.   Walikota Rai Mantra saat sebagai pembicara di Leaders Talk Unud, Minggu (17/11/2019) bertempat di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran UNUD.   BALI,  INDEX  –  Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra […]

expand_less