Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Dalami  Tiga  Raperda : DPRD  Bali  Gelar  Rapat  Kerja  Gabungan

Dalami  Tiga  Raperda : DPRD  Bali  Gelar  Rapat  Kerja  Gabungan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar,  Jumat  28  Agustus  2020

 

 Dalami  Tiga  Raperda : DPRD  Bali  Gelar  Rapat  Kerja  Gabungan

 

Ketua  Komisi  II  DPRD  Bali Ida Gede Komang Kresna Budi saat menyampaikan pendapat di  Rapat  Gabungan  DPRD  Bali dan  Wagub  Cok  Ace bertempat Gedung DPRD Provinsi Bali, Jumat (28/8/2020).

 

BALI,  INDEX  –  DPRD Provinsi Bali menggelar rapat kerja gabungan dengan jajaran eksekutif di Ruang Rapat Gabungan, Gedung DPRD Provinsi Bali, Jumat (28/8/2020).

Raker gabungan yang dipimpin Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Sekda Dewa Made Indra dan Pimpinan OPD di Lingkungan Pemprov Bali. Rapat kerja bertujuan memperdalam pembahasan tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) sebelum nantinya disahkan.

Tiga Ranperda tersebut yaitu Raperda Perubahan atas Perda Nomor 11 Tahun Anggaran 2019 Tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020, Raperda Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Tahun 2020-2040 dan Raperda Tentang Perubahan kedua atas Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Restribusi Jasa Umum.

Gede Kusuma Putra selaku koodinator pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020 menyampaikan bahwa ia tak lagi punya banyak pertanyaan terkait Ranperda tersebut. Hanya saja, ia minta pihak eksekutif mendesain kembali potensi sumber primer, sekunder dan tersier penunjang perekonomian Bali. Sebab selama ini perekonomian Bali lebih banyak tergantung pada sektor tersier (pariwisata).

“Selama ini 65 persen ekonomi kita tergantung pada pariwisata. Sedangkan sektor primer dan sekunder yang didalamnya ada bidang pertanian, hanya 35 persen. Saya minta eksekutif merancang keseimbangan baru agar potensi sektor primer lebih dioptimalkan,” harapnya.

Untuk itu, ia mendorong jajaran eksekutif mampu memfasilitasi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Sementara anggota DPRD I Wayan Gunawan yang juga masuk dalam jajaran pembahasan Ranperda Anggaran Perubahan mempertanyakan strategi eksekutif dalam penanganan Covid-19. Dari apa yang ia amati di lapangan, masyarakat yang dahaga refreshing, belakangan beramai-ramai mengunjungi objek wisata khususnya yang berhawa sejuk seperti Kintamani dan Bedugul.

Meski menguntungkan secara ekonomi, namun ia tetap berharap ada langkah pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pertanyaan terkait pengendalian penyebaran Covid-19 juga diutarakan anggota DPRD Bali AA Ngurah Adhi Ardhana.

Selain mengapresiasi berbagai upaya yang telah ditempuh jajaran eksekutif, ia mempertanyakan ketersediaan ruang perawatan. Karena dalam beberapa pekan terakhir, pihaknya banyak menerima informasi terkait penuhnya ruang perawatan khusus penanganan Covid-19 di rumah sakit rujukan.

Sedangkan I Nyoman Adnyana selaku Koordinator Pembahasan Ranperda RZWP3K tak banyak memberi masukan terkait rancangan regulasi yang dinilai sudah matang.

Pada prinsipnya dewan mendukung langkah eksekutif dalam upaya optimalisasi pemanfaatan potensi wilayah pesisir demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan catatan, upaya pemanfaatan itu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, Ranperda RZWP3K merupakan saudara dari Perda RTRW. Dua peraturan ini ibarat kakak adik, kalau RTRW mengatur wilayah darat, RZWP3K mengatur wilayah pesisir.

Berikutnya Koordinator Pembahasan Ranperda Retribusi Jasa Umum Ida Gede Komang Kresna Budi mengusulkan penggratisan biaya rapid tes.

” Usulan rapid tes secara gratis mencontoh langkah Pemprov NTB yang sudah menggratiskan rapit tes bagi masyarakatnya,” ungkap Kresna Budi.

Masih ada kaitannya dengan langkah pencegahan penyebaran Covid-19, srikandi DPRD Bali Grace Anastasia Surya Widjaja mempertanyakan landasan hukum keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan yang antara lain mengatur tentang pengenaan sanksi bagi masyarakat yang tak mengenakan masker saat beraktifitas di ruang publik.

Wagub Cok Ace menyambut baik aspirasi dan masukan dewan yang disampaikan oleh masing-masing coordinator pembahasan Ranpeda.

Menurutnya, masukan dari dewan akan makin menyempurnakan tiga Ranperda sebelum nantinya disahkan.

Secara lebih teknis, Sekda Dewa Indra menanggapi satu persatu pertanyaan dari dewan. Menjawab pertanyaan terkait upaya yang dilakukan dalam penanganan Covid-19 serta dampak yang ditimbulkannya, ia menerangkan bahwa eksekutif telah mengambil sejumlah langkah strategis. Selain fokus pada upaya penanganan pasien dan upaya pencegahan, Pemprov Bali juga memberi perhatian pada kelompok masyarakat yang ekonominya terdampak Covid-19. Perhatian kepada masyarakat terdampak itu antara lain diaktualisasikan dalam bentuk pemberian dana stimulus untuk berbagai sektor.

Dalam penanganan pasien Covid-19, Pemprov Bali terus berupaya memaksimalkan daya tampung di tiap rumah sakit rujukan. Dewa Indra menyebut, saat ini hampir seluruh RS Pemerintah Kabupaten/Kota telah menjadi rujukan Covid-19. Hanya saja, belakangan upaya penanganan pasien menghadapi tantangan lebih berat karena Covid-19 telah menyentuh kelompok rentan sehingga masa rawatnya menjadi lebih panjang dan berpengaruh pada kapasitas rumah sakit. Untuk menjamin ketersediaan ruang isolasi, gugus tugas saat ini tengah menyiapkan kamar tambahan di RS Bali Mandara.

“Selain ketersediaan ruang perawatan, kapasitas uji SWAB juga kita tingkatkan. Demikian juga sarana pendukung seperti ventilator yang sangat dibutuhkan pasien Covid-19. Hari ini kita memperoleh bantuan 4 buah ventilator dari Singapura dan diterima oleh Kadis Kesehatan,” tuturnya.

Sedangkan menyangkut besaran biaya rapid tes yang diatur dalam Ranperda Retribusi Jasa Umum, birokrat kelahiran Singaraja ini berpendapat usulan tarif Rp. 150 ribu masih masuk akal. Ia menerangkan, keberadaan payung hukum ini bukan semata kebutuhan provinsi tapi juga akan menjadi rujukan bagi kabupaten/kota. Ketentuan tarif ini perlu diatur karena saat ini pasokan alat rapid tes dari pusat sudah tidak ada lagi.

“Akan menjadi beban bagi daerah yang minim penghasilan jika digratiskan,” imbuhnya sembari menegaskan bahwa rapid tes berbayar adalah yang dilakukan secara mandiri. Sedangkan rapid tes yang menjadi bagian dari tugas gugus tugas tetap diberikan secara gratis. Rapid tes mandiri yang dimaksud Dewa Indra adalah yang dimohonkan oleh masyarakat untuk kelengkapan syarat administrasi seperti perjalanan. Saat ini gugus tugas masih melakukan kajian terhadap syarat rapid tes tersebut.“Sesuai dengan apa yang disampaikan Kementerian Kesehatan, rapid tes bukan sarana untuk menegakkan diagnosis. Namun lebih pada upaya screening. Kami di gugus tugas sedang melakukan kajian,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Dewa Indra juga menanggapi pertanyaan tentang dasar hukum keluarnya Pergub Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Ia menjelaskan, dasar hukum yang menjadi acuan dikeluarkannya Pergub ini adalah Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Peraturan Kepala Daerah Dalam Rangka Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Daerah.

Kata Dewa Indra, Pergub ini tak membutuhkan payung hukum berupa Perda karena hanya mengatur sanksi administrasi, bukan sanksi pidana. Uang yang terkumpul dari denda yang dikenakan kepada pelanggar Pergub nantinya akan masuk ke kas daerah. Namun ia mengingatkan agar sanksi denda ini jangan dikategorikan sebagai sumber pendapatan.

“Ingat, ini bukan termasuk sumber pendapatan tapi bertujuan mendisiplinkan. Akan lebih baik kalau kasnya kosong. Itu artinya tak ada yang kena denda dan menandakan masyarakat sudah disiplin,” urainya.

Sejalan dengan Pergub, ia menginformasikan bahwa Kabupaten/Kota juga telah merancang Peraturan Bupati/Walikota. Jika tidak ada aral melintang, setelah melewati masa sosialisasi, penegakan hukum Pergub, Perbup dan Perwali akan dilaksanakan serentak pada 7 September mendatang. Selaku Ketua Harian Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Indra berharap penyakit yang menyerang saluran penapasan benar-benar bisa dikendalikan agar kasus positif dan kematian dapat ditekan.

(075)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angkasa Pura I Umumkan Pemenang Program Undian “Eat, Shop, Fly” Periode Pertama

    Angkasa Pura I Umumkan Pemenang Program Undian “Eat, Shop, Fly” Periode Pertama

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  18 Oktober 2019   Angkasa Pura I Umumkan Pemenang Program Undian “Eat, Shop, Fly” Periode Pertama       “Eat Shop Fly” sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan dan mewujudkan pengalaman pelanggan yang berkesan”   JAKARTA, INDEX  – PT Angkasa Pura I (Persero) mengumumkan pemenang Program Apresiasi Pelanggan Angkasa Pura I “Eat, […]

  • PLN PastikanA  Seluruh  Petugas  Catat  Meter  Datangi  Rumah  Pelanggan

    PLN PastikanA  Seluruh  Petugas  Catat  Meter  Datangi  Rumah  Pelanggan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu   21 Juni  2020     PLN PastikanA  Seluruh  Petugas  Catat  Meter  Datangi  Rumah  Pelanggan     JAKARTA,  INDEX   – PLN memastikan seluruh petugas pencatat meter akan melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar. Pencatatan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik di rekening bulan Juli nanti. Pembacaan meter dilakukan dengan […]

  • Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih dan Wraspati Kalpa Pura Begawan Penyarikan Banjar Jurang Asri Peguyangan

    Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih dan Wraspati Kalpa Pura Begawan Penyarikan Banjar Jurang Asri Peguyangan

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 05  April  2025 Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih dan Wraspati Kalpa Pura Begawan Penyarikan Banjar Jurang Asri Peguyangan   Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa Agung Caru Panca Rupa Panca Kelud Pura Ratu Begawan Penyarikan Banjar Jurang Asri Desa Peguyangan Kangin, Sabtu […]

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Denpasar,  Sabtu  12  September  2020   Menaker Ida Fauziyah Kunjungi LPK Balindo Paradiso Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah, melakukan kunjungan kerja yang diterima Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi di Lembaga Pelatihan Kerja Balindo Paradiso Jl. Kertapura Denpasar, pada Sabtu (12/9/2020).     ” Apresiasi Sertifikasi Kompetensi […]

  • Korlantas Polri Resmi Berganti Nama Lapangan ISDC Jadi Sonny Harsono

    Korlantas Polri Resmi Berganti Nama Lapangan ISDC Jadi Sonny Harsono

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Tangerang, Selasa 26  Oktober  2021   Korlantas Polri Resmi Berganti Nama Lapangan ISDC Jadi Sonny Harsono   (Foto/Ist)   Banten, indonesiaexpose.co.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Isitiono meresmikan Lapangan Indonesia Safety Driving Center (ISDC) yang diberi nama Sonny Harsono, di Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdik Lantas) Serpong, Tangerang, Banten, 22 Oktober […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  15  Februari  2024 Renungan  Joger

expand_less