Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Menuju World Class University

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Menuju World Class University

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
  • visibility 267
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  07  Agustus  2021

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Menuju World Class University

 

Prof. Dr. Simon Sabon Ola, S.Pd., M.Hum

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D akan mengakhiri masa tugasnya pada 5 Desember 2021 mendatang, setelah dua periode memimpin perguruan tinggi negeri pertama di NTT ini. Salah seorang calon yang sudah mendaftarkan diri untuk bertarung dalam suskesi Undana kali ini adalah Prof. Dr. Simon Sabon Ola, S.Pd, M.Hum Sebagai teman lama di Bali ketika Prof. Simon menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 Universitas Udayana, saya mengontaknya Jumat 06 Agustus 2021 sore untuk ngobrol santai tetapi bermakna tentang kiprah Undana terkait isu-isu terbaru. Berikut petikannya.

Rahman Sabon Nama – Denpasar RSN: Akhir Juli 2021 lalu, Webometrics, sebuah lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang bekedudukan di Spanyol, merilis hasil penilaiannya terhadap website sekitar 300.000 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh dunia. Indikator yang digunakan adalah transparansi dengan bobot 50 persen, impac 10 persen dan keunggulan 40 persen. Hasilnya, dari 4.593 perguruan tinggi di Indonesia, Undana menempati ranking 147 nasional dan ranking 6.679 dunia. Bahkan di Bali dan Nusa Tenggara saja, Undana berada pada posisi kedelapan. Bagaimana komentar Anda?

Prof. Simon: Pemeringkatan itu dilakukan oleh lembaga yang kredibel dengan berbagai parameter utama. Pemeringkatan merupakan instrumen sekaligus mekanisme kontrol eksternal yang dijadikan bahan introspeksi bagi perguruan tinggi. Webometrics menggunakan indikator transparansi, yang sudah tentu dengan “melacak” konten website/laman tentang keseluruhan proses penyelenggaraan perguruan tinggi. Indikator Impact bukanlah item yang berdiri sendiri. Indikator ini merupakan satu kesatuan dengan transparansi dan keunggulan. Sementara keunggulan (excellence) secara sederhana diartikan sebagai ‘nilai lebih’, kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang atau lembaga lain.

Terlepas dari lembaga yang kredibel seperti Webometrics atau pun THE (The Higher Education) Impact, misanya, perguruan tinggi harus menciptakan berbagai kenggulan untuk memeroleh peringkat baik di berbagai tataran: local, nasional, regional dan global.

Undana menempati peringkat 147, artinya masih jauh dari harapan. Transparansi melalui laman bukan pada intensitas penyebarluasan informasi tentang seluruh aktivitas civitas akademika, tetapi terutama pada mutu aktivitas yang disebarluaskan itu; aktivitas yang unggul dan berdampak, yang akuntabel dan mendorong partisipasi publik. Undana harus segera berbenah.

RSN: Menurut Prof. Simon, sebagai satu-satunya universitas negeri dan menjadi kebanggan masyarakat NTT, seperti apa implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sudah dilakukan oleh Undana?

Prof. Simon: Undana merupakan Universitas Negeri pertama di NTT. Sekarang ada Universitas Timor (Unimor) di Kefamenanu. Undana juga merupakan universitas tertua di NTT. Sebagai universitas tertua dan unieversitas negeri pertama mestinya tidak perlu diragukan mutu dan pengembangannya. Dana dari dua sumber: dari pemerintah (kementerian) dan dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Apalagi dengan system pengelolaan keuangan yang sudah berubah dari Satuan Kerja (satker) ke Badan Layanan Umum (BLU). Fleksibilitas dalam mengelola sumber dana beserta pemanfaatannya harus berorientasi pada mengoptimalkan proses dan hasil dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di Undana. Undana semenara ini irit dalam soal penelitian dengan dana yang bersumber dari PNBP.

Bagaimana mungkin bisa mengembangkan strategi dan isi (materi) pendidikan dan pengajaran berbasis hasil penelitian? Bagaimana pula dosen dan mahasiswa dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian. Padahala penelitian harus diperkuat dengan dukungan dana karena dari sanalah keunggulan bisa diciptakan dan dikembangkan secara terus-menerus. Indikator publikasi di jurnal dan sitasi (berapa kali tulisan publikasi dikutip atau dirujuk oleh penulis lain-red) tidak mungkin maju dan berkembang jika tidak ada penelitian dengan dana yang memadai. Publikasi bermutu dihasilkan dari penelitian bermutu, penelitian bermutu umumnya membutuhkan dana yang besar. Bahkan untuk mencapai paten yang dapat mendongkrak mutu yang berdampak bagi masyarakat membutuhkan dana yang besar pula.

RSN: Selama ini, tagline Undana adalah Pendidikan Tinggi Bermutu, Relevan dan Berdaya Saing, bertujuan sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global dengan cara mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan dan berdaya saing. Menurut Prof. Simon realisasinya seperti apa?

Prof. Simon: Undana memiliki banyak naskah kerja sama. Namun naskah-naskah itu lebih dokumenter daripada sejarah. Alasan klasik untuk menghasilkan kerja nyata dari naskah-naskah itu ialah dana. Bukankah naskah-naskah itu berpotensi mendatangkan dana yang bisa jadi berlipat ganda daripada dana yang dikeluarkan? Yah, ragu-ragu, takut rugi. Mengapa, naskah kerja sama dibuat tanpa analisis yang komprehensif sehingga naskah tetaplah naskah tanpa tindak lanjut? Sama kira-kira dengan tagline. Bermutu harus tercermin pada mutu dosen, mutu mahasiswa, dan mutu lulusan. Relevan berarti mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lokal, nasional, regional dan global. Berdaya saing artinya mampu melahirkan keunggulan-keunggulan, setidak-tidaknya menjadi perguruan tinggi favorit, yang kemudian biaya kuliahnya mahal tetapi tetap saja diminati.

RSN: Saat ini seluruh perguruan tinggi di Indonesia berlomba-lomba menata diri menuju World Class University. Bagiamana Undana mempersiapkan diri menuju ke sana?

Prof. Simon: Harus ada mimpi. Pemimpinnya harus punya mimpi, dan didukung oleh kepemmpinan dan karakter yang kuat. Utamakan peningkatan mutu yang bisa menarik minat mahasiswa asing. Dari situ terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan berbasis teknologi yang dibutuhkan pada tataran global. Alumni dari negara lain itu dapat menjadi jembatan untuk alumni anak Indonesia untuk memperoleh peluang bekerja di negara lain. Kembali ke laman Undana; sering trouble, dan kontennya tidak memiliki daya tarik, kurang artikulasi sehingga tidak diminati oleh calon mahasiswa dari luar negeri.

Kerja sama dengan lembaga dan perusahaan asing perlu dirintis dengan mengembangkan program studi dan atau unit bisnis yang berskala global.
Untuk mencapai World Class University, sekarang waktunya untuk menciptakan manajemen yang berorientasi mutu. Dan Menteri mendorong kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Jangan takut mengirimkan mahasiswa Undana untuk memrogramkan mata kuliah tertentu di luar kampus di luar negeri. Mimpi untuk menjadi World Class University adalah sebuah keniscayaan.

Curriculum Vitae Prof. Simon.

Simon Sabon Ola, lahir di Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Asonara, Flores Timur, 22 Maret 1965, anak ke-6 dari Bapak Lukas Payong Dore (alm) dan Mama Maria Letek Sabon (almh). Menikah dengan Filomena Wilhelmina Abuk Berek, S.Pd. (alm). Anak-anak: dr. Romario Vianney Wewang Geroda Langowuyo, S.Ked., Thomas Ardian Payong Dore Langowuyo, dan Aurelia Agustina Uba Beren Langowuyo. Menikah lagi dengan dengan Dr. Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M.Hum.
Tamat SDK Lamawolo tahun 1976, SMP PGRI Gelekat Lewo tahun 1981, SPG Suryamandala-Waiwerang tahun 1984. Kuliah program sarjana pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesiai FKIP Undana, tamat taun 1990; S2 Linguistik pada PPs Universitas Udayana, tamat tahun 1997. Program Doktor Linguistik Universitas Udayana, tamat tahun 2005 dengan disertasi berjudul: “Tuturan Ritual dalam Konteks Perubahan Budaya pada Kelompok Etnik Lamaholot di Pulau Adonara, Flores Timur”.
Sejak tahun 1989 mengajar pada berbagai SMP, SMA, dan SMK di Kota Kupang. Tahun 1992 diangkat sebagai dosen pada FKIP undana. Sejak tahun 1997 mengajar pada sejumlah perguruan tinggi, antara lain: Unwira Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang, dan Universitas PGRI NTT. Pernah menjadi dosen tamu di Universitas Flores, Ende (2010—2011), Universitas Warmadewa (2016—2017), Institut Keguruan dan Teknologi (IKTL) Larantuka. Tahun 2011 dikukuhkan dalam jabatan fungsional Guru Besar bidang Sosiolinguistik dengan pangkat/golongan terakhir Pembina Utama Madya, IV/d. Pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Undana (2014—2018).

Tidak kurang dari 40 artikel ilmiah telah dihasilkan dan dipublikasikan di berbagai jurnal, baik lokal nasional (terakreditasi), maupun internasional, di samping puluhan makalah yang telah dipresentasikan dalam berbagai pertemuan ilmiah nasional dan internasional bidang linguistik dan bidang budaya. Kini aktif melakukan penelitian budaya dan linguistik lintas-bidang. Buku yang dihasilkan: Sosiolinguistik, dan Linguistik Historis Komparatif (bersama Fredy Maunareng).

(077)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Jabar Gelar Olahraga Bersama dan Fun Bike, dalam HUT Polwan ke 71 dan HKGB ke 67 Tahun 2019

    Polda Jabar Gelar Olahraga Bersama dan Fun Bike, dalam HUT Polwan ke 71 dan HKGB ke 67 Tahun 2019

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Bandung,  Sabtu  31  Agustus  2019   Polda Jabar Gelar Olahraga Bersama dan Fun Bike, dalam HUT Polwan ke 71 dan HKGB ke 67 Tahun 2019 Kapolda Jabar lrjen Pol Drs Rudy Sufahriadi didampingi lbu Ketua Bhayangkari (atas) memberi sambutan (foto bawah) bersepeda bersama para pejabat utama Polda Jabar, star dari Mapolda Jabar dan finish di […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  19  September   2024 Renungan  Joger

  • Paruh Pertama 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 4,79 Juta Penumpang

    Paruh Pertama 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 4,79 Juta Penumpang

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Mangupura,  Minggu  05  Juli  2020   Paruh Pertama 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 4,79 Juta Penumpang     BALI,  INDEX   – Sepanjang semester pertama tahun 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mencatat telah melayani sebanyak 4,79 juta penumpang yang terangkut melalui 37 ribu pergerakan pesawat udara. Dibandingkan dengan statistik […]

  • Kendalikan Inflasi Dan Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkot Denpasar Terus Gelar Operasi Pasar.

    Kendalikan Inflasi Dan Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkot Denpasar Terus Gelar Operasi Pasar.

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 19 Oktober 2022 Kendalikan Inflasi Dan Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkot Denpasar Terus Gelar Operasi Pasar.     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Dalam rangka menekan laju inflasi, operasi pasar kian gencar dilakukan oleh Pemkot Denpasar melalui Tim Operasi Pasar dari Disperindag, Perumda Pasar Sewakadarma Bulog dan UMKM lokal. Kali ini kegiatan dilaksanakan di dua […]

  • Dana Sekaa Teruna Dilipatgandakan! Bupati Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali VIII di Puspem Badung

    Dana Sekaa Teruna Dilipatgandakan! Bupati Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali VIII di Puspem Badung

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle 110
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Mangupura, Jumat  30  Januari  2026 Dana Sekaa Teruna Dilipatgandakan! Bupati Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali VIII di Puspem Badung     Bali, indonesiaexpose.co.id   – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta secara resmi membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan membunyikan Gamelan Ceng-Ceng, Jumat (30/01/2026), bertempat […]

  • Kurang dari 30 menit, PLN Berhasil Pulihkan Gangguan Listrik Akibat Layang-Layang

    Kurang dari 30 menit, PLN Berhasil Pulihkan Gangguan Listrik Akibat Layang-Layang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  21  Juli  2020   Kurang dari 30 menit, PLN Berhasil Pulihkan Gangguan Listrik Akibat Layang-Layang   Imbau Masyarakat Hindari Main Layang-Layang Dekat Jaringan Listrik   BALI,  INDEX  – PLN berhasil pulihkan kembali gangguan kelistrikan akibat layang-layang pada Minggu (19/7) yang menyebabkan wilayah Kuta, Denpasar Selatan, dan Denpasar Timur sempat mengalami listrik padam. General […]

expand_less