Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Refleksi  di Perayaan Hari  Raya Galungan – Kuningan tahun Saka 1941

Refleksi  di Perayaan Hari  Raya Galungan – Kuningan tahun Saka 1941

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 23 Jul 2019
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Selasa  23  Juli  2019

Refleksi  di Perayaan Hari  Raya Galungan – Kuningan tahun Saka 1941

Agung Widiada penglingsir Puri Peguyangan

” Di Hari Raya Galungan & Kuningan ini, Hendaklah Setiap Capaian, Termasuk Kekuasaan Dilandasi dengan Kebenaran “

BALI,  INDEX  –  Rabu  24 Juli 2019 besok, umat se-dharma akan merayakan hari raya Galungan dan sepuluh hari kemudian merayakan Kuningan. Walaupun, perayaan ini rutin, dua kali setahun, namun harus tetap ditempatkan sebagai momentum refleksi. Diharapkan kita tetap berjalan dalam frame berpikir dharma, artha, kama, moksa (kebenaran, harta, kesenangan dan kelepasan abadi), di mana untuk mencapai kemenangan, termasuk meraih kekuasaan dan rezeki dan endingnya pada moksa, hendaklah berlandaskan pada kebenaran.

Agung Widiada, sebagai seorang tokoh Puri Peguyangan sekaligus politisi yang terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk menjadi komite sekolah, punya tradisi untuk memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan, lebih dari sekedar ritual semata.

“Hari Rabu (besok-red) kita akan merayakan Galungan, hari kemenangan. Bagi saya pribadi, ini cukup istimewa, karena sekarang saya berusia 60 tahun. Dalam terminal berpikir saya, saya melihat perjalanan hidup saya,” ungkapnya melalui siaran tertulis yang diterima INDEX, Selasa (23/7/2019).

“Saya ini khan seorang politisi yang sudah saya jalani lebih dari 30 tahun. Saya juga seorang tokoh Puri (Peguyangan) sekaligus aktivis sosial dan terlibat dalam banyak kegiatan kemasyarakatan. Saya selalu melakukan semacam kontemplasi, terhadap capaian-capain yang saya raih, agar sebisa mungkin semua itu berlandaskan kebenaran atau dharma. Menjadi semacam way of life bagi saya, baik sebagai politisi maupun sebagai tokoh Puri,” ujar Gung Widiada.

Sebagai politisi yang telah banyak makan asam garam di dunia politik,Agung Widiada,sempat 27 tahun di Partai Golkar, untuk kemudian berlabuh di Partai NasDem karena kesamaan visi dengan Ketua Umumnya Surya Paloh. Sejak partai ini masih bayi, walaupun masuk pada last minute, Gung Widiada telah ikut membesarkan partai yang popular dengan tagline restorasinya itu. Kini terhitung sudah 11 tahun Gung Widiada membesarkan partai NasDem, khususnya di Bali. Lebih khusus lagi di Denpasar. Pada Pileg 2019, di tengah dinamika dan persaingan yang sangat ketat, Gung Widiada kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Denpasar untuk masa bakti 2019 – 2024.

“Saya akui inilah persaingan paling ketat dalam kontestasi legislatif sepanjang karir saya sebagai politisi. Namun, saya selalu berpedoman, agar semua mencapaian itu dicapai dengan cara-cara yang benar. Itu prinsip politik saya. Mungkin ada yang menyebutnya sebagai moral politik,” ujar pria yang selalu tampil tenang ini.

Ada hal menarik saat detik-detik akhir penghitungan suara Pileg 2019 lalu. Saat itu, dalam salah satu status FB-nya, Gung Widiada seolah “menyerah”. “Adikku, semeton , kerabat dan semua yang membatu di perjuangan demokrasi, matur suksema. Mari kita terima kenyataan ini dengan lapang dada dan jiwa besar. #kalah bukanlah kita terhina karena kita bukan orang yang hina. Tapi inilah filosofis Nol yg berproses dengan karma Tiang . Kita harus sabar dan hidup mesti kita jalani dan teruskan.SELAMAT KEPADA SANG PEMENANG di Pileg kota Denpsar,” demikian bunyi status di wall Gung Widiada yang diposting tanggal 21 April 2019 itu. Stasus itu ini sempat membuat gundah para pendukung dan simpatisannya, karena seolah mengisyaratkan Gung Widiada tak terpilih lagi. Tanggapan pun bermunculan di kolom komentar. Sebagaian besar menyatakan simpati dan respek. Sekaligus memberi support bagi politisi NasDem ini, bahwa peluang untuk lolos masih terbuka lebar.

Begitulah Gung Widiada. Di tengah para kompetitor hanyut dalam euforia klaim kemenangan, dia malah mengisyaratkan “kekalahan”. Di berbagai media massa khususnya cetak dan online berseliweran klaim, partai A klaim mendapat sekian kursi, partai B mengaku memperoleh sekian suara. Hal ini tentu saja menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Gung Widiada kemudian kembali tampil sebagai penyejuk. Dia meminta semua pihak, baik caleg maupun partai agar bisa menahan diri, menunggu hasil final yang diumumkan secara resmi, baik di tingkat kecamatan maupun jenjang selanjutnya. “Main klaim sih, boleh-boleh saja. Siapa sih yang tidak tidak mau menang. Tetapi tolong pikirkan kepentingan yang lebih besar. Kita ingin agar masyarakat tidak dibuat gaduh. Apa salahnya kalau menunggu hasil resmi?” ujarnya retoris.

Mengapa Gung Widiada begitu cool menghadapi persaingan yang begitu ketat, bahkan penuh intrik? Kuncinya terletak pada personality. Dia adalah tokoh Puri—yang diberi mandat oleh adik-adiknya untuk meneruskan tradisi leluhurnya. Untuk diketahui Puri Peguyangan bersama Puri-Puri lainnya di Denpasar, sangat berperan dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Bahkan Puri Peguyangan menjadi salah satu basis perjuangan di Kota Denpasar, pada masa prakemerdekaan RI. Tentu Gung Widiada ingin menjaga marwah dari Puri bersejarah yang terletak di km 7 Denpasar itu. Itulah sebabnya laku-laku politik Gung Widiada ‘agak lain’ dari politisi kebanyakan.

Sikap dan tindak tanduk politik Gung Widiada tak lepas dari pengaruh sang paman, Prof Ngurah Bagus—salah satu intelektual Bali yang sangat dihormati. Titah dan teladan Prof Ngurah Bagus menjadi inspirasi baginya, ketika bergulat dalam dua dunia, di satu sisi sebagai tokoh Puri yang mengedepankan tata karma dan moralitas. Di sisi lain sebagai politisi dengan segala dinamika dan gonjang-ganjingnya. Gung Widiada, sebagaimana dilukiskan banyak orang, termasuk satu dari sedikit politisi yang masih percaya bahwa moralitas tetap menjadi referensi dalam berpolitik. Betapapun keras dan sengitnya persaingan dalam kontestasi, tak perlu memakai paradigma Machiavellian untuk meraih kemenangan. Contoh paling kasat mata, Gung Widiada tak pernah memakai pengaruh sebagai penglinsir Puri untuk meraih suara dalam setiap Pileg. Dia juga tidak pernah melakukan money politics. (Kalau cost politics iya, karena politik memang perlu biaya). Toh, buktinya, tanpa itu, dia bisa terus lolos terpilih menjadi anggota legislatif.

Tanpa bermaksud menyombongkan diri, dia mengajak seluruh jajaran Partai Nadem, khususnya di Denpasar dan umumnya di Bali agar Hari Raya Galungan – Kuningan kali ini dijadikan momentum untuk berefleksi. Sekaligus mengevaluasi, apa-apa saja yang kurang sebelumnya, untuk kemudian melakukan pembenahan di masa depan dengan berpedoman pada spirit Nasdem yang selalu digelegarkan oleh Ketua Umum DPP Surya Paloh, bahwa apapun kepentingan politik, harus ditempatkan dalam kerangka keutuhan NKRI. Bagi Nasdem, kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

“Akhirnya, dari Puri Peguyangan Denpasar, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Kuningan dan Galungan,” ujar Gung Widiada.

(002)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  31  Agustus  2024 Renungan  Joger

  • Bupati Badung : Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali , Momentum Menjaga, Memuliakan dan Menyucikan Alam Bali

    Bupati Badung : Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali , Momentum Menjaga, Memuliakan dan Menyucikan Alam Bali

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle 080
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Mangupura, Jumat  14  Agustus 2026 Bupati Badung : Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali , Momentum Menjaga, Memuliakan dan Menyucikan Alam Bali   Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa Pimpin  Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Jumat (14/08/2026).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Upacara Peringatan Hari […]

  • Walikota Jaya Negara Apresiasi Duta Gender Wayang Denpasar  Tampil di PKB XLVI

    Walikota Jaya Negara Apresiasi Duta Gender Wayang Denpasar  Tampil di PKB XLVI

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  18  Juni  2024 Walikota Jaya Negara Apresiasi Duta Gender Wayang Denpasar  Tampil di PKB XLVI   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP. PKK Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara dalam kesempatan memberikan dukungan dan semangat kepada Duta Gender Wayan Anak-Anak Kota Denpasar, pada PKB XLVI […]

  • Jaga Denpasar Zero Kasus Rabies, Distan Denpasar Secara Berkelanjutan Laksanakan Vaksinasi Rabies

    Jaga Denpasar Zero Kasus Rabies, Distan Denpasar Secara Berkelanjutan Laksanakan Vaksinasi Rabies

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  24  Agustus  2020   Jaga Denpasar Zero Kasus Rabies, Distan Denpasar Secara Berkelanjutan Laksanakan Vaksinasi Rabies     BALI,  INDEX  –  Dinas Pertanian Kota Denpasar secara berkelanjutan melaksanakan vaksinasi rabies. Meskipun Denpasar dinyatakan zero rabies, upaya antisipasi harus tetap dilakukan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Gede Ambara Putra di Denpasar, Senin […]

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Bali, Rabu 07 Juli 2021   Renungan JOGER  

  • Wawali Jaya Negara Buka Seminar Hari Ibu  Eksistensi Perempuan Dalam Peningkatan Kualitas Hidup

    Wawali Jaya Negara Buka Seminar Hari Ibu Eksistensi Perempuan Dalam Peningkatan Kualitas Hidup

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  04  Desember  2019 Wawali Jaya Negara Buka Seminar Hari Ibu Eksistensi Perempuan Dalam Peningkatan Kualitas Hidup     Wakil Walikota IGN Jaya Negara berfoto bersama para Peserta Seminar dengan tema ‘’Kedudukan Perempuan Bali dalam Hukum Adat Bali di Ruangan Sewaka Mahottama Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar pada Selasa (3/12/2019).   BALI, INDEX  –  […]

expand_less