Monday , August 26 2019
Home / Bali / Bank Danamon Catat Pertumbuhan Kredit Mencapai 11 Persen

Bank Danamon Catat Pertumbuhan Kredit Mencapai 11 Persen

Denpasar,  Selasa  13  Agustus 2019

 

Bank Danamon Catat Pertumbuhan Kredit Mencapai 11 Persen

Regional Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Bali-Nusa Tenggara I Gusti Agus Indrawan

 

BALI, INDEX  –  PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon” atau “Bank’) saat ini mengumumkan Iaporan keuangan untuk semester I tahun 2019.

Total portofolio kredit dan trade 0nance Bank Danamon tercatat tumbuh 11% menjadi Rp 148 triliun pada semester pertama tahun 2019 dibandingkan setahun sebelumnya. Bank juga mencatatkan pertumbuhan di sisi simpanan. Untuk giro dan tabungan (Current Account Savings Accounts/CASA) naik 8%. sementara Deposito naik 16% dibandingkan setahun sebelumnya. Di semester pertama tahun 2019, Bank Danamon membukukan Iaba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp 1,8 triliun.

Sejak 1 Mei 2019, Bank Danamon resmi dimiliki MUFG sebesar 94.1%, sekaligus telah bergabung secara hukum dengan Bank Nusantara Parahyangan (BNP). Dengan MUFG sebagai pemegang saham pengendali tunggal, Bank mendapatkan manfaat dari jaringan nasabah global serta pengalaman internasional MUFG, untuk melengkapi keunggulan dan jaringan Danamon di Indonesia.

Regional Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Bali-Nusa Tenggara I Gusti Agus Indrawan mengatakan, terobosan transaksi daring ini juga kian meningkatkan pangsa pasar dengan banyaknya nasabah dari kalangan milenial yang sangat familiar terhadap teknologi digital.

“Bank Danamon terus berupaya meningkatkan layanan berbasis teknologi dan digital untuk memberikan pengalaman transaksi secara mudah dan nyaman kepada nasabah,” kata pria yang akrab disapa Gus Lopes ini, di acara Media Gathering  bertempat di Denpasar-Bali, Selasa (13/8/2019).

Hingga 30 Juni 2019 dana pihak ketiga Danamon Regional Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur tercatat Rp3,3 triliun atau naik 12,85 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sedangkan penyaluran kredit pada semester I tercatat Rp2,02 triliun atau turun tipis 4,73%, kendati catatan Maret-Juni 2019 telah menunjukkan kenaikan 0,97%.

” Ekspansi kredit tetap dilakukan, tetapi dalam kondisi ekonomi secara global seperti saat ini debitur menerapkan prinsip kehati-hatian dan enggan menggunakan plafon kredit secara maksimal,” jelasnya.

Menurut Indrawan kinerja Bank Danamon secara nasional pada semester semester I tahun 2019 dengan total portofolio kredit dan trade finance tercatat tumbuh 11% menjadi Rp148 triliun dari tahun sebelumnya.

Bank juga mencatat pertumbuhan giro dan tabungan (current account savings accounts/CASA) naik 8% serta deposito naik 16%. Pada kurun enam bulan awal tahun ini Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,8 triliun.

Selain itu, kredit consumer mortgage tumbuh 28% menjadi Rp 8.8 triliun dan kredit di segmen enterprise banking yang terdiri dari segmen perbankan korporasi, perbankan komersial dan institusi keuangan atau EB & FI naik 15% menjadi Rp44,3 triliun.

Untuk segmen perbankan UKM juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% dari tahun sebelumnya menjadi Rp35 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 12% secara setahunan menjadi Rp53.9 triliun pada semester pertama 2019.

Pertumbuhan ini didukung pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 14% menjadi Rp 147,1 triliun secara setahunan.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi dan bank-onty masing-masing 21.7% dan 22,3%. Untuk giro dan tabungan atau CASA naik 8% menjadi Rp54,7 triliun, deposito naik 16% menjadi Rp63,0 triliun.

Untuk rasio intermediasi makroprudensial (RIM) pada posisi 97,3% menunjukkan likuiditas bank yang cukup untuk mendukung pertumbuhan ke depan. Danamon juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp2 triliun pada Mei 2019.

” Bank Danamon  terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses uderwriting, monitoring, collection dan recovery kredit yang disipiin,” ungkapnya.

“Rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat di posisi 3,2% dibandingkan 3,3% di akhir semester pertama tahtm 2018. Rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) juga membaik di posisi 2.5% dibandingkan 2.6% setahun sebelumnya,” tutup  Gus Lopes ini.

(018)

 

Check Also

Ketika Cinta Berhaji : Program Arrum Haji (Gadai Emas)solusinya, mendapat kepastian nomor Porsi Haji

Denpasar,  Minggu  25  Agustus  2019   Ketika Cinta Berhaji : Program Arrum Haji (Gadai Emas)solusinya, …

Renungan  JOGER

Bali,  Minggu  25  Agustus  2019   Renungan  JOGER