Saturday , September 26 2020
Home / DKI / LSPR  Siapkan  Lima  Protokol  Belajar-Mengajar  saat  New  Normal 

LSPR  Siapkan  Lima  Protokol  Belajar-Mengajar  saat  New  Normal 

Jakarta, Rabu 03 Juni 2020

 

LSPR  Siapkan  Lima  Protokol  Belajar-Mengajar  saat  New  Normal

 

 

BALI,  INDEX  – Rencana pemerintah untuk melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) direspons London School Public Relations (LSPR) Communication & Business Institute dengan mempersiapkan sejumlah protokol belajar mengajar di era new normal.

Pertimbangan utama dalam protokol ini adalah keamanan, kesehatan, dan kenyamanan mahasiswa serta para staf, karyawan, dan dosen.

Dampak pandemi coronavirus terhadap dunia pendidikan memang luar biasa. Data Unesco menyebutkan, pada tahun 2020, ada 1,1 miliar pelajar di seluruh dunia (mulai dari TK hingga perguruan tinggi) menerapkan belajar dari rumah.

Selain itu, ada sekitar 63 juta dosen dan guru di seluruh dunia tidak pergi mengajar serta ada sebanyak 144 negara menerapkan penutupan daerah atau lockdown dan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Hal itu menunjukkan krisis Covid-19 bukanlah masalah sederhana dan sekaligus merupakan tantangan terutama bagi pengelola pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Founder & CEO LSPR Communication & Business Institute Prita Kemal Gani MBA, MCIPR, APR mengatakan, LSPR sudah mempersiapkan protokol belajar-mengajar sejak sebelum PSBB diberlakukan pada 20 Maret 2020.

“Kami sudah menyiapkan dan melakukan pelatihan terkait hal ini. Sebab, LSPR memiliki 5.000 mahasiswa, 325 staf, dan 260 orang pengajar. Tidak mudah untuk membuat semua orang tiba-tiba berubah. Oleh karena itu, kami sudah jauh-jauh hari mempersiapkan hal ini sejak awal Maret 2020. Pada saat WFH (Work From Home), kami juga harus berpikir kreatif untuk merancang strategi dalam menghadapi pandemi ini,” ucap Prita Kemal Gani kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya ,  Rabu (3/6/2020).

Ia mengatakan, LSPR sudah memiliki pengalaman dengan e-learning. Lantaran LSPR sudah memiliki program PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) sejak lima tahun lalu.

“Jadi, kami sudah punya learning management system, e-learning strategy, memiliki ratusan modul yang sudah dibuat dalam bentuk online, dan sebagainya. Dengan demikian, bagi LSPR, e-learning memang bukan hal yang baru. Hanya tinggal kami modifikasi saja,” ungkapnya.

Ada lima strategi yang telah dilakukan LSPR pada jelang PSBB hingga New Normal nanti. Berikut ini adalah lima strateginya. Pertama, kata dia, mempersiapkan online learning atau e-learning. Online learning yang dipersiapkan LSPR bukan sekadar percepatan teknologi dan mendigitalisasi apa yang ada di class room.

“Online learning yang kami persiapkan harus mengandung Wow Effect dan Engagement agar mahasiswa dapat tertarik mengikuti kelas online. Artinya, konten pembelajaran harus dibuat sekreatif mungkin agar menciptakan Wow Effect dan engagement,” jelas Prita.

Oleh karena itu, materi dikemas layaknya program kuis ‘I Want to Be Millioner’, Treasure Hunt, Wheel of Fortune, dan sebagainya. Untuk bisa menyajikan pembelajaran seperti itu, LSPR telah melatih para dosennya agar dapat mengemas materi secara fun berformat games.

Strategi kedua, sebut Prita, adalah mempersiapkan rule selama mengikuti kelas online. Pada saat kelas online berlangsung, tidak ada yang boleh hanya pakai baju tidur, rambut rapi, background dalam format resmi atau tidak boleh di tempat tidur, dan sebagainya. Dengan demikian, e-learning environment yang menyenangkan dapat mereka rasakan.

Sedangkan strategi ketiga adalah mempersiapkan student hotline service. Selain belajar, mahasiswa tentu saja memerlukan bimbingan akademik, bimbingan tesis, hingga konseling masalah studi dan karir mereka. Untuk menjawab kebutuhan itu, LSPR menghadirkan “Student Hotline Services”. Ada 10 orang yang terbagi ke dalam beberapa shif, yang siap menangani Hotline Services ini.

Keempat, mempersiapkan kelas offline dengan protokol kesehatan yang ketat. LSPR mempersiapkan ruang kelas offline yang dapat diikuti mahasiswa dengan jumlah separuhnya. Yang tadinya satu kelas mencapai 36 mahasiswa, dikurangi menjadi 18 mahasiswa. Sisanya, mengikuti kelas dari rumah.

Kelima, mempersiapkan protokol kesehatan dan physical distancing. Selama diberlakukan kelas offiline, mahasiswa, pengajar, dan staf yang akan memasuki kampus harus mengikuti standar protokol kesehatan dan physical.

(009)

 

Check Also

Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Masa Pilkada 2020

Bandung,  Senin  21  September  2020   Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Masa Pilkada …

Produktif Saat Pandemi, Program Diskon Tambah Daya Listrik “SUPER WOW” Tembus 367 Ribu Pendaftar

Jakarta,  Minggu  20  September  2020   Produktif Saat Pandemi, Program Diskon Tambah Daya Listrik “SUPER …