Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Warga Sambut Antusias Santunan Dampak Sosial Pembangunan Jalur Ganda Solo-Semarang Fase 1

Warga Sambut Antusias Santunan Dampak Sosial Pembangunan Jalur Ganda Solo-Semarang Fase 1

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
  • visibility 242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surakarta, Rabu  17  November  2021

 

Warga Sambut Antusias Santunan Dampak Sosial Pembangunan Jalur Ganda Solo-Semarang Fase 1

(Foto/Ist)

 

Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Pemerintah mulai menyalurkan santunan dampak sosial bagi masyarakat yang berada di lahan rencana Pembangunan Nasional Jalur Ganda Solo-Semarang Fase 1. Penyaluran santunan di hari pertama disambut antusias warga penerima manfaat.

Penyaluran santunan dimulai, di Pendopo Kelurahan Joglo, Kota Surakarta, Selasa (16/11/2021), dengan 72 penerima. Kegiatan tersebut dilanjutkan di tiga kelurahan lainnya hingga, 23 November 2021, yakni Kelurahan Nusukan (244 penerima), Kelurahan Gilingan (221 penerima), dan Kelurahan Banjarsari (14 penerima).

Andeas Muji Rahayu, salah seorang penerima santunan mengaku merasa terbantu dengan adanya santunan tersebut. Sebelumnya, dia menghuni rumah permanen berukuran 4 x 7 meter persegi yang berdiri di atas lahan milik PT KAI.

“Iya membantu, ini untuk cari-cari rumah. Kemarin itu permanen ukuran 4 x 7 meter persegi buat usaha rongsok atau daur ulang,” katanya.

Andreas kaget santunan yang diterimanya melebihi angka yang diperkirakannya. Bangunan rumahnya tersebut diganti dengan santunan sebesar Rp36,7 juta.

“Perkiraan saya dulu sekitar Rp20 jutaan, ini malah dapatnya Rp36 juta,” ungkapnya.

Ditambahkan, uang santunan tersebut akan dibuat mencari hunian baru sekaligus modal usaha.

“Buat cari rumah, dan modal usaha,” imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan Warsidi, seorang penerima santunan. Menurutnya, jumlah santunan yang diterima sangat banyak, dan cukup untuk mencari hunian serta modal usaha baru.

“Iya banyak dan senang. Karena dapat ganti dari pemerintah. Bisa cari rumah dan tidak lagi menempati yang ada di lahan pemerintah,” tuturnya.

Kakek berusia 70 tahun itu, bekerja dengan membuka jasa potong rambut. Dia menerima santunan Rp70 juta lebih.

“Sebelumnya tinggal di samping rel, itu saya bangun sendiri. Saya usaha buka salon (potong rambut). Nanti uang santunan buat cari hunian lagi dan buka usaha,” terangnya.

Sementara, anggota Sekretariat Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional Jalur Ganda Solo-Semarang fase 1, Endro Hudiyono menuturkan bahwa ada sebanyak 551 warga yang menerima santunan dampak sosial atas rencana pembangunan rel layang tersebut.

“Santunan itu diberikan bagi mereka yang punya bangunan di atas lahan Balai Teknik Perkeretaapian. Ada sekitar 551 di empat kelurahan,” ungkap Endro Hudiyono melaui siaran tertulisnya, Rabu (17/11/2021).

Dijelaskan, besaran santunan di masing-masing penerima ditentukan oleh Tim Terpadu melalui identifikasi, dan dilanjutkan kajian di Tim Appraisal independen.

“Ada beberapa hal untuk menentukan besarannya. Di antaranya biaya mobilisasi bongkar bangunan, estimasi sewa rumah maksimal 12 bulan, nilai bangunan, dan tanam tumbuh,” tegasnya.

Anggota Sekretariat Tim Terpadu yang lain, Ilham Pribadi menambahkan, tahap sosialisasi hingga penyaluran santunan berjalan lancar.

“Tidak ada kendala. Kita sudah sosialisasi sejak Maret 2021. Meski sempat terkendala pandemi, Agustus kita lanjutkan lagi dan hari ini mulai penyaluran santunan,” titahnya.

Penyaluran di hari pertama relatif lancar, bahkan warga terlihat antusias.

“Kami pastikan sesuai mekanisme yang ada. Warga datang membawa berkas persyaratan dan diverifikasi, lalu mereka mendapat buku tabungan masing-masing,” jelasnya.

Kepala Balai Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya mengatakan, total anggaran untuk santunan total sebesar Rp32 miliar.

“Ini upaya penertiban dulu, kalau pembebasan lahan mulai tahun depan, itu yang ada di tanah KAI,” katanya.

Putu mengatakan untuk nilai santunan yang diberikan kepada setiap penerima tidak sama, tergantung dari sejumlah komponen yang dipertimbangkan, di antaranya nilai bangunan dan pohon yang tumbuh di tanah.

“Selain itu juga akan diberikan biaya sewa kurang lebih 12 bulan,” tandasnya.

(047)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  26  Agustus  2020

  • ITB  Stikom  Bali

    ITB  Stikom  Bali

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  29  Juli  2021 ITB  Stikom  Bali

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  28  Oktober 2023 Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Denpasar,  Kamis  19   Mei 2022

  • Sinergi PT Sucofindo dan PT Pelni tingkatkan pelayanan produktifitas

    Sinergi PT Sucofindo dan PT Pelni tingkatkan pelayanan produktifitas

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Jakarta , Senin  03  Januari  2020   Sinergi PT Sucofindo dan PT Pelni tingkatkan pelayanan produktifitas   JAKARTA, INDEX  –  Guna mewujudkan pelayanan prima, PT Sucofindo membantu survei bunker kapal-kapal milik PT Pelni melalui kick off meeting yang dihadiri Direktur Komersial 1 Sucofindo Herliana Dewi dan Direktur Armada Pelni M.Tukul Harsono,bertempat di Surabaya,Jatim, Kamis (30/1/2020)lalu. […]

  • Antisipasi Penyebaran Covid 19, Desa Adat dan Kelurahan Ubung Gencar Monitoring Penduduk Non Permanen

    Antisipasi Penyebaran Covid 19, Desa Adat dan Kelurahan Ubung Gencar Monitoring Penduduk Non Permanen

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  7  Juni  2020   Antisipasi Penyebaran Covid 19, Desa Adat dan Kelurahan Ubung Gencar Monitoring Penduduk Non Permanen   BALI,  INDEX  –  Terkait pelaksanaan PKM di Desa Adat dan Kelurahan Ubung serta mengantisipasi penyebaran covid 19, Desa Adat dan Kelurahan Ubung lebih gencar melaksanakan monitoring Penduduk Non Permanen secara berkelanjutan, seperti pada Sabtu […]

expand_less