Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2024
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mangupura, Sabtu 16 Maret 2024

Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur melaksanakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra). Rakorwil mengangkat tema ”Penguatan Kelembagaan Pangan di Daerah (BUMD/Koperasi) untuk Pengendalian Inflasi dan Mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di Wilayah Balinusra”.

 

Rakorwil ini merupakan wadah yang tepat untuk berbagi pengalaman, menyusun strategi bersama, dan memperkuat kerjasama antar daerah dalam hal pengendalian inflasi dan pengembangan kelembagaan sektor pangan. Oleh sebab itu, sangatlah penting apabila upaya pengendalian inflasi bisa dilakukan secara “Ngrombo” bersama-sama antar stakeholder tidak hanya dalam lingkup antar Kabupaten/ Kota se-Bali namun antar wilayah khususnya Bali Nusra.

 

Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Utama Kementerian Dalam Negeri Rolekson Simatupang menyampaikan, pengendalian inflasi Bali, NTB, dan NTT masih perlu ditingkatkan, mengingat tingkat inflasi Bali, NTB, dan NTT masih berada di atas nasional. Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga. Terdapat beberapa hal yang dapat dioptimalkan, di antaranya pemanfaatan APBD untuk mendukung transportasi pangan.

 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan, kerja sama antardaerah menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pengendalian inflasi merupakan tugas bersama, sehingga perlu adanya kolaborasi dari berbagai stakeholders. Pada April 2024, potensi luas panen padi di Bali cukup besar, dan diprakirakan dapat mencukupi kebutuhan di Bali.

 

“Provinsi Bali juga telah memiliki Paiketan Perumda Pangan Bali yang berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Bali. Dewa Made Indra mendorong agar setiap kabupaten/kota memiliki Perumda Pangan yang dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan,” papar Dewa Made Indra .

 

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan, target inflasi 2024 adalah 2,5±1%, sehingga Balinusra harus memiliki langkah yang tepat untuk memitigasi potensi risiko inflasi di tahun 2024. Berbagai tantangan mengemuka di awal tahun, yaitu: (i) rangkaian HBKN dari Januari hingga April, dan peningkatan permintaan saat musim liburan seiring dengan kenaikan jumlah wisatawan; (ii) penurunan produksi komoditas pangan sesuai dengan pola musiman sehingga kurang mencukupi saat terjadi kenaikan permintaan; (iii) hampir meratanya kenaikan harga komoditas pangan di Nusantara sebagai dampak faktor cuaca; serta (iv) kekeringan dan semakin tingginya biaya input pertanian, seperti pupuk dan bibit.

 

“Rakorwil diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan untuk menjaga ketahanan pangan dan mengoptimalkan kelembagaan BUMD Pangan yang memiliki peran strategis sebagai counterpart atau kanal dalam menjaga inflasi daerah,” terang Erwin.

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali GA Diah Utari menyampaikan, volatilitas inflasi bulanan di Balinusra semakin rendah, namun tekanan inflasi pada Februari cukup tinggi, utamanya untuk inflasi tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang masih di atas 5%. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan sinergi program pengendalian inflasi untuk mendukung tercapainya sasaran inflasi tahunan bahan makanan di bawah 5%. Utari menekankan poin penting upaya pengendalian inflasi melalui 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi rantai pasok, dan komunikasi yang efektif.

 

“Aspek keterjangkauan harga dapat dicapai melalui pengaktifan gerai inflasi, intensifikasi operasi pasar dan bazar pangan murah, serta alokasi anggaran pemerintah daerah untuk cadangan beras pangan (CBP). Sementara, ketersediaan pasokan dapat didorong melalui peningkatan akses KAD dengan berbagai wilayah sentra produksi yang melibatkan BUMD koperasi untuk menjamin kontinuitas pasokan dan harga yang kompetitif,” tambah Diah.

Dari sisi kelancaran distribusi, pemerintah daerah dapat menyediakan alokasi subsidi ongkos angkut untuk menjamin biaya distribusi yang terjangkau serta kerja sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk menjamin kecukupan bahan bakar subsidi. Selanjutnya, komunikasi yang efektif dapat direalisasikan melalui diseminasi rutin mengenai pengendalian inflasi serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam gerakan tanam di lingkungan rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran.

 

Rakorwil Balinusra menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan ditindaklanjuti, di antaranya:

  1. ) Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi, terutama melalui 6 langkah kongkret yang meliputi operasi pasar, sidak pasar dan distributor, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi, gerakan tanam, peningkatan realisasi belanja tak terduga (BTT), dan dukungan transportasi dari APBD
  2. ) Mendorong pembentukan atau penguatan kelembagaan. Perumda/BUMD/BUMDes/koperasi yang bergerak di sektor pangan dan meningkatkan perannya dalam pengendalian inflasi di daerah, seperti sebagai offtaker produk pertanian, pelaksana KAD, dan mendukung pelaksanaan kegiatan operasi pasar
  3. ) Mendukung Perumda/BUMD/koperasi/BUMDes pangan untuk mendapatkan fasilitasi distribusi pangan (subsidi ongkos angkut) serta memperoleh akses ke hulu pertanian. Selain itu, diperlukan fleksibelitas tingkat pengembalian oleh Perumda/BUMD pangan kepada Pemda agar dapat berkontribusi lebih besar dalam kegiatan intervensi harga pangan; serta
  4. ) Meningkatkan KAD, baik B2B maupun G2G, terutama antara daerah sentra produksi dengan daerah kekurangan pasokan. Pemda akan melakukan pemetaan champion produk di masing-masing wilayah serta memberikan dukungan akses dan referensi untuk terhubung dengan produsen champion.

Hadir dalam kegiatan tersebut , pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Asisten Perekonomian Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, NTT dan NTB, Paiketan Perumda Pangan Bali, serta TPID se-Bali.

(110)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngurah Ambara Kunjungi BPS, Data dan UMKM Jadi Prioritas Utama

    Ngurah Ambara Kunjungi BPS, Data dan UMKM Jadi Prioritas Utama

    • calendar_month Kamis, 12 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  13  November  2020   Ngurah Ambara Kunjungi BPS, Data dan UMKM Jadi Prioritas Utama   BALI,  INDEX  –   Gede Ngurah Ambara Putra sebagai Calon Walikota Denpasar dari Paket AMERTA Nomor Urut 2 melakukan kunjungan ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, dan bertemu langsung dengan Kepala BPS Ema Sulaeman di kantornya, Jumat (13/11). […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Bali, Senin 09  Juni  2025 Renungan  Joger  

  • Pemerintah akan Berlakukan Larangan Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

    Pemerintah akan Berlakukan Larangan Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis  22  Desember  2022   Pemerintah akan Berlakukan Larangan Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023   Presiden Joko Widodo menyampaikan Presiden Jokowi dalam keterangannya di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu, 21 Desember 2022. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr     Melalui industrialisasi bauksit di dalam negeri tersebut, Presiden memperkirakan bahwa pendapatan negara juga akan mengalami […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  07  April  2024 Renungan  Joger  

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  27  Agustus  2021    

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  08  Agustus  2021   Renungan  JOGER  

expand_less