Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kalimantan Tengah » Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 30 Jan 2019
  • visibility 322
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta ,Rabu 30 Januari 2019

 

Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

(Foto/Istimewa)

Kalteng, INDEX – Komite III DPD RI berharap RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang disusun DPR RI memperhatikan kepentingan umat dengan mengedepankan akhlak mulia dan penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta serta negeri.

“RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan mencoba menjadi jawaban atas kegusaran mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan keagamaan,” kata Wakil Ketua Komite III DPD RI Novita Anakotta saat RDP tentang RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa.

Novita menjelaskan, dalam konteks konstitusional, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional masih memiliki permasalahan.

Dari sisi substansi, UU tersebut telah mengalami pembaharuan berupa pelaksanaan pendidikan agama dan akhlak mulia, penghapusan diskriminasi antara pendidikan yang dikelola pemerintah serta pendidikan yang dikelola masyarakat.

“Meskipun UU ini telah mengakomodir pendidikan keagamaan, namun pada kenyataannya masih banyak lembaga pendidikan keagamaan yang belum merasakan kehadiran pemerintah baik formal ataupun nonformal,” kata senator asal Maluku Utara itu.

Melalui metode berbasis pendekatan keagamanaan, Novita berharap bisa menambah keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia manusia Indonesia.

Hal Ini juga mampu menjaga kerukunan hubungan antar dan inter umat beragama.

“Dalam sistem ini, peserta didik mampu memahami dan menghayati nilai agama yang harmoni dengan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan seni,” kata dia.

Anggota Komite III DPD RI Abdul Azis Khafia menyatakan setuju dengan adanya RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Menurut dia, memang perlu ada kesetaraan pendidikan agama di Indonesia. “Memang jangan ada lagi ada dikotomi pendidikan agama,” katanya.

Namun, sampai saat ini belum ada pembahasan yang utuh mengenai RUU ini, antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Thomas Pentury beranggapan bahwa RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan memiliki kecenderungan membirokrasikan pendidikan nonformal.

Khususnya bagi pelayanan anak-anak dan remaja yang dilakukan sejak lama oleh gereja-gereja di Indonesia. “Gereja khawatir RUU ini menjadi model intervensi negara terhadap agama,” katanya.

Menurut Thomas, pada dasarnya gereja mendukung RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sejauh hanya mengatur pendidikan formal. Selain itu tidak memasukan pengaturan model pelayanan pendidikan nonformal gereja-gereja di Indonesia seperti pelayanan kategorial anak dan remaja.

“Kami mengusulkan untuk merekonstruksi ulang pendidikan keagaman Kristen melalui jalur pendidikan formal yang semula SDTK, SMPTK, SMAK/SMTK menjadi SDK, SMPK, SMAK/SMTK,” ujar Thomas.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Ahmad Zayadi sependapat bahwa RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sesuatu yang dibutuhkan. Selain itu, RUU ini juga sangat dibutuhkan pada pendidikan keagamaan agar ke depan bisa mendapatkan kesetaraan baik regulasi, program kegiatan dan anggaran.

Kewajiban negara memberikan pengakuan pesantren dan keagamaan dalam membetuk kesatuan NKRI yang merupakan menjaga kekhasan keagamaan.

“Inilah tradisi kita yang perlu kita rawat dalam perbedaan,” kata Zayadi.(Ant )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • GM PLN UID Bali serahkan 13 ribu bibit pada kelompok Tani Wana Sari peduli Mangrove :

    GM PLN UID Bali serahkan 13 ribu bibit pada kelompok Tani Wana Sari peduli Mangrove :

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Mangupura ,Jumat 29 November 2019   GM PLN UID Bali serahkan 13 ribu bibit pada kelompok Tani Wana Sari peduli Mangrove : BALI, INDEX – Berdasarkan Keppres RI Nomor 24 Tahun 2008 ditetapkan bahwa tanggal 28 November merupakan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Tujuan dari diadakannya Hari Menanam Pohon Indonesia adalah untuk memulihkan kerusakan hutan […]

  • Jelang Mudik Lebaran, PT Pegadaian Kanwil Bali Nusra Hadirkan Gadai Bebas Bunga untuk Masyarakat

    Jelang Mudik Lebaran, PT Pegadaian Kanwil Bali Nusra Hadirkan Gadai Bebas Bunga untuk Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 22  Maret  2025 Jelang Mudik Lebaran, PT Pegadaian Kanwil Bali Nusra Hadirkan Gadai Bebas Bunga untuk Masyarakat Nasabah dapat memperoleh pinjaman mulai dari Rp 50 ribu – Rp 2.5 juta dengan fasilitas bebas bunga sampai dengan 60 hari.   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Pegadaian kembali hadirkan Gadai Peduli untuk masyarakat Indonesia jelang mudik lebaran […]

  • Empat Residivis Kasus Narkoba Diamankan Satuan Narkoba Polres Gianyar

    Empat Residivis Kasus Narkoba Diamankan Satuan Narkoba Polres Gianyar

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Gianyar,  Selasa  04  Oktober 2022 Empat Residivis Kasus Narkoba Diamankan Satuan Narkoba Polres Gianyar   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Empat residivis pelaku tindak pidana pengedar narkoba diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar di wilayah Sukawati. Hal ini terungkap saat release kasus di Mapolres Gianyar, Senin (3/10/2022). Wakapolres Gianyar Kompol Marzel Doni SIK.,MH didampingi Kasat Narkoba AKP […]

  • Pemkot Denpasar Gelar FGD Implementasi HKPD Untuk Pelaksanaan BPHTB Secara Online.

    Pemkot Denpasar Gelar FGD Implementasi HKPD Untuk Pelaksanaan BPHTB Secara Online.

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  09  Oktober  2024 Pemkot Denpasar Gelar FGD Implementasi HKPD Untuk Pelaksanaan BPHTB Secara Online.       Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Implementasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) khususnya dalam aspek Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan […]

  • Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi Penegakan Prokes di Kawasan Desa Pemecutan Kelod, 10 Orang di Ganjar Denda, 1 Orang Lainya Dilakukan Pembinaan

    Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi Penegakan Prokes di Kawasan Desa Pemecutan Kelod, 10 Orang di Ganjar Denda, 1 Orang Lainya Dilakukan Pembinaan

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  31  Maret  2021     Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi Penegakan Prokes di Kawasan Desa Pemecutan Kelod, 10 Orang di Ganjar Denda, 1 Orang Lainya Dilakukan Pembinaan   Pelaksanaan Razia Penegakan Prokes di kawasan simpang Jalan Imam Bonjol – Jalan Gunung Soputan, Desa Pemecutan Kelod, Rabu (31/3/2021).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Guna mengantisipasi […]

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Nusa  Dua, Jumat 16  Juni 2023 Diikuti 51 Negara, I Wayan Koster Gubenur Bali Buka BBTF 2023   Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2023 di Westin Nusa Dua, Kab.Badung -Bali, Jumat  16 Juni 2023 Bali, indonesiaexpose.co.id – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka Bali and Beyond Travel […]

expand_less