Thursday , May 13 2021
Home / Berita Utama / Kementerian BUMN Datangkan Alat Tes Swab Untuk Covid 19 dari Swiss

Kementerian BUMN Datangkan Alat Tes Swab Untuk Covid 19 dari Swiss

Jakarta, Rabu  08  April  2020

 

Kementerian BUMN Datangkan Alat Tes Swab Untuk Covid 19 dari Swiss

(Foto/Ist)

 

JAKARTA,  INDEX  –  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil mendatangkan polymerase chair reaction (PCR) atau alat tes swab asal swiss untuk penanganan Corona Covid-19 dari perusahaan farmasi asal Swiss , Roche , alat tes swab asal Swiss tersebut telah tiba  di Indonesia pada Selasa (7/4/20).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, satu alat polymerase chair reaction PCR yang sudah tiba akan diberikan kepada RS Pertamina Jaya yang di fungsikan sebagai Rumah Sakit khusus penanganan wabah virus Corona Covid – 19. Sementara 17 PCR lainnya yang perkiraan akan tiba akhir bulan ternyata sudah tiba hari ini.

” Tujuh Belas alat akan didistribusikan bersama Gugus Tugas Penanganan Corona ke sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua. seperti Jatim, Jateng, Jabar, dan lain-lain,” tutur  Erick di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Menurut Erick,  keberadaan alat tes swab penting dalam mendeteksi pasien yang terpapar virus Corona.Hingga kini masih banyak RS di daerah yang belum memiliki alat tersebut.

Kementerian BUMN juga telah mendapatkan rekomendasi dari para ahli mengenai kualitas alat tes swab dari Swiss. Hal ini untuk mendapatkan kualitas terbaik.

Dalam kesempatan lain, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan alat PCR ini memiliki tingkat presisi yang lebih jauh lebih akurat untuk mendeteksi Covid 19 , dari pada rapid tes.  Terdapat dua alat RNA Extraction Automatic dengan total kapasitas 1.000 Spesium per hari. Dengan demikian satu alat mempunyai kapasitas 500 Spesium per hari. Selain itu kata Arya Kementerian BUMN juga telah mendatangkan 18 lightaycle untuk detector PCR dengan kapasitas 500 tes per hari.

Dengan demikian, satu alat memiliki kapasitas 500 spesimen per hari. Selain itu, kata Arya, BUMN juga telah mendatangkan 18 lightcycle untuk detector PCR dengan kapasitas 500 tes per hari.

“Dengan alat ini kalau sudah terinstal (semua) maka satu hari akan bisa mencapai 9 ribu sampai 10 ribu tes per hari. Kecepatan mengetahui positif atau negatif juga sangat tinggi,” tambah Arya.

Arya berharap tambahan alat PCR yang didatangkan BUMN dapat membantu percepatan pendataan masyarakat yang positif terpapar virus Korona. Proses pencarian alat tes swab, juga menjadi perhatian besar. Proses mendatangkan alat PCR tidak semudah yang dibayangkan lantaran banyak negara yang juga mencari.

“Kita tahu saat ini di dunia, hampir semua negara ‘bertempur’ mencari alat, obat, bahan baku, dan PCR tentu yang paling banyak dicari karena bisa mengetahui positif atau tidak,” tandasnya.

(Hartono)

 

Check Also

Koran  Umum  Investigasi  Indonesia  Expose & www.indonesiaexpose.co.id

Jakarta, Rabu 12  Mei  2021     Koran  Umum  Investigasi  Indonesia  Expose & www.indonesiaexpose.co.id  

Perumda  Bhukti  Praja  SewakaDarma

Bali, Rabu 12  Mei  2021   Perumda  Bhukti  Praja  SewakaDarma