Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali »

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Klungkung, Rabu 12 Januari 2022

 

Gubernur Bali, Wayan Koster Secara Resmi Memulai Pekerjaan Pematangan Lahan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi memulai pekerjaan pematangan lahan kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung ditandai dengan upacara Ngeruwak, Nyapuh Awu lan Mulang Dasar yang dipuput oleh Ida Shri Bagawan Putra Nawa Nata Wangsa Pemayun, pada Rabu (12/1/2022).

Dimulainya pekerjaan pematangan lahan kawasan PKB ini turut juga disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama lengkap dengan Fraksi di DPRD Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Giri Tribroto, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Bendesa Agung Majelis Utama Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR/Perkim) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, Penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, hingga pejabat penegak hukum di Bali seperti Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali dan Pengadilan Tinggi Bali.

Kepala Dinas PUPR/Perkim Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster melaporkan bahwa kegiatan fisik pematangan lahan ini dilakukan merupakan tindaklanjut atas kontrak yang telah ditandatangani sebelumnya oleh Pajabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Bidang Cipta Karya sebanyak 2 paket, dan oleh PPK pada Bidang Bina Marga sebanyak 6 paket, sehingga keseluruhannya ada 8 paket pekerjaan yang telah terkontrak.

“Keseluruhan kontrak ini telah ditandatangani bersama penyedia jasa yang telah dinyatakan sebagai pemenang melalui proses pengadaan barang dan jasa berdasarkan Pagu Anggaran Tahun 2021/2022 yang bersumber dari Dana PEN. Untuk alokasi pagu anggaran di kegiatan pematangan lahan sebesar Rp 535, 6 miliar, dan telah terkontrak sebesar Rp 426,2 miliar atau sebesar 79,57 persen dari nilai pagu anggaran yang tersedia, sehingga ada sisa tender/pagu anggaran sebesar Rp 109,4 miliar,” ujar Kadis Nusakti Yasa Wedha seraya menyampaikan sisa pagu anggaran tersebut, akan Kami mohonkan pemanfaatannya dalam kegiatan pematangan lahan pada tahap selanjutnya.

Ia menambahkan, untuk pekerjaan pematangan lahan sesuai kontrak pekerjaan ini, membutuhkan material sebanyak 4,5 juta meter kubik, yang berasal dan Kami manfaatkan dari hasil kerukan di areal pelabuhan benoa yang dilaksanakan oleh PT. Pelindo Persero sebanyak 1,5 juta meter kubik. Kemudian sebanyak 2 juta meter kubik bersumber dari beberapa quarry di sekitar kawasan ini. Sedangkan 1 juta meter kubik bersumber dari hasil galian dalam kawasan (hasil dari penataan marina, red).

“Kami laporkan Bapak Gubernur, kalau keseluruhannya pekerjaan pematangan lahan ini memerlukan 7,9 juta meter kubik, atau masih ada kekurangan kurang lebih sekitar 3 juta meter kubik,” jelasnya.

Dari rencana kontrak yang ada, seluruh pekerjaan pematangan lahan untuk tahap ini akan selesai di bulan Oktober 2022, namun Kadis Nusakti Yasa Wedha menyampaikan nada optimisnya dihadapan Gubernur Bali dengan menegaskan akan mempercepat pekerjaan pematangan lahan tersebut, sehingga bisa dilanjutkan ke tahapan selanjutnya yaitu tahapan pembangunan fisik gedung dan fasilitas lainnya.

Terkait pembebasan lahan, Kami laporkan untuk total lahan Kawasan PKB ini seluas 334 Ha, namun yang Kita lakukan untuk penetapan lokasi yakni sekitar 325 Ha. Kemudian dari 325 Ha ini ada sekitar 104 Ha yang tidak perlu dibayarkan, karena milik negara. Sehingga sisanya, 221 Ha yang perlu Kita bebaskan. “Jadi progress sampai saat ini sudah 73 persen yang Kita selesaikan, atau kurang lebih 161 Ha, tinggal saat ini masih proses konsinyasi kurang lebih sekitar 12 Ha, sisanya lagi 60 Ha sedang Kita lakukan pembebasan, khususnya diluar galian C (berdekatan dengan akses jalan Jumpai dan Kusamba, red).

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menceritakan pada tahun 2016 atau selesai Pemilu 2014 telah menulis visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di dalamnya ada program prioritas, yaitu pembangunan kebudayaan dengan unsur-unsur adat-istiadat, seni, tradisi, budaya beserta kearifan lokalnya. Salah satu sarana-prasarana yang sangat penting untuk memajukan kebudayaan Bali adalah Pusat Kebudayaan Bali, karena fasilitas di Ardha Candra Art Centre Denpasar sudah tidak memadai lagi.

Dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang Saya tulis pada tahun 2016 itu membangun Pusat Kebudayaan Bali yang berisi fasilitas pentas seni, museum tematik, serta terintegrasi, terpadu dalam sektor-sektor lainnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Tidak saja menampilkan budayanya, tapi Gubernur Wayan Koster dalam pidatonya menyebutkan PKB ini akan memberikan efek pada ekonomi.

“Itulah sebabnya Saya pada tahun 2017 atau belum mencalonkan diri sebagai Gubernur, Saya mulai mikir-mikir dimana ada tanah provinsi yang bisa dipakai untuk membangun PKB. Ada di Padangalak, saat itu Saya didampingi Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha pada tanggal 13 Juli 2017, Saya masuk meninjau lahan ini sampai kedalam hutan yang memiliki luas 8 sampai 9 hektar. Saya cari lagi tempat lain di Kertalangu, ternyata bukan tanah provinsi. Suatu saat Saya lewat, mau ke Karangasem melewati tempat ini (Galian c di Gunaksa, Dawan, Klungkung, red). Saat lewat, lirik ke kiri dan ke kanan, ternyata ada lahan tidak terawat akibat galian C dan Saya khusus masuk ke tempat ini, Saya dapat firasat ini tempat yang baik untuk PKB,” cerita Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini.

Kemudian saat Wayan Koster menjadi Calon Gubernur Bali setelah direkomendasikan oleh Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri pada tanggal 11 Nopember 2017, jam 11 di Kantor DPP PDI Perjuangan dan terpilih menjadi Gubernur Bali tahun 2018. Dalam pidatonya, Gubernur Wayan Koster menceritakan, begitu Saya terpilih menjadi Gubernur Bali, Saya langsung mikir untuk menindaklanjuti PKB dan Saya panggil Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta yang sebelumnya menjadi lawan atau mendukung sebelah di Pilkada.

“Tapi dengan niat Saya membangun PKB, Saya minta kepada Bupati Klungkung agar tanah ini tidak dilepas ke investor dan langsung disetujui,” ceritanya.

Gubernur Bali jebolan ITB ini menegaskan pembangunan di tempat ini (Galian C, red) tidak boleh dilakukan secara sembrono. Karena orang nomor satu di Pemprov Bali ini mencatat, kawasan ini merupakan wilayah yang sempat menjadi tempatnya para korban letusan Gunung Agung, korban G30S/PKI, dan korban lainnya, sehingga menjadi tempat yang leteh.

“Jadi investor sebesar apapun, tidak akan bisa ada yang jalan, kalau niatnya tidak baik. Karena sebelumnya disini banyak bertebaran investor, yang kena tipu juga banyak sampai ada korbannya, bahkan pembangunan pelabuhan Gunaksa yang menghabiskan APBN Rp 200 miliar lebih itu juga sampai mangkrak pembangunannya. Jadi Saya yakini bahwa pembangunan disini tidak bisa dilakukan secara sembrono,” katanya seraya menyatakan karena itulah, Saya sedang mengagendakan upacara penyucian di kawasan PKB ini, agar arwah-arwah korban bisa disucikan kembali dan dibuatkan tempat sucinya. Jadi ini pekerjaan mulai yang harus Kita lakukan.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian mengungkapkan, karena pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali dibuat dengan kerja yang tulus dan lurus, Gubernur Koster merasakan selama proses pembangunannya selalu mendapatkan bantuan dari orang baik. Mulai dari hadirnya seorang arsitek Bali yang terkenal di berbagai negara di dunia, yaitu Bapak Popo Danes.

“Bapak Popo ini mengerjakan desain kawasan PKB dengan cara ngayah dan tidak dibayar. Saking tulusnya, kerja Popo Danes sangat bagus. Jadi ini niat baik, ketemu orang baik, dan ketemu jalan baik,” ungkap Gubernur Bali.

Gubernur Koster kembali mendapatkan jalan baik. Dimana dalam proses pembebasan lahan, ia menceritakan mendapatkan tawaran dari Menteri Bapennas RI, Suharso Monoarfa terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebanyak Rp 1,5 triliun tanpa bunga dan sekarang sudah cair untuk pembebasan tanah serta pematangan lahan. “Peminjaman PEN ini juga telah disetujui oleh DPRD Provinsi Bali,” jelasnya sembari menyatakan jalan baik itu lagi muncul, setelah pekerjaan pematangan lahan kawasan PKB ini mendapatkan hasil kerukan di areal pelabuhan benoa yang dilaksanakan oleh PT. Pelindo Persero sebanyak 1,5 juta meter kubik secara gratis.

Jalan baik selanjutnya, dimana Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini didapatkannya, ketika pemenang tender di kawasan PKB bersedia memberikan bantuan CSR 5 persen, bahkan sampai ada yang sanggup memberikan CSR 7 persen. “Nanti CSR ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pentas seni atau museum,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pidatonya kembali mewanti-wanti dan menegaskan agar di dalam proses pembebasan lahan kawasan PKB tidak ada mainan para calo.

“Kalau ada yang macam-macam Saya libas. Sekali lagi jangan ada main-main, ngaku-ngaku punya tanah, sampai bawak-bawak pengacara. Saya minta tunjukan bukti kongkritnya di Badan Pertanahan, jangan ada sogokan, siapa yang ada main-main disini dengan niat jahat, alam akan melibas. Kita kerja tulus dan lurus, agar menjadi kebangaan Bali, tapi juga Indonesia sebagai ikon peradaban budaya Bali, sehingga kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang memiliki tiga zona, yaitu zona inti, zona penunjang, dan zona penyangga yang ditata dengan menerapkan filosofi kearifan lokal Sad Kerthi, yang terdiri dari : Penyucian Jiwa atau Atma Kerthi, Penyucian Laut atau Segara Kerthi, Penyucian Sumber Air atau Danau Kerthi, Penyucian Tumbuh-tumbuhan atau Wana Kerthi, Penyucian Manusia atau Jana Kerthi, dan Penyucian Alam Semesta atau Jagat Kerthi dapat berjalan dengan lancar sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dan sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, demi membangkitkan kembali masa keemasan kebudayaan Bali yang saat itu pernah terjadi di Era Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem Baturengong.

(Adv)

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerak Cepat Koster Tangani Banjir , Supartha: DPRD Bali Siap Kawal Sampai Tuntas

    Gerak Cepat Koster Tangani Banjir , Supartha: DPRD Bali Siap Kawal Sampai Tuntas

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Buleleng, Selasa  17  Maret  2026 Gerak Cepat Koster Tangani Banjir , Supartha: DPRD Bali Siap Kawal Sampai Tuntas   Gubenur Koster  bersama DPRD Bali  turun  langsung ke Lokasi Banjir Buleleng, janji  pemulihan cepat dan berikan bantuan Rp1,26 Miliar untuk Warga terdampak.   Bali,  indonesiaexpose.co.id   — Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung meninjau dampak banjir yang […]

  • Raih Penghargaan TOP BUMD 2022, BPR Bank Klaten dan PDM Tirta Merapi Terus Tingkatkan Inovasi Pelayanan

    Raih Penghargaan TOP BUMD 2022, BPR Bank Klaten dan PDM Tirta Merapi Terus Tingkatkan Inovasi Pelayanan

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Klaten,  Jumat  22  April  2022   Raih Penghargaan TOP BUMD 2022, BPR Bank Klaten dan PDM Tirta Merapi Terus Tingkatkan Inovasi Pelayanan   (Foto/ist)     Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id   – BPR Bank Klaten dan Perumda Air Minum PDAM Tirta Merapi raih penghargaan dalam ajang TOP BUMD Awards 2022 yang digelar di Hotel Rafles Jakarta, Rabu […]

  • Tim Gabungan Pemkot Denpasar Tertibkan Usaha Sablon di Jalan Pulau Misol

    Tim Gabungan Pemkot Denpasar Tertibkan Usaha Sablon di Jalan Pulau Misol

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 27 November 2019   Tim Gabungan Pemkot Denpasar Tertibkan Usaha Sablon di Jalan Pulau Misol   Penertiban Pembuang Limbah di Jalan Pulau Misol yang mengakibatkan tercemarnya Sungai Badung, Selasa (26/11).   Kedapatan Buang Limbah, Sebabkan Air Sugai Berwarna Merah   BALI, INDEX – Kondisi Sungai Badung, kawasan Jalan Imam Bonjol dekat Banjar Buagan […]

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 02  Juni  2020   Salah Satu Pedagang Positif Covid 19, Akses Jalan Gunung Kawi dan Jalan Gunung Raung Ditutup Untuk Umum     BALI, INDEX  –  Salah Satu Pedagang di Jalan Gunung Kawi positif Covid-19, untuk mengantipasi penularan dan memutus mata rantai Covid-19, Banjar Pemeregan Kelurahan Pemecutan mengambil langkah cepat dengan menutup akses […]

  • Refleksi Akhir Tahun 2024 Kepemimpinan Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa 

    Refleksi Akhir Tahun 2024 Kepemimpinan Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa 

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 30 Desember  2024 Refleksi Akhir Tahun 2024 Kepemimpinan Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kota Denpasar dibawah kepemimpinan Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa […]

  • Undiksha Singaraja Jadi Pelanggan Premium, PLN Berikan Layanan Prioritas

    Undiksha Singaraja Jadi Pelanggan Premium, PLN Berikan Layanan Prioritas

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Singaraja, Minggu   29 Mei 2022   Undiksha Singaraja Jadi Pelanggan Premium, PLN Berikan Layanan Prioritas (Foto/ist)   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Fasilitas layanan premium dari PT PLN (Persero) makin diminati pelanggan. Terbukti layanan ini telah dinikmati oleh 58 pelanggan, dari berbagai golongan tarif di Bali. Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, yang mengedepankan falsafah Tri Hita Karana dalam […]

expand_less