Gubenur Koster Dan Bupati Badung Bidik Obligasi Daerah : Gaspol Bangun Infrastruktur
- account_circle 002
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Rabu 05 Agustus 2026
Gubenur Koster Dan Bupati Badung Bidik Obligasi Daerah : Gaspol Bangun Infrastruktur

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Jumpa Pers di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Selasa (4/8/2026)
Jakarta, indonesiaexpose.co.id — Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara khusus menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Selasa (4/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur DKI Jakarta itu membahas sejumlah hal, salah satunya creative financing melalui penerbitan obligasi daerah.
Gubernur Koster menyampaikan bahwa audiensi dengan Pramono Anung adalah tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri, untuk melakukan studi ke Jakarta terkait dengan creative financing, salah satunya melalui penerbitan obligasi daerah.
“Selain menjajaki kemungkinan penerbitan obligasi daerah, pertemuan juga membahas inovasi lain sebagai sumber pembiayaan infrastruktur di luar APBD,” ungkap Gubenur Koster.
Tiga kepala daerah juga membahas KLB (Koefisien Lantai Bangunan), terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan tata ruang.
Gubenur DKI Pramono Anung menyinggung pentingnya creative financing bagi pemerintah daerah.Karena dalam situasi ekonomi seperti saat ini, kita menghadapi tantangan dalam meningkatkan APBD. Tak bisa terpaku pada pola konvensional, harus out of the box.
Selain itu, Pramono Anung juga memberi gambaran terkait KLB dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L) di DKI Jakarta yang sedianya bisa diterapkan di Pulau Dewata.
Sementara itu, Bupati Badung Adi Arnawa menjelaskan bahwa 74 persen sektor pariwisata Bali berpusat di wilayah Badung.
“Salah satu tantangan yang saat ini kami hadapi adalah upaya mengatasi kemacetan, kami menempuh sejumlah langkah, salah satunya dengan pembangunan ruas jalan baru di wilayah Badung Selatan dengan skema pembiayaan kolaboratif pemerintah dan pinjaman pihak ketiga,” ungkap Bupati Badung Adi Arnawa.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Wilayah Bali, I Gusti Agus Andiyasa
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BEI Wilayah Bali, I Gusti Agus Andiyasa menjelaskan, obligasi daerah, dapat menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat.
Dana hasil penerbitan obligasi daerah dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, seperti pembangunan jalan, rumah sakit, sistem penyediaan air minum, pasar, transportasi publik, hingga infrastruktur strategis lainnya yang mampu menghasilkan penerimaan bagi pemerintah daerah.
(002)
- Penulis: 002
- Editor: siregar
- Sumber: tim Index
