Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » PIMNAS ke-32 diBali :  70 Perguruan Tinggi Negeri, 56 Perguruan Tinggi Swasta dari Seluruh Indonesia adu Kreativitas

PIMNAS ke-32 diBali :  70 Perguruan Tinggi Negeri, 56 Perguruan Tinggi Swasta dari Seluruh Indonesia adu Kreativitas

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 27 Agt 2019
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mangupura,  Selasa  27  Agustus  2019

 

PIMNAS ke-32 diBali :  70 Perguruan Tinggi Negeri, 56 Perguruan Tinggi Swasta dari Seluruh Indonesia adu Kreativitas

 

PIMNAS ke-32 Tahun 2019 Resmi dibuka Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) Mohamad Nasir, bertempat di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Badung, Bali, Selasa, 27 Agustus 2019.

 

BALI, INDEX  –  Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 Tahun 2019 resmi dibuka oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti), Mohamad Nasir di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Badung, Bali, Selasa, 27 Agustus 2019. Peserta PIMNAS tahun ini menjadi yang terbesar dari tahun-tahun sebelumnya yakni, sebanyak 1.614 mahasiswa dan 460 dosen pendamping dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

Mereka terbagi dalam 460 tim dari Program Kreativitas Mahasiswa, yang didanai tahun 2019 sebanyak 3.621 proposal.

Nasir mengatakan, penguasaan sains dan teknologi merupakan salah satu kunci untuk merintis kehidupan yang lebih terbuka dan modern. PIMNAS, dapat menjadi salah satu kegiatan strategis dan inovatif untuk mendukung pencapaian SDM yang unggul.

“Melalui PIMNAS ini dapat hadir karya-karya inovasi mahasiswa yang lebih kreatif, baik dalam bidang teknologi, sains, sosial, humaniora maupun dalam bidang-bidang lain sehingga mampu memberikan manfaat besar kepada masyarakat,” jelas Nasir usai meresmikan PIMNAS ke-32 Tahun 2019 bertempat di Pedestal GWK,Bali, ( 27/8/ 2019) sore.

Dikatakan Nasir, tugas kedepan bukan saja mengembangkan kreativitas mahasiswa. Tapi juga memberikan ruang inovasi baru dengan dimensi pengembangan yang lebih luas.

Ia mencontohkan, misalnya melalui peningkatan anggaran riset terutama di perguruan tinggi untuk mendorong munculnya temuan-temuan baru yang lebih bermanfaat. Hasil-hasil riset yang dilakukan harus mampu digunakan sebagai masukan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan setiap kebijakan.

“Sehingga ada sinegritas berbagai kalangan dalam menggerakkan pembangunan,” jelasnya.

Pembukaan PIMNAS ke-32 ini juga dimeriahkan oleh atraksi kebudayaan Nusantara, yaitu 140 orang yang membawakan tari pendet serta sendratari Gadjah Mada yang dibawakan oleh ribuan mahasiswa.

Sajian kolosal itu, digelar tepat di bawah patung Garuda Wisnu Kencana, sajian kesenian yang ditampilkan sangat hidup. Di akhir sendratari, terdapat pembacaan ikrar mahasiswa untuk kedamaian bangsa dan negara Indonesia.

Tampilan kebudayaan bertemakan kebhinekaan itu sesuai dengan keberagaman tempat asal peserta Pimnas.

Berdasarkan sebaran Perguruan Tinggi peserta PIMNAS tahun ini, berasal dari 72 Perguruan Tinggi di Pulau Jawa, 19 Perguruan Tinggi di Pulau Sumatera, 14 Perguruan Tinggi di Pulau Sulawesi, 10 Perguruan Tinggi di Pulau Kalimantan, 7 Perguruan Tinggi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, 2 Perguruan Tinggi di kepulauan Maluku dan Maluku Utara, serta 2 Perguruan Tinggi di Papua.

PIMNAS tahun 2019 memiliki perbedaan dibandingkan PIMNAS sebelumnya yakni, tahun ini jumlah peserta bertambah sebanyak 20 judul dengan skema PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM GFK) yang mengembangkan gagasan kreatif mahasiswa melalui media audio visual dan diupload di Youtube. PKM GFK ini sangat relevan dengan penerapan teknologi di era revolusi Industri 4.0.

PIMNAS ke-32 Tahun 2019 bertema ‘Mewujudkan Mahasiswa Indonesia yang Kreatif, Inovatif, Unggul, dan Mandiri Berlandaskan Budaya Nasional dalam Bingkai Kebhinekaan’. Maskot PIMNAS ke-32 Tahun 2019 bernama Garuda Unggul yang bermakna manusia Indonesia yang unggul.

Agenda utama PIMNAS ke-32 diantaranya, presentasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lima bidang, PKM Gagasan Tertulis, PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK), serta lomba poster dan gelar produk PKM.

PIMNAS juga diisi dengan agenda ilmiah penunjang, antara lain studium generals, sarasehan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan, lomba PIMNAS non-PKM, SMA Goes to Campus, bazaar dan PKM Investments Summit, keakraban dan aksi peduli lingkungan, serta wisata kota. Seluruh rangkaian tersebut akan digelar di Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Bali, 27-31 Agustus 2019.

Rektor Universitas Udayana, Prof. A.A. Raka Sudewi menambahkan, PIMNAS bertujuan menciptakan iklim ilmiah di kalangan mahasiswa. Sehingga dapat tercipta mahasiswa Indonesia yang kreatif, Inovatif, unggul, mandiri berlandaskan budaya nasional dalam bingkai kebhinekaan.

Harapannya, melalui PIMNAS akan menghasilkan banyak produk kreatif dan inovatif yang dapat dilanjutkan serta dikembangkan menjadi produk komersial.

“Kami harap seluruh peserta dapat berkompetisi sesuai dengan ketentuan peraturan yang telah dibuat. Sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan bersama,” tutur Rektor Universitas Udayana, Prof. A.A. Raka Sudewi.

PIMNAS merupakan program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti) di bidang penalaran dan kreativitas mahasiswa.

(078)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ITB Stikom Bali

    ITB Stikom Bali

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  06  Agustus  2021 ITB Stikom Bali    

    • calendar_month Minggu, 23 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Bangli, Minggu 23 Oktober 2022

  • Erick Thohir Cek Langsung Kesiapan PLN Layani KTT G20

    Erick Thohir Cek Langsung Kesiapan PLN Layani KTT G20

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Nusa  Dua, Jumat  11  November 2022 Erick Thohir Cek Langsung Kesiapan PLN Layani KTT G20   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kesiapan PLN melayani kebutuhan kelistrikan pada perhelatan G20 di Bali. Erick mengecek langsung kondisi Stasiun Pengisian Kendaraan Liatrik Umun (SPKLU) di Central Park ITDC Nusa Dua Bali pada Rabu (9/11/2022). Pada kesempatan […]

  • Aat Di Lantik  Jadi  Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian

    Aat Di Lantik  Jadi  Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu  04 Januari 2025 Aat Di Lantik  Jadi  Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian   Dwi Hadi Atmaka Corporate Secretary PT Pegadaian ( foto/ist)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Sebagai wujud penyegaran organisasi, khususnya di bidang Kesekretariatan dan Komunikasi Perusahaan, PT Pegadaian melakukan pergantian pejabat dengan resmi mengangkat Dwi Hadi Atmaka atau yang akrab disapa Aat sebagai Sekretaris Perusahaan. […]

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  10  Mei 2020   Pemkot Denpasar Salurkan BLT-DD Kepada 4760 KK, Secara Bertahap     BALI, INDEX  –  Pemerintah Kota Denpasar mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi masyarakat miskin terdampak Covid-19 di seluruh desa di di Denpasar. Jumlah BLT-DD yang akan disalurkan dan berhak menerima sebanyak 4.760 KK miskin, keluarga […]

  • Purbaya Klaim Anggaran Daerah Kerap Diselewengkan

    Purbaya Klaim Anggaran Daerah Kerap Diselewengkan

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Surabaya, Senin  06  Oktober  2025 Purbaya Klaim Anggaran Daerah Kerap Diselewengkan   Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto/ist).   Jawa Timur, indonesiaexpose.co.id  –  Pemangkasan tajam anggaran transfer ke daerah mewarnai postur APBN 2026. Pemerintah pusat menilai maraknya penyelewengan menjadi alasan utama pengurangan dana, yang mencapai ratusan triliun rupiah. Benarkah daerah boros dan tak becus mengelola anggaran? […]

expand_less