Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Alumni Lemhannas Wilson Lalengke : Jangan Jadi Lembaga Preman Pers Indonesia

Alumni Lemhannas Wilson Lalengke : Jangan Jadi Lembaga Preman Pers Indonesia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
  • visibility 266
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Jumat  18  Oktober  2019

 

 

Alumni Lemhannas Wilson Lalengke : Jangan Jadi Lembaga Preman Pers Indonesia

 

 

JAKARTA,  INDEX  – Dunia Pers di Tanah Air kembali dikeruhkan oleh pernyataan-pernyataan tidak simpatik yang dilontarkan Dewan Pers beberapa waktu terakhir ini. Setelah keputusan PN Jakarta Pusat yang memenangkan Dewan Pers dalam perkara gugatan PMH terhadap Dewan Pers dibatalkan PT DKI Jakarta, serta penolakan majelis hakim banding terhadap eksepsi Dewan Pers, lembaga bentukan puluhan organisasi pers Indonesia itu justru melancarkan berbagai manuver bernuansa premanisme dengan mengintervensi kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah. Hal tersebut sangat disayangkan oleh sejumlah pihak, dan mengharapkan agar Dewan Pers kembali ke khitahnya menjalankan fungsinya sebagai penjaga kebebasan dan kemerdekaan pers.

Menurut Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc. MA. mengungkapkan, keprihatinannya atas ulah Dewan Pers yang menurutnya telah bermutasi menjadi lembaga regulator, layaknya ‘dewan perwakilan rakyat’.

Menurut Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu, Dewan Pers hari-hari ini telah menjelma menjadi polisi atau jaksa pers yang dengan tanpa malu-malu melemparkan ‘ancaman’ ke dunia pers melalui tangan Pemerintah Daerah.

“Saya sangat prihatin melihat gelagat tidak bersahabat Dewan Pers selama ini. Lembaga itu telah menjelma menjadi monster yang menebarkan ancaman ke kalangan pers di daerah-daerah. Mungkin karena takut berhadapan langsung dengan kawan-kawan media, dia mengancam lewat himbauan bernada premanisme ke pemda-pemda, melarang melakukan kerjasama dengan berbagai media, terutama yang belum daftar ke lembaga Dewan Pers. Pasal berapa di UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang mewajibkan media harus daftar ke lembaga itu?,” jelas Wilson kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Kamis 17 Oktober 2019.

Untuk itu, lanjut lulusan pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University Inggris ini, dirinya menghimbau agar Pers Indonesia tetap tenang, bekerja dan berkarya seperti biasa, lakukan tugas pokok menyampaikan informasi yang diperlukan rakyat.

“Kawan-kawan Pers tidak perlu terpengaruh dengan intimidasi Dewan Pers yang dilancarkan selama ini. Awalnya, puluhan organisasi pers yang membentuk lembaga Dewan Pers itu, tapi kini mereka sudah bermutasi menjadi pemangsa terhadap induknya sendiri. Itu lembaga kehilangan jati diri, tidak paham tugasnya yang digariskan dalam pasal 15 UU No 40 tahun 1999,” ungkap Wilson yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Jepang ini.

Senada dengan Wilson, Alumni Lemhannas lainnya, Fachrul Razi, MIP, menyampaikan bahwa Dewan Pers tidak diberi hak untuk mengatur-atur rumah tangga lembaga lain, seperti Pemerintah Daerah. Fachrul yang juga menjabat sebagai Senator DPD RI dari Aceh itu meyakinkan agar Pemerintah Daerah tidak perlu takut atau khawatir dengan “intimidasi” yang dilancarkan oleh ‘lembaga preman pers Indonesia’ (Dewan Pers – red) itu.

“Pemerintah Daerah harus mengabaikan apapun kebijakan yang bersifat mengintervensi kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah, termasuk dalam hal penggunaan anggaran bagi kepentingan publikasi program pemerintah melalui media massa. Pemda yang punya kewenangan, mengapa Dewan Pers yang mengatur-atur? Pakai ancam-mengancam lagi. Dewan Pers jangan jadi lembaga premanisme pers Indonesia,” tegas Pimpinan Komite I DPD RI ini.

Fachrul, yang saat ini sedang menyelesaikan program doktor bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia itu, menyarankan agar Dewan Pers kembali ke khitahnya, menjalankan fungsinya sebagai penjaga kebebasan dan kemerdekaan pers.

“Dunia mengakui kemajuan demokrasi di Indonesia sejak reformasi digulirkan, yang salah satunya adalah reformasi di bidang Pers. Tanpa pers yang bebas dan merdeka, mustahil demokrasi kita bisa semaju sekarang ini,” imbuh Senator DPD RI yang terkenal vokal itu.

Terkait komposisi Dewan Pers yang dikuasai segelintir pengurus organisasi pers, Wilson menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi preseden buruk dalam mewujudkan lembaga Dewan Pers yang independen sesuai harapan pasal 15 UU No 40 tentang Pers.

“Sebenarnya, Keputusan Menpen No. 74 tahun 1975 tentang PWI (Persatuan Wartawan Indonesia – red) sebagai satu-satunya organisasi pers yang diakui Pemerintah sudah dicabut. Jadi, PWI tidak semestinya menjadi acuan tunggal bagi bangsa ini dalam dunia pers. Ada puluhan organisasi pers nasional yang bahkan memiliki kompetensi, kredibilitas, dan kemampuan yang lebih baik dari organisasi peninggalan orde baru itu. Dewan Pers seharusnya diisi oleh para pakar dan praktisi pers dari puluhan organisasi pers ini yaa,” tandas Wilson yang juga menyelesaikan studi pascasarjana bidang Applied Ethics di Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia, itu.

(002)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Klungkung, Selasa  28  Februari  2023 DPRD Kab.Klungkung : Sepakati Penyertaan Modal pada Perumda Air Minum Panca Mahottama     Bali, indonesiaexpose.co.id – DPRD Kabupaten Klungkung ,Bali gelar rapat Paripurna II mengenai Ranperda Penyertaan Modal kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum ( PDAM) Panca Mahottama bertempat di Ruang Sidang Sabha Nawa Natya Kantor DPRD Kab.Klungkung,Bali, Senin […]

  • Wawali Arya Wibawa Ikut Meramaikan Festival Layangan Bali di Pantai Mertasari, Sanur.

    Wawali Arya Wibawa Ikut Meramaikan Festival Layangan Bali di Pantai Mertasari, Sanur.

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Denpasar , Minggu  31  Juli  2022   Wawali Arya Wibawa Ikut Meramaikan Festival Layangan Bali di Pantai Mertasari, Sanur.   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Festival Layangan Bali Tahun 2022 diprakarsai oleh Komunitas Seni layangan Bali digelar di area Pantai Mertasari Sanur. Festival Layang layang ini dilaksanakan selama 2 hari dimulai 30 Juli hingga 31 Juli 2022. Di […]

  • XL Axiata Kenalkan Fitur Perbaikan Jaringan Mandiri, Solusi Cepat Bagi Pelanggan XL Axiata untuk Koneksi Internet Stabil

    XL Axiata Kenalkan Fitur Perbaikan Jaringan Mandiri, Solusi Cepat Bagi Pelanggan XL Axiata untuk Koneksi Internet Stabil

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis   29  Desember 2022 XL Axiata Kenalkan Fitur Perbaikan Jaringan Mandiri, Solusi Cepat Bagi Pelanggan XL Axiata untuk Koneksi Internet Stabil       Jakarta, indonesiaexpose.co.id  –   Bagi sebagian masyarakat, akses internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari guna mendukung produktivitas atau sebagai saluran rekreasi dan hiburan di mana pun dan kapan pun. Namun, acap kali […]

  • Jelang Lebaran 2023, Okupansi Hotel Sol By Melia Kuta Meningkat

    Jelang Lebaran 2023, Okupansi Hotel Sol By Melia Kuta Meningkat

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Kuta, Sabtu  08  April  2023 Jelang Lebaran 2023, Okupansi Hotel Sol By Melia Kuta Meningkat   Cluster General Manager SOL By Melia Benoa dan Sol By Melia Kuta, Putu Yeni Navitarini (Foto/indonesiaexpose.co.id) Bali, indonesiaexpose.co.id – Momen libur Lebaran yang relatif panjang diprediksi akan meningkatkan okupansi hotel di Pulau Dewata.Sebelumnya, telah ditetapkan Hari Raya Idulfitri 1444 […]

  • TEGAS : DPRD Bali Minta  Polisi  Tembak Mati Pelaku Kejahatan yang Ancam Nyawa Warga dan Turis

    TEGAS : DPRD Bali Minta  Polisi  Tembak Mati Pelaku Kejahatan yang Ancam Nyawa Warga dan Turis

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle 080
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Mangura, Rabu  27  Mei  2026 TEGAS : DPRD Bali Minta  Polisi  Tembak Mati Pelaku Kejahatan yang Ancam Nyawa Warga dan Turis   Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai,S.H.,M.H (tengah) di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali, Kamis, 12 Maret 2026.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Alarm keamanan pariwisata Bali kembali […]

  • Perumda Air Minum Tirta Hita  Buleleng

    Perumda Air Minum Tirta Hita  Buleleng

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu 20 Desember 2025 Perumda Air Minum Tirta Hita  Buleleng  

expand_less