Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Tahun 2020 Gubernur Prov.Bali : Penguatan Sektor Pertanian dari Hulu ke Hilir

Tahun 2020 Gubernur Prov.Bali : Penguatan Sektor Pertanian dari Hulu ke Hilir

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
  • visibility 260
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Kamis  09  Januari  2020

 

Tahun 2020 Gubernur Prov.Bali : Penguatan Sektor Pertanian dari Hulu ke Hilir

 

BALI, INDEX  –  Tahun 2020, Gubernur Bali Wayan Koster akan fokus memacu perekonomian Bali. Caranya dengan melakukan penguatan fundamental perekonomian Bali. Basis ekonomi Bali akan diperkuat dengan basis sektor pertanian karena 60 persen kehidupan masyarakat Bali berbasis pertanian.

 

“Hulu harus dikelola secara tepat dan pengelolaan hilir akan melibatkan perbankan.Pertanian akan dikuatkan dari hulu ke hilir,” tutur Wayan  Koster di acara   Simakrama Bank Indonesia KPw Bali, di Denpasar,Bali, Rabu (8/1/2020).

 

Menurut Koster , sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam perekonomian Bali. Pertanian memberi kontribusi sekitar 13 persen dan 60 persen warga terjun di sektor ini.

 

KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho menambahkan, ke depan komoditi pertanian ini semakin penting. Selain banyak produk pertanian yang diekspor sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara juga kebutuhan masyarakat akan produk ini terus meningkat.

 

“Jadi melihat peran penting sektor pertanian maka harus ditunjang teknologi yang memadai sehingga bisa meningkatkan kualitas dan produksinya,” jelas Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Rabu (8/1/2020) di sela-sela acara Simakrama “Menyambut Tahun Baru 2020” yang berlangsung di gedung BI Denpasar. Simakrama juga dihadiri Gubernur Wayan Koster, Kepala OJK Bali Nusra Elyanus Pongsoda, Kepala BPS serta sejumlah instansi terkait.

 

Apalagi Bali sebagai daerah yang banyak dikunjungi wisatawan yang sudah tentu membutuhkan makanan yang sangat besar.

 

“Komoditi pertanian seperti cabai, bawang dan beras juga berperan dalam menjaga stabilitas inflasi serta bisa membawa dampak pada kemiskinan,” ungkap Trisno.

 

Lanjutnya, karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan produksi ini perlu dilakukan di antaranya penerapan teknologi baik produksi maupun pengolahannya.

 

Di sisi lain Trisno memaparkan
kinerja ekonomi Bali pada tahun 2019, menghadapi tantangan yang cukup besar. Selain melambatnya kinerja ekonomi global, juga disebabkan melambatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Kondisi ini berdampak pada tertahannya kinerja ekonomi Bali pada tahun 2019 yang diprakirakan hanya tumbuh sebesar 5,40%-5,80% (yoy), lebih rendah dibanding tahun 2018 yang tumbuh 6,35% (yoy).Namun demikian pada tahun 2020, kinerja ekonomi Bali diprakirakan akan menunjukkan peningkatan yang akan tumbuh dalam kisaran sebesar 5,70%-6,10% (yoy). Sementara untuk tahun 2020, kinerja ekonomi Bali diprakirakan mengalami peningkatan terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan semua jenis lapangan usaha utama.

 

Beberapa faktor pendorong peningkatan kinerja ekonomi bersumber sektor terkait pariwisata seiring dengan meningkatnya kapasitas pelabuhan Benoa yang mendorong peningkatan jumlah kapal cruise ke Bali (quality tourism).

 

Selain itu, tambah Trisno sumber peningkatan kinerja juga berasal dari pengerjaan beberapa proyek konstruksi baik yang merpakan kelanjutan dari tahun 2019 maupun yang dimulai di tahun 2020. Sementara itu faktor lain adalah prakiraan membaiknya kinerja ekonomi negara mitra dagang utama, penambahan direct fight serta pengembangan pasar wisman alternatif yaitu antara lain wisatawan dari negara-negara Eropa Timur.

 

Terkait inflasi, pada tahun 2019 menunjukkan capaian yang menggembirakan, tercermin oleh nilai inflasi yang rendah sebesar 2,38% (yoy), lebih rendah dibanding tahun 2018 sebesar 3,13% (yoy). “Capaian ini merupakan buah dari hasil kerja sama antara TPID Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota serta stakeholder terkait lainnya,” jelasnya.

 

Inflasi Bali pada tahun 2020 diprediksi cukup stabil, meski masih menghadapi beberapa tantangan terkait dengan rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23%, rencana kenaikan iuran BPJS kesehatan, peningkatan kunjungan wisatawan yang membawa konsekuensi peningkatan permintaan serta peningkatan biaya pendidikan.

 

Berdasarkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu pertama Januari 2020, inflasi Bali mencapai 0,22%, seiring dengan terjadinya kenaikan harga beberapa komoditas seperti telur ayam, udang dan bumbu- bumbuan.

 

“Inflasi Bali pada Januari 2020 diprakirakan akan melandai dalam kisaran 0,20%-0,60% (mtm), yang tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara, penurunan harga bahan bakar minyak (pertamax) dan penurunan permintaan di masa low season pariwisata,” pungkas Trisno.

(079)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu 17  Desember 2022 Renungan  JOGER  

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Minggu  04  Oktober  2020

    • calendar_month Jumat, 8 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat   8 Januari 2021

  • Dorong Peningkatan Literasi Digital Jaringan 4G XL Axiata Jangkau Sebagian Besar Kecamatan di Kalimantan Barat

    Dorong Peningkatan Literasi Digital Jaringan 4G XL Axiata Jangkau Sebagian Besar Kecamatan di Kalimantan Barat

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Pontianak, Jumat  22 Oktober 2021   Dorong Peningkatan Literasi Digital Jaringan 4G XL Axiata Jangkau Sebagian Besar Kecamatan di Kalimantan Barat   Jaringan 4G XL Axiata telah menjangkau 901 desa/kelurahan di 129 kecamatan dan 14 kabupaten/kota di Kalbar. XL Axiata berkomitmen mendorong peningkatan literasi digital bagi masyarakat yang bermukim hingga pelosok pedesaan.   Kalimantan  Barat,  […]

  • Rapat  Paripurna  DPRD Bali ke-5 , Sampaikan Ranperda Ketertiban Umum, Ketenteraman & Pelindungan Masyarakat

    Rapat  Paripurna  DPRD Bali ke-5 , Sampaikan Ranperda Ketertiban Umum, Ketenteraman & Pelindungan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Bali,  Senin   27  Februari  2023   Rapat  Paripurna  DPRD Bali ke-5 , Sampaikan Ranperda Ketertiban Umum, Ketenteraman & Pelindungan Masyarakat   Bali, Index – DPRD Provinsi Bali menggelar Rapat Paripurna ke-5 masa persidangan I tahun sidang 2023, dengan agenda acara penyampaian penjelasan dewan atas Ranperda Inisiatif DPRD Provinsi Bali tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman dan Pelindungan […]

  • DPR RI, Ismail : Banyak Keluhan Masyarakat Terhadap Pelindo

    DPR RI, Ismail : Banyak Keluhan Masyarakat Terhadap Pelindo

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Makassar, Jumat 11 April  2025 DPR RI, Ismail : Banyak Keluhan Masyarakat Terhadap Pelindo   Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar saat mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi VI DPR RI ke Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (9/4/2025). Foto : Hal/Andri Sulawesi  Selatan,  indonesiaexpose.co.id  – Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar, menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan […]

expand_less