Wednesday , August 5 2020
Home / Bali / Silaturahim 2(dua)tokoh Bangsa Habib Salim Segaf Al-Jufri  Ketua Majelis Syuro PKS dengan Ida Cokorda Raja Pemecutan XI di Puri Pemecutan Denpasar Bali

Silaturahim 2(dua)tokoh Bangsa Habib Salim Segaf Al-Jufri  Ketua Majelis Syuro PKS dengan Ida Cokorda Raja Pemecutan XI di Puri Pemecutan Denpasar Bali

Denpasar, Jumat  07  Pebruari  2020

 

Silaturahim 2(dua)tokoh Bangsa Habib Salim Segaf Al-Jufri  Ketua Majelis Syuro PKS dengan Ida Cokorda Raja Pemecutan XI di Puri Pemecutan Denpasar Bali

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri (kanan), saat berkunjung ke Raja Pemecutan Ida Cokorda Pemecutan XI.SH  di Puri Pemecutan ,Denpasar-Bali, Jumat (07/02/2020) pagi.(Foto/INDEX/078)

 

BALI,  INDEX  –  Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri berkunjung ke Puri Pemecutan di Denpasar-Bali, Jumat (7/2/2020), untuk bersilaturahmi dengan Raja Pemecutan Ida Cokorda Pemecutan XI. Silaturahmi dengan Cokorda Pemecutan ini bagian dari agenda Silaturahim Kebangsaan dan Kebudayaan yang dilakukan Al-Jufri selama dua hari di Bali, 6-7 Februari.

 

Kedatangan Al-Jufri bersama pengurus PKS di Bali disambut dengan hangat oleh Cokorda Pemecutan. Menariknya, Cokorda Pemecutan mempersilahkan pemimpin tertinggi di PKS ini untuk duduk di sampingnya pada kursi yang sama dengannya, yang panjangnya kurang lebih satu meter. Selama kurang lebih satu jam, pembicaraan kedua tokoh yang disaksikan langsung oleh pengurus PKS dan awak media ini, berlangsung dalam suasana cair. Keduanya memperlihatkan keakraban, walaupun pertemuan itu pertama kali mereka lakukan.

 

Kedua tokoh ini banyak berbicara tentang toleransi beragama dan hubungan Hindu dan Islam di Bali. Keduanya juga berbicara tentang dinamika politik di Tanah Air. Topik yang kedua ini tampaknya tak bisa dilepaskan dari latar belakang mereka yang sesama politisi. Cokorda Pemecutan adalah tokoh senior partai Golkar, dan pernah duduk di kursi DPR RI. Soal politik, ada satu kesepahaman pemikiran di antara kedua tokoh ini, bahwa sebuah partai politik harus bisa memiliki kursi di lembaga legislatif. Sebuah kerugian besar bagi partai politik jika kadernya tak ada yang menjadi anggota Dewan.

Sebelum meninggalkan Puri, Cokorda Pemecutan mengajak Al-Jufri dan rombongannya berkeliling melihat kondisi Puri. Cokorda Pemecutan bahkan mengajak Al-Jufri memasuki areal Pura yang berada di dalam kawasan Puri Pemecutan tersebut. Al-Jufri terlihat tak canggung memasuki areal Pura tersebut. Di sana mereka menyempatkan diri berfoto bersama.

 

Dikonfirmasi usai pertemuan tersebut, Al-Jufri menyebutkan alasanya datang menemui Cokorda Pemecutan. Menurut dia, Ida Cokorda Pemecutan sebagai sosok yang memiliki rekam jejaknya baik dalam menyatukan berbagai kelompok yang beragam di Bali. Sosoknya juga selalu ada untuk mengayomi umat Islam di Bali.

 

“Datang ke sini terutama untuk silaturahim dengan Ida Cokorda Pemecutan, Raja Pemecutan XI. Track recordnya cukup bijak dan bagus dalam interaksi sosial kepada masyarakat, tokoh yang menyatukan beberapa kelompok di Bali, dan memberikan situasi yang kondusif ketika ada isu-isu yang kurang sehat kepada umat Islam,” kata Al-Jufri. Ia menambahkan hal Ini yang membuatnya tertarik.

 

“Dan Cokorda ini kan cukup welcome sekali, ada rasa hangat, kekeluargaan dengan beliau. Ini yang membuat kita senang sekali,” tambah dia.

 

Selanjutnya ia berharap agar PKS bisa berkembang di Bali, dan harus bisa memiliki wakilnya di lembaga legislatif. Karena itu, kader PKS harus sering turun ke masyarakat agar mendapat simpati masyarakat. Ia sependapat dengan Cokorda Pemecutan bahwa setiap partai harus memiliki kursi legislatif.

 

“Yang saya inginkan partai itu hadir untuk mendapatkan suara, mendapatkan kursi. Jadi tidak ada alasan tidak ada kursi, itu tidak bisa diterima. Logistik itu penting, tapi yang namanya mendekati masyarakat, tokoh jelaskan kepada masyarakat program,” tegas Al-Jufri.

 

Al-Jufri menambahkan seperti yang dijelaskan Cokorda tadi, setiap Dapil, setiap kabupaten harus mendapatkan kursi, tidak ada cerita gagal.

 

“Kalau kita turun dan selalu turun, saya yakin ke depan PKS akan mendapat simpati dari masyarakat,” kata dia.

Dr.Ida Cokorda Pemecutan XI.SH , mengaku mendapat kehormatan dikunjungi Al-Jufri. Apalagi yang dibicarakan tidak hanya soal politik tapi juga terkait keagamaan.

“Saya bangga, beliau berkunjung, suatu kehormatan buat saya. Di samping (bahas) politik, yang terpenting masalah agamais, masalah Ketuhanan masuk di hati saya. Jadi ini bagus sekali supaya betul-betul, sejarah kita Muslim sama Hindu di Bali terbukti memang. Jadi sejak kelahiran, sejarah darah kami dengan Muslim ndak bisa dipisahkan,” imbuh Ida Cokorda Pemecutan XI saat disela-sela kunjungan Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri di Puri Pemecutan ,Denpasar-Bali, Jumat (07/02/2020) pagi.

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri (kanan), memberikan cendramata ke Raja Pemecutan Ida Cokorda Pemecutan XI.SH

 

Kemudian Cokorda Pemecutan mempersilahkan PKS sebagai partai islam berkembang di Bali. Ia berharap PKS bisa memiliki wakilnya di kursi legislatif.

“Gak apa-apa (PKS ada di Bali). Yang penting maju terus, nggak usah ragu-ragu. Tapi jangan sampai mengganggu agama yang lain. Silahkan PKS, saya senang kalau ada wakil-wakil di DPR, bagus. Percuma ya kalau partai ga ada wakil di DPR, ya rugi, omong kosong, mesti ada yang memperjuangkan,” sambung Ida  Cokorda.

Cokorda Pemecutan  juga menepis stigma yang melekat pada PKS sebagai partai yang fanatik dan radikal.

“Ndak ada, itu. Buktinya beliau di tempat sembahyang kami, bagus. Gak ada (PKS itu radikal, red), itu kan isu isapan jempol. Islam di Bali gak ada yang fanatik. Orang leluhur kami, sejarah darah dengan orang Muslim. Nggak usah khwatir, bukan saya bilang saya jamin,” pungkas Ida  Cokorda Pemecutan.

Check Also

Denpasar,  Rabu  05  Agustus  2020

Bali, Rabu  05  Agustus  2020