Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Kementan: Hewan Kesayangan Tidak Menularkan COVID-19

Kementan: Hewan Kesayangan Tidak Menularkan COVID-19

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kamis 12  Maret  2020

 

Kementan: Hewan Kesayangan Tidak Menularkan COVID-19

Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita

 

JAKARTA,  INDEX    – Menyikapi pemberitaan dan informasi yang beredar di masyarakat tentang potensi penularan COVID-19 dari hewan ke manusia, Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukan bahwa hewan, khususnya hewan kesayangan sebagai sumber penularan COVID-19.

 

“Sudah ditegaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), bahwa penyebaran COVID-19 terjadi dari manusia ke manusia dan belum ada bukti yang kuat bahwa hewan dapat menyebarkan penyakit ini,” jelas I Ketut Diarmita, Dirjen PKH Kementan di Jakarta, Kamis (12/03/2020).

 

Oleh karena itu, Ia berpesan agar masyarakat tidak khawatir untuk memelihara hewan kesayangan seperti kucing dan anjing, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kesejahteraan hewan, seperti membuang atau menerlantarkan hewan kesayangannya.

 

Ketut juga meminta agar masyarakat terus menjaga kesehatan hewan miliknya dengan memastikan penyediaan pakan dan minum yang sehat serta mencukupi, termasuk memastikan kesehatannya dengan berkonsultasi ke petugas kesehatan hewan.

 

“Saat menangani hewan, pastikan mencuci tangan dengan air menggunakan sabun sebelum dan setelah kontak dengan hewan,” pesannya.

 

Hal tersebut penting menurutnya, sebagai bagian dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

 

Pernyataan Ketut tersebut diamini oleh Tri Sayta Putri Naipospos, Ketua Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan. Menurutnya berdasarkan laporan dari otoritas pemerintah yang membidangi kesehatan hewan di Hongkong, telah ditemukan kasus positif lemah pada anjing milik pasien positif COVID-19, dan anjing tersebut tidak menunjukan gejala sakit. Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti penularan COVID-19 dari hewan ke manusia.

 

“Penularan COVID-19 saat ini terjadi dari manusia ke manusia, fakta awal yang menunjukkan keterkaitan dengan satwa liar, dalam hal ini kelelawar masih dalam penelitian lebih lanjut,” tegasnya.

 

Informasi yang sama juga disampaikan oleh NLP Indi Dharmayanti, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Kementan yang menyampaikan juga bahwa masih perlu waktu untuk memastikan apakah virus penyebab COVID-19 (SARS CoV2) berasal dari hewan dan kemudian menulari manusia (bersifat zoonosis).

 

Ia membeberkan bahwa BBLitvet telah bekerjasama dengan Ditjen PKH dan dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan Depok dalam memeriksa 13 sampel dari 2 anjing dan 1 kelinci milik pasien positif COVID-19 di Depok, dan hasilnya menunjukkan hasil negatif pada bebeberapa kali pemeriksaan.

 

“Dari beberapa publikasi, memang terdapat data yang menunjukan bahwa virus penyebab COVID-19 mempunyai kedekatan genetik dengan virus yang terdapat pada kelelawar. Namun masih perlu studi lebih lanjut untuk memastikan perannya dalam penularan,” tambahnya.

 

Ia menegaskan sekali lagi bahwa penularan antar manusia merupakan rute utama penyebaran, namun penelitian di hulu (pada hewan) terkait potensi zoonosis tetap perlu dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan untuk masa yang akan datang.

 

Mengakhiri pernyataannya, Dirjen PKH menegaskan bahwa situasi COVID-19 berkembang dengan cepat dan infomasi terus bertambah berdasarkan hasil kajian yang dilakukan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Sebagai bentuk kewaspadaan, tambahnya, Kementan bersama Kemenkes dan KLHK dengan dukungan FAO telah melakukan surveilans triangulasi untuk memonitor peredaran berbagai virus terutama di hewan domestik dan satwa liar, serta kaitannya dengan manusia.

 

“Apabila ada data/informasi terbaru terkait COVID-19 dari aspek kesehatan hewan, kita akan segera sampaikan ke masyarakat,” pungkas Ketut.

(PBI/010)

 

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Jakarta,  Selasa  20  Februari  2024

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  28  Agustus  2020

    • calendar_month Selasa, 20 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Bali, Rabu   21  Juli 2021   Renungan JOGER  

  • Disbud Denpasar Mulai Siapkan Sekehe Terbaik Yang Akan Berlaga di PKB XLVII Tahun 2025.

    Disbud Denpasar Mulai Siapkan Sekehe Terbaik Yang Akan Berlaga di PKB XLVII Tahun 2025.

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 12 Pebruari 2025 Disbud Denpasar Mulai Siapkan Sekehe Terbaik Yang Akan Berlaga di PKB XLVII Tahun 2025.   Rapat Kordinasi Persiapan PKB XLVII Tahun 2025 di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar beberapa waktu lalu. Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mulai mempersiapkan sekehe yang akan berlaga di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  23  Agustus  2023 Renungan  Joger

  • Renungan  JOGER 

    Renungan  JOGER 

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Bali, Senin  9  September  2019   Renungan  JOGER  

expand_less