Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Hadapi  New  Normal,  SUCOFINDO  Bantu  Pemastian  Industri  Pariwisata dengan   Sertifikasi  Arise

Hadapi  New  Normal,  SUCOFINDO  Bantu  Pemastian  Industri  Pariwisata dengan   Sertifikasi  Arise

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Jumat  19  Juni  2020

 

Hadapi  New  Normal,  SUCOFINDO  Bantu  Pemastian  Industri  Pariwisata dengan   Sertifikasi  Arise

 

JAKARTA,  INDEX  – Dalam upaya mendukung dan memberikan pemastian bagi pelaku usaha di situasi New Normal, PT sucofindo (Persero) mengadakan Webinar atau Web Seminar dengan tema “Pentingnya kesiapan industri memasuki tatanan normal baru”.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung industri atau pelaku usaha di Indonesia agar tetap beroperasional khususnya paska pandemi dengan standar pengelolaan protokol Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam tatanan New Normal,” kata Direktur Utama PT sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin.

Bachder mengatakan bahwa melalui kegiatan ini para pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan standar pengelolaan protokol Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam tatanan New Normal, terutama untuk keberlangsungan usaha dan menjaminkan keyakinan para konsumen.

“Komitmen ini kami wujudkan melalui jasa-jasa sucofindo dalam mendukung pelaku industri terutama dalam tatanan New Normal,” kata Bachder di Jakarta melalui siaran resminya, Kamis  (18/06/2020).

Direktur Komersial I PT sucofindo (Persero) Herliana Dewi yang hadir sebagai pembicara dalam Webinar mengatakan bahwa kegiatan ini juga sebagai dukungan terhadap Kementerian Pariwisata terutama dalam menjaminkan kepastian usaha pariwisata dengan tata cara pengelolaan protokol Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam tatanan New Normal salah satunya adalah dengan merilis jasa baru sucofindo, yaitu Jasa Sertifikasi ARISE yang juga turut dipaparkan dalam Webinar.

“Sertifikasi ARISE mampu membantu para pelaku usaha mengelola bisnis di masa Covid-19, sesuai dengan kondisi tatanan New Normal,” tambah Herliana Dewi.

Herliana mengatakan bahwa sertifikasi ARISE dapat menjadi pedoman dan panduan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, terutama terkait dengan protokol kesehatan dan tata aturan New Normal.

“ARISE bisa menjadi tolak ukur bagi para pelaku usaha dalam meninjau sejauh mana kesiapan penyesuaian bisnis di tatanan normal baru,” kata Herliana. Selain itu, bagi para pelaku usaha yang menerapkan ARISE mampu memberikan jaminan dan meningkatkan keyakinan para komsumen untuk menggunakan jasa mereka.

Dalam sertifikasi ARISE secara umum yang dilihat adalah bagaimana pola pengendalian risiko sesuai jenis bisnis para pelaku, yaitu eliminasi dengan menghilangkan sumber bahaya dari paparan covid-19 antara lain dengan cara tidak menerima tamu dari daerah atau negara zona merah dan kuning, atau tamu dengan riwayat pernah mengunjungi daerah atau negara zona merah dan kuning dalam 2 minggu ke belakang; Engineering control, menciptakan pembatas berupa kaca atau plastik transparan di petugas front office, meningkatkan nilai tukar udara ruangan untuk meminimalkan terjadinya resirkulasi udara dalam ruangan tempat berkumpul sehingga menimimalkan penularan melalui droplet yang ada di udara; administrative control pengaturan menjaga jarak dengan tamu, tidak bersalaman, pemeriksaan suhu tubuh; serta PPE/APD dalam kelengkapan dan penggunaan masker dan hand sanitizer.

Herliana menambahkan dan menjaminkan bahwa untuk auditor PT SUCOFINDO (Persero) dalam pengerjaan ARISE ini dilaksanakan dengan tenaga profesional.

“Auditor kami memiliki kualifikasi ISO 45001 sehingga terbiasa dengan pendekatan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko kesehatan dan keselamatan kerja serta konsep hirarki pengendalian resiko. Serta, kami juga dilengkapi dengan Auditor lembaga sertifikasi usaha (LSU) yang sudah terbiasa dengan proses bisnis pariwisata,” imbuh Herliana.

Selanjutnya, Herliana mengatakan dengan ARISE ini, nantinya tidak hanya fokus pada sektor pariwisata tetapi juga dapat digunakan sebagai pedoman untuk sektor pelayanan publik, kesehatan, industri manufaktur, migas, dan konstruksi untuk memasuki tatanan normal baru.

“Namun, untuk saat ini jasa Sertifikasi ARISE SUCOFINDO tengah fokus pada bidang Pariwisata dan Food and Beverage, dan akan meluas sesuai kebutuhan ragam sektor industri,” ucap Herliana.

Dalam acara tersebut sebagai pembicara Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah, Direktur Manajemen Industri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Henky Hotma Parlindungan Manurung, Direktur Pengawasan Norma K3 Kementerian Tenaga Kerja Ghazamahadi, serta dengan moderator Handito Joewono, President & Chief Strategy Consultant Arrbey Group.

Masa pandemi ini Sucofindo tetap mengedepankan kepuasan pelanggan dan memudahkan pelanggan dengan memberikan pelayanan jasa Remote Audit Sertifikasi. Layanan ini dapat mengakomodir secara online beragam sertifikasi ISO mulai dari aspek kegiatan perusahaan seperti lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan pangan, dan keamanan sistem informasi serta mutu produk.

Dalam implementasi Physical Distancing, PT SUCOFINDO (Persero) juga mengadakan pelatihan online yang meliputi pelatihan Sistem Manajemen yang berbasis ISO, serta Eco Framework, seperti PROPER (Program Pemeriksa Kinerja Perusahaan) dalam pengelolaan lingkungan hidup dan LCA (Life Cycle Assessment).

Kemudian, SUCOFINDO juga tengah berproses dalam mengimplementasikan penerapan New Normal dengan melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19. Implementasi yang dilakukan dalam upaya terserbut adalah penggunaan teknologi informasi, salah satunya mengutamakan pertemuan atau pelatihan secara daring atau online, menggunakan digital signature untuk penandatangan surat atau laporan dan mengutamakan pembayaran secara cashless.

Di tengah pandemi ini SUCOFINDO mewajibkan bagi pegawai atau pengunjung Graha SUCOFINDO untuk menggunakan masker, cuci tangan, melewati ruang disinfectant spraying, melakukan pengukuran suhu dengan thermo gun, dan penggunaan cairan hand sanitizer.

SUCOFINDO juga telah melakukan penataan ruangan dan lift yang berjarak dan rutin penyemprotan cairan disinfektan selama dua minggu sekali di tiap ruangan Graha Sucofindo. Selain itu terdapat protokol pelaksanaan pekerjaan lapangan (offsite) dengan salah satunya mewajibkan pemakaian APD lengkap sesuai dengan standar operasional industri.

( Hartono/009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ITB Stikom  Bali

    ITB Stikom  Bali

    • calendar_month Selasa, 1 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 1 Juni  2021   ITB Stikom  Bali  

  • Lebih Aman Menabung di Bank, Simpanan dijamin oleh LPS

    Lebih Aman Menabung di Bank, Simpanan dijamin oleh LPS

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  26  Agustus  2023 Lebih Aman Menabung di Bank, Simpanan dijamin oleh LPS   Salah satu nasabah BPR Umum yang melakukan pencairan dana deposito di BNI Denpasar, Jumat (35/8/2023). Bali, indonesiaexpose.co.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan pembayaran klaim penjaminan simpanan kepada nasabah BPR Pasar Umum (DL), Denpasar berjalan baik. Pembayaran klaim ini dilakukan […]

  • Januari-Agustus 2019, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Pulau Dewata via Jalur Udara Capai 4,1 Juta Jiwa

    Januari-Agustus 2019, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Pulau Dewata via Jalur Udara Capai 4,1 Juta Jiwa

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kuta,  Jumat  20  September  2019   Januari-Agustus 2019, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Pulau Dewata via Jalur Udara Capai 4,1 Juta Jiwa   BALI, INDEX  – Hingga akhir bulan Agustus 2019, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yang dilayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mencapai angka 4,1 juta jiwa. Dengan jumlah […]

  • Sekretariat  DPRD  Provinsi  Bali

    Sekretariat  DPRD  Provinsi  Bali

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  01  Maret  2022   Sekretariat  DPRD  Provinsi  Bali  

  • Program Pembiayaan usaha Ultra Mikro(UMi)  Efektive membantu pelaku usaha yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia

    Program Pembiayaan usaha Ultra Mikro(UMi)  Efektive membantu pelaku usaha yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  14  Januari  2022   Program Pembiayaan usaha Ultra Mikro(UMi)  Efektive membantu pelaku usaha yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia   Acara Edukasi PIP UMi Bersama Jurnalis yang di gelar secara virtual, di Jakarta (14/1/2022).(Foto/indonesiaexpose.co.id)   Bali, indonesiaexpose.co.id – Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) Kementerian Keuangan menargetkan penyaluran pembiayaan dana bergulir […]

  • Situasi Hujan, Kapolres Banjar dan FKPD Banjar Tinjau Pelaksanaan Operasi Yustisi

    Situasi Hujan, Kapolres Banjar dan FKPD Banjar Tinjau Pelaksanaan Operasi Yustisi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Bandung, Selasa  06  Oktober  2020   Situasi Hujan, Kapolres Banjar dan FKPD Banjar Tinjau Pelaksanaan Operasi Yustisi   JAWA  BARAT, INDEX  – Dengan berjalan kaki Kapolres Banjar Polda Jabar AKBP Melda Yanny, S.IK, M.H, bersama Walikota Banjar Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si, Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana, dan Forkopimda (FKPD) Kota Banjar tinjau […]

expand_less