Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » CAPAI 7.946 MW, PLN TERUS DORONG PEMANFAATAN EBT

CAPAI 7.946 MW, PLN TERUS DORONG PEMANFAATAN EBT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,  Rabu  05  Agustus  2020

 

CAPAI 7.946 MW, PLN TERUS DORONG PEMANFAATAN EBT

 

 

JAKARTA,  INDEX   – PLN terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan. Hingga bulan Juni 2020, kapasitas pembangkit EBT di Indonesia sebesar 7.964 Megawatt (MW).

“Kami komitmen untuk terus meningkatkan penggunaan pembangkit EBT yang ramah lingkingan. Ini adalah tanggung jawab dan upaya PLN untuk menjaga generasi mendatang,” tutur Direktur Mega Project PLN, Ikhsan Asaad melalui siaran tertulisnya, Rabu (05/8/2020).

Dari sisi bauran energi, pemanfaatan pembangkit EBT juga meningkat dari 12,36 persen pada Januari 2020 menjadi 14 persen pada Juni 2020.

Pembangkit EBT di dominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu sebesar 4.707 MW atau 7,5 persen dari total bauran energi pembangkit dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 2.443 MW atau 3,9 persen dari total energi pembangkit.

Peningkatan EBT juga menjadi bagian transformasi PLN. Melalui salah satu aspirasi utama, yaitu green, PLN memiliki beberapa strategi untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan, yaitu dengan co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang telah beroperasi, program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biomassa, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang sudah ada untuk membangkitkan listrik.

“Kita terus melakukan inovasi untuk mendorong EBT. Kita optimalkan potensi potensi yang ada,” jelas Ikhsan.

Selain itu, Co-firing juga dikembangkan oleh PLN di beberapa PLTU, seperti PLTU Paiton berkapasitas 2×400 MW menggunakan olahan serbuk kayu, PLTU Ketapang berkapasitas 2×10 MW dan PLTU Tembilahan berkapasitas 2×7 MW menggunakan olahan cangkang sawit. Co-firing dilakukan dengan mencampurkan olahan tersebut sebesar 5 persen dari total kebutuhan bahan bakar, Sementara untuk konversi dari PLTD ke PLT Biomassa, PLN mencatat terdapat 1,3 Gigawatt PLTD yang dapat dikonversi menjadi PLT Biomassa.

PLN juga mendorong pembangunan PLTS Terapung berkapasitas besar dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, pada Januari 2020, PLN telah menandatangani kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan Konsorsium PT PJBI-Masdar untuk membangun PLTS Terapung di Cirata, Jawa Barat dengan total kapasitas mencapai 145 MW. Pembangunan PLTS ini akan dimulai pada awal 2021 dan akan menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara.

“PLTS Terapung Cirata sangat murah, hanya 5,8 cUSD/kWh. Kami berusaha ke depan akan mendorong pembangkit seperti ini dan pastinya dengan harga yang lebih murah,” tambah Ikhsan.

Saat ini, PLN juga tengah mengembangkan Renewable Certificate Energy (REC). REC akan ditawarkan kepada pelanggan yang memiliki komitmen penggunaan EBT dimana setiap penggunaan 1 MWH EBT akan mendapatkan 1 unit REC.

Selain penyediaan listrik melalui pembangkit EBT, PLN juga menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kehadiran kendaraan listrik, PLN telah melakukan inovasi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listirik Umum (SPKLU).

(007)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  15  Agustus  2020   Desa Dangin Puri Kelod Rutin Laksanakan Pendataan Penduduk     BALI,  INDEX  –  Dalam upaya percepatan penanganan COVID-19, Satgas Gotong Royong Desa Dangin Puri Kelod bersama Linmas melaksanakan kegiatan pengendalian mobilitas dan penertiban administrasi penduduk non permanen secara berkala dan berkelanjutan di wilayahnya. Perbekel Desa Dangin Puri Kelod, Made […]

  • R. Erwin Soeriadimadja KPwBi Bali : Turunnya Harga Kebutuhan Pokok Sumbang Deflasi  September 2023 

    R. Erwin Soeriadimadja KPwBi Bali : Turunnya Harga Kebutuhan Pokok Sumbang Deflasi  September 2023 

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  04  Oktober  2023 R. Erwin Soeriadimadja KPwBi Bali : Turunnya Harga Kebutuhan Pokok Sumbang Deflasi  September 2023   Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja   Bali, indonesiaexpose.co.id – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, tekanan harga gabungan dua kota di Provinsi Bali (Denpasar dan Singaraja) pada September 2023 tercatat stabil sebagaimana […]

  • Walikota Rai Mantra Ikuti Video Conference Bersama Mendagri  Bahas Sinergitas Pusat dan Daerah Dalam Percepatan Penanganan Covid-19

    Walikota Rai Mantra Ikuti Video Conference Bersama Mendagri Bahas Sinergitas Pusat dan Daerah Dalam Percepatan Penanganan Covid-19

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 07  April  2020     Walikota Rai Mantra Ikuti Video Conference Bersama Mendagri Bahas Sinergitas Pusat dan Daerah Dalam Percepatan Penanganan Covid-19 Walikota Denpasar, IB Rai Dharmwijaya Mantra saat mengikuti video conferance bersama Mendagri dari Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (7/4/2020).   BALI,  INDEX  –  Guna mamastikan program percepatan penanganan Covid-19 terlaksana […]

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Selasa  09  Juni   2020

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Bali, Senin  21  Oktober  2025

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  22  Desember  2021   Renungan  JOGER  

expand_less