Saturday , January 16 2021
Home / Bali / Kesiapan Pendistribusian Vaksin Covid-19 : Komisi IV DPRD Prov.Bali gelar Rapat Kerja dengan Dinas Kesehatan

Kesiapan Pendistribusian Vaksin Covid-19 : Komisi IV DPRD Prov.Bali gelar Rapat Kerja dengan Dinas Kesehatan

Denpasar,  Kamis   7  Januari  2021

 

Kesiapan Pendistribusian Vaksin Covid-19 : Komisi IV DPRD Prov.Bali gelar Rapat Kerja dengan Dinas Kesehatan

 

DPRD Bali Komisi IV menggelar rapat kerja bersama dinas kesehatan Provinsi Bali. Bertempat di ruang komisi IV, pada Kamis (7/1/2021)

 

BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  DPRD  Bali senatiasa memberikan dukungan kepada pemerintah dalam upaya penanganan Pandemi Covid-19 yang belum pulih.Meskipun sudah ada vaksin. Bertempat di ruang komisi IV, pada Kamis (7/1/2021).DPRD Bali Komisi IV menggelar rapat kerja bersama dinas kesehatan Provinsi Bali.

Rapat yang di gelar Komisi IV DPRD Bali ini membahas  terkait kesiapan pendistribusian vaksin covid-19 di Bali.

” Rapat ini digelar guna memastikan sejauh mana kesiapan proses vaksinasi, terlebih vaksin telah berdatangan ke Bali,” kata ketua komisi 4 DPRD Bali I Gusti  Putu Budiarta.

Lanjutnya, apalagi pandemi covid 19 yang berlangsung hampir setahun ini telah berdampak ke segala sektor kehidupan. Kebetulan sekarang sudah ada vaksin yang segera mungkin distribusikan ke masyarakat.

” Kami berharap bahwa proses distribusi vial vaksin dapat menjangkau seluruh masyarakat di Bali, sehingga masyarakat segera terbebas dari Covid – 19 ,”tutur politikus PDIP ini.

Sementara pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan ( Kadiskes) Provinsi Bali Dr Ketut suarjaya mengatakan, bahwa pihaknya telah membentuk komite daerah (Komda) yang akan memantau KIPI  (Kejadian Ikutan  Pasca  Imunisasi).

KIPI ini bertugas untuk mengobservasi apabila ada kejadian ikutan pasca vaksinasi.

” Nantinya, Komda ini bertugas berdasarkan surat keputusan atau SK gubernur dan diisi oleh dokter dokter spesialis yang ahli di bidang vaksin,” jelasnya.

Lanjutnya, sesuai SK gubernur ada komite daerah atau di dalamnya ada dokter dokter spesialis yang ahli di bidang vaksin di sana yang bisa memantau kejadian ikutan daripada vaksinasi atau KIPI.

Ia menyebut bahwa sampai saat ini belum ada informasi terkait kejadian ikutan pasca vaksinasi kalaupun ada masih jarang terjadi namun mengingat vaksin ini baru monitoring terhadap kejadian atau gejala ikutan pasca vaksinasi mesti tetap dilakukan.

” Makanya setelah vaksinasi disediakan tempat untuk di observasi yang disiapkan faskes fasilitas kesehatan habis vaksin dia akan di observasi paling tidak 15 menit apakah ada reaksi, gejala-gejala atau gatal-gatal. Itu sedang disiapkan,” jelasnya.

Menurutnya, kalaupun kejadian atau gejala ikutan muncul setelah peserta vaksinasi berada di rumah, masyarakat bisa melaporkan ke faskes atau puskesmas. Ini berlaku secara nasional.

” Bahkan distribusi vaksin dari pusat ke Bali terus berlangsung bahkan sampai dengan kemarin jumlah telah mencapai 51 ribu vial.Per hari ini sudah 51 ribu vial,  31 ribu vial  (di tahap pertama) ditambah 20 ribu vial yang datang hari ini,”jelasnya.

” Kita ikuti perkembangan pemerintah pusat dan daerah. Provinsi Bali selalu komitmen memberikan dukungan kepada pemerintah pusat agar Pandemi Covid-19 ini bisa segera dituntaskan,”sambungnya.

Begitu keluar emergency use authorized dari badan POM, vaksin Covid- 19 akan langsung didistribusikan ke seluruh kabupaten atau kota yang ada di Bali.

” Sementara pada daerah sendiri juga sudah siap menerima kedatangan vaksin Covid-19.Dan pada Kabupaten paling tidak memiliki freezer agar vaksin dapat di simpan disana,yang penting suhunya stabil antara 2 hingga 8 derajat Celcius,” pungkasnya.

(080)

 

Check Also

Renungan  JOGER

Bali, Jumat  15  Januari  2021   Renungan  JOGER  

Masuk Nominasi 10 Besar Penerima Anugrah Kebudayaan PWI Pusat Rai Mantra Padukan Kreatifitas, Pariwisata dan Budaya dalam Bingkai Orange Economy

Denpasar,  Kamis  14  Januari  2021   Masuk Nominasi 10 Besar Penerima Anugrah Kebudayaan PWI Pusat. Rai …