Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Indonesia termasuk yang di kritik PBB , Soal Perubahan Iklim

Indonesia termasuk yang di kritik PBB , Soal Perubahan Iklim

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Selasa 21  September  2021

 

Indonesia termasuk yang di kritik PBB , Soal Perubahan Iklim

(Foto/Ilustrasi)

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Perubahan iklim yang ekstrim menjadi masalah bagi setiap masyarakat dunia. Perlu adanya langkah konkret untuk mengatasi hal tersebut. Terlepas dari semua janji pimpinan berbagai negara untuk mengambil tindakan, suhu dunia masih memanas menuju tingkat yang berbahaya.

Para ahli yang bekerja untuk PBB telah mempelajari rencana penanganan persoalan iklim dari lebih 100 negara, termasuk Indonesia, yang mereka sebut tidak meningkatkan target mengurangi emisi karbon sejak tahun 2015.

Para pakar di PBB menyimpulkan bahwa kita sedang menuju ke arah yang salah. Para ilmuwan baru-baru ini menyatakan, untuk menghindari dampak terburuk dari peningkatan suhu, emisi karbon global perlu dikurangi hingga 45% pada tahun 2030.

Namun analisis ini menunjukkan bahwa emisi karbon justru akan meningkat sebesar 16% selama periode tersebut.

Situasi itu pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan suhu hingga 2,7 derajat Celsius di atas masa pra-industri. Ini jauh di atas batas yang ditetapkan oleh komunitas internasional.

“Peningkatan 16% merupakan penyebab keprihatinan besar,” kata Patricia Espinosa, kepala tim negosiator urusan iklim PBB melalui siaran tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

“Ini sangat kontras dengan seruan kalangan sains untuk mengurangi emisi secara cepat, berkelanjutan, dan berskala besar demi mencegah konsekuensi dan penderitaan iklim yang paling parah, terutama di wilayah yang paling rentan, di seluruh dunia,” ujarnya.

Di bawah aturan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, negara-negara diminta memperbarui rencana pengurangan karbon mereka setiap lima tahun.

Namun PBB menyebut bahwa dari 191 negara yang mengambil bagian dalam Perjanjian Paris, hanya 113 negara yang sejauh ini memberikan janji yang lebih baik. Alok Sharma, Presiden Konferensi COP26, berkata bahwa negara-negara yang memiliki rencana iklim ambisius sudah membengkokkan kurva emisi ke bawah.

“Tetapi tanpa tindakan dari semua negara, terutama dengan ekonomi terbesar, upaya ini berisiko menjadi sia-sia,” ujar Sharma.

Sebuah studi yang dilakukan Climate Action Tracker menemukan, di antara kelompok negara industri terkemuka G20, hanya segelintir, termasuk Inggris dan AS, yang telah memperkuat target mengurangi emisi.

Dalam analisis lain, World Resources Institute and Climate Analytics menyoroti bagaimana China, India, Arab Saudi, dan Turki belum menyerahkan rencana terbaru mereka. Negara-negara ini bertanggung jawab atas 33 persen gas rumah kaca global. Adapun Australia dan Indonesia memiliki target pengurangan karbon yang sama seperti yang mereka lakukan pada tahun 2015.

Padahal Perjanjian Paris terikat pada mekanisme ratchet, yang berarti target yang ditetapkan pada awal perjanjian adalah basis terendah dalam mengejar target pengurangan emisi. Studi yang sama juga menemukan bahwa emisi Brasil, Meksiko, dan Rusia malah akan meningkat dan tidak menyusut. Sementara negara-negara termiskin, yang paling rentan terhadap kenaikan permukaan laut, suhu udara, dan kekeringan ekstrem, memprioritaskan penurunan cepat dalam emisi karbon.

Studi yang sama juga menemukan bahwa emisi Brasil, Meksiko, dan Rusia malah akan meningkat dan tidak menyusut.

Sementara negara-negara termiskin, yang paling rentan terhadap kenaikan permukaan laut, suhu udara, dan kekeringan ekstrem, memprioritaskan penurunan cepat dalam emisi karbon.

“Negara-negara G20 harus memimpin dalam mengurangi emisi dengan cepat untuk mengurangi dampak perubahan iklim,” kata Sonam P Wangdi, ketua Kelompok Negara-negara Paling Tidak Berkembang (LDCs).

“Mereka adalah negara-negara dengan kapasitas dan tanggung jawab terbesar. Mereka tidak bisa lagi melangkah dan memperlakukan krisis ini seperti krisis lainnya,” ujarnya.

Ada harapan bahwa China dapat merevisi rencana iklimnya menjelang konferensi COP26 di Glasgow.

Sebagai penghasil emisi terbesar di dunia, China sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan mencapai puncak emisi pada tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060.

Pengumuman target yang lebih ambisius akan memberikan dorongan yang signifikan bagi pembicaraan persoalan iklim ini. Meski begitu, tidak ada petunjuk tentang kapan atau bahkan apakah rencana itu dapat terjadi.

Padahal, sebelumnya, Ketua DPR, Puan Maharani mendorong negara-negara maju memberi bantuan kepada negara-negara berkembang dalam upaya ‘menghijaukan’ bumi di samping berkomitmen mengurangi emisi demi generasi mendatang.

“Negara-negara maju harus memimpin dalam pengurangan emisi, dan memberikan bantuan keuangan dan teknis untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi negara berkembang,” ujarnya saat berbicara mengenai isu perubahan iklim dalam forum ketua-ketua parlemen dunia, Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP) di Wina, Austria.

Dia mengatakan bahwa semua pihak harus mewarisi dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang, dunia yang lebih aman, lebih adil, dan lebih sejahtera. Pada kesempatan itu Puan juga turut mempromosikan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan rencana aksi global.

Hal tersebut disampaikan Puan pada diskusi panel bertajuk ‘Transforming The Economy to Combat Climate Change and Promote Sustainable Development’ yang diselenggarakan di sela-sela 5WCSP.

Dia juga menyampaikan berbagai dampak pandemi Covid-19 yang bisa menghambat pencapaian SDGs pada 2030.

“Dunia tengah menghadapi badai yang sempurna akibat pandemi Covid-19, dan mendorong lebih dari 120 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem. Ketidakpastian ekonomi global semakin memperumit pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tandas Puan.

Dengan adanya berbagai tantangan global yang datang bersamaan, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengajak dunia internasional meningkatkan kerja sama dan solidaritas global. Apalagi, kata Puan, krisis iklim terus menjadi ancaman bagi seluruh umat manusia.

(007)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa 06 Agustus 2024

  • Utamakan Protokol Kesehatan, Periode Mei Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali Layani 268 Ribu Penumpang

    Utamakan Protokol Kesehatan, Periode Mei Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali Layani 268 Ribu Penumpang

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Mangupura, Jumat 4 Juni 2021   Utamakan Protokol Kesehatan, Periode Mei Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali Layani 268 Ribu Penumpang     Bali, indonesiaexpose.co.id  – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali sepanjang bulan Mei 2021 telah melayani 268.540 penumpang dan 2.343 pesawat udara, dengan tetap konsisten terhadap penerapan protokol kesehatan. […]

  • Delapan Ketua parpol di Kalteng komit menangkan Sugianto-Edy

    Delapan Ketua parpol di Kalteng komit menangkan Sugianto-Edy

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Palangka Raya,  Minggu  06  September  2020   Delapan Ketua parpol di Kalteng komit menangkan Sugianto-Edy   Seluruh Ketua Parpol wilayah Kalteng yang mengusung Pasangan Sugianto Sabran-Edy Pratowo di Pilkada Kalteng turut hadir dalam jumpa pers di Palangka Raya, Minggu (6/9/2020)(Foto/Ist)   KALIMANTAN  TENGAH,  INDEX   – Delapan ketua partai politik di Provinsi Kalimantan Tengah yang mengusung […]

  • BelTim kirim Dua Orang Atlet ikut Turnamen Tenis Meja Tingkat Nasional di Bogor

    BelTim kirim Dua Orang Atlet ikut Turnamen Tenis Meja Tingkat Nasional di Bogor

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Belitung Timur, Rabu  9  Juni  2021   BelTim kirim Dua Orang Atlet ikut Turnamen Tenis Meja Tingkat Nasional di Bogor   Atlet tenis meja Asal Prov.Babel yang mewakili ikut turnamen Tenis Meja di Tingkat Nasional di Bogor ,Juni 2021 .(Foto/Ist)   Bangka Belitung, Indonesia expose –  Dua atlet tenis meja asal Kabupaten Belitung Timur akan […]

  • PT. Pegadaian Kantor  Wilayah  VII Denpasar ,Bali

    PT. Pegadaian Kantor  Wilayah  VII Denpasar ,Bali

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Bali, Senin 13  Desember  2021   PT. Pegadaian Kantor  Wilayah  VII Denpasar ,Bali  

  • Rapat Koordinasi Kinerja Tahun 2025,  Walikota Jaya Negara Dorong OPD Perkuat Sinergi Capai 33 Program Prioritas

    Rapat Koordinasi Kinerja Tahun 2025,  Walikota Jaya Negara Dorong OPD Perkuat Sinergi Capai 33 Program Prioritas

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  29  April  2025 Rapat Koordinasi Kinerja Tahun 2025,  Walikota Jaya Negara Dorong OPD Perkuat Sinergi Capai 33 Program Prioritas    Pelaksanaan Rapat Koordinasi Kinerja Tahun 2025 dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dihadiri oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, para asisten, […]

expand_less