Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Jaga Keberlangsungan Bisnis, PLN Sudah Siap Jalankan Transisi Energi

Jaga Keberlangsungan Bisnis, PLN Sudah Siap Jalankan Transisi Energi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Rabu 24 November 2021

 

Jaga Keberlangsungan Bisnis, PLN Sudah Siap Jalankan Transisi Energi

 

 

Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – PT PLN (Persero) memastikan siap menjalankan transisi energi. Langkah tersebut dilakukan dengan terus menjaga keberlangsungan usahanya di tengah pelaksanaan transisi energi, juga menyiapkan sustainability center untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan.

Manajer Pengelolaan Perubahan Iklim PLN Kamia Handayani mengatakan, PLN berupaya menangkap peluang dari pelaksanaan transisi energi, sehingga dapat menjaga keberlangsungan usahanya.

“Dengan program konversi ke kompor induksi, electric vehicle dimana PLN menyiapkan SPKLU, ada juga layanan sertifikat energi terbarukan, serta layanan carbon credit untuk offset jejak emisi. PLN juga ikut berpartisipasi dalam skema perdagangan emisi,” kata Kamia, dalam diskusi “Presidensi G20: EBT Indonesia Menuju Net Zero Emission 2060” yang diselenggarakan secara daring, Senin (22/11/2021).

Strategi transformasi energi juga telah disiapkan PLN, sesuai dengan visi perusahaan, untuk menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara dan pilihan pertama pelanggan untuk solusi energi.

Menurut Srikandi PLN ini, perusahaannya harus meningkatkan kapabilitasnya terkait dengan transisi energi. Salah satunya dengan menyiapkan sustainability center yang terdiri dari renewable energy academy, HSSE academy dan juga center of excellence.

“PLN juga memiliki transformation office, yang akan mengawal progres pencapaian aspirasi carbon neutral PLN secara keseluruhan,” ujarnya

Terkait dengan komitmen pemerintah untuk mencapai Nationally Determined Contribution (NDC) di tahun 2030 dan net zero emission di tahun 2060, PLN telah menerbitkan RUPTL 2021-2030 yang sudah disahkan pemerintah, dan untuk jangka panjang sudah memiliki peta jalan menuju net zero emission 2060.

Dalam RUPTL tersebut, akan ada penambahan pembangkit baru sebesar 40,6 gigawatt (GW) selama 10 tahun dengan porsi EBT mencapai 20,9 GW atau sekitar 51,6 persen. Kemudian PLN juga akan pensiunkan PLTU dengan total kapasitas 1,1 GW sehingga kapasitas pembangkit PLN pada 2030 menjadi 99,2 GW.

“Pada RUPTL Hijau ini tercantum inisiatif PLN untuk mencapai target NDC pemerintah di tahun 2030, seperti biomass co-firing dan Konversi PLTD ke EBT,” ucap Kamia.

Sementara itu, untuk jangka panjang PLN akan terus melakukan pembangunan EBT yang dikombinasikan dengan energy storage, dan juga interkoneksi. Langkah ini tentunya dibarengi dengan rencana memensiunkan PLTU secara bertahap.

Tidak hanya itu saja, PLN juga tengah mempertimbangkan penggunaan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) mulai 2040 jika harga teknologi tersebut sudah lebih terjangkau. Dengan adanya CCS, diharapkan PLTU yang masih memiliki nilai ekonomi masih dapat dimanfaatkan.

Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI Sahid Junaidi mengemukakan, secara umum upaya pemerintah menuju karbon netral berdasarkan 5 prinsip utama. Kelima prinsip tersebut meliputi peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi berbasis fosil, peningkatan pemanfaatan kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan peralatan listrik untuk sektor rumah tangga dan industri, dan terakhir pemanfaatan teknologi bersih seperti CCS.

“Kami telah mengembangkan sebuah peta jalan, yang menjabarkan upaya-upaya yang diperlukan untuk mengembangkan EBT, pengurangan bahan bakar fosil dan penerapan teknologi bersih untuk mencapai karbon netral pada 2060 atau lebih cepat melalui bantuan internasional,” papar Sahid.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Chairani Rachmatullah mengingatkan, hal mendasar yang perlu disiapkan adalah model bisnis yang tepat untuk menjaga keberlanjutan PLN sebagai penyelenggara layanan kelistrikan Indonesia.

“PLN perlu melakukan modernisasi sistem penyaluran dan distribusinya. Karena semakin banyak pembangkit Variable Renewable Energy (VRE) beroperasi, maka PLN perlu mengadopsi digitalisasi dan improvement untuk sistem transmisi dan distribusi,” katanya.

Menurutnya, RUPTL Hijau yang baru saja disahkan oleh pemerintah baru berbicara mengenai neraca daya yang dipasok oleh pembangkit EBT nantinya. Sementara masalah yang krusial adalah teknologi yang ekonomis.

“Banyak teknologi EBT, tetapi kita perlu memilih teknologi yang ekonomis. Karena kita ingin menjaga sustainability perusahaan ini sendiri agar dapat PLN terus berlanjut,” imbuh Chairani.

Di samping itu, PLN juga harus mempersiapkan sistem keuangan secara baik agar rencana teknis di RUPTL 2021-2030 dapat tereksekusi tepat waktu.

“Dari 64 GW kapasitas listrik nasional, hampir 73 persennya dikelola oleh PLN. Maka penting sekali menjaga keandalan layanan kelistrikan,” tutupnya.

(002)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Senin, 23 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  23  November  2020   Persiapkan Pembukaan Pariwisata, Denpasar Gelar Bimtek CHSE. Penjabat (Pj) Sekda Kota Denpasar, I Made Toya saat membuka Bimbingan Teknis  CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) pada Senin (23/11/2020) di Denpasar BALI,  INDEX  – Program Sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan adalah […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Bali, Senin  16  Juni  2025 Renungan  Joger  

  • Gelar “Kompetisi Modal Pintar Sisternet”  XL Axiata –  Bank OCBC NISP Tingkatkan Level UMKM  Perempuan Indonesia

    Gelar “Kompetisi Modal Pintar Sisternet” XL Axiata – Bank OCBC NISP Tingkatkan Level UMKM Perempuan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 13 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu 13 Maret 2021   Gelar “Kompetisi Modal Pintar Sisternet” XL Axiata –  Bank OCBC NISP Tingkatkan Level UMKM Perempuan Indonesia   Kompetisi Modal Pintar Sisternet : Juri dan para pemenang Kompetisi Modal Pintar saat terhubung secara daring, awal pekan ini. XL Axiata bersama Bank OCBC NISP menyelenggarakan “Kompetisi Modal Pintar” guna mendorong produktivitas […]

  • Terobosan Baru Pegadaian: Emas Fisik Kini Bisa Langsung Jadi Tabungan Emas

    Terobosan Baru Pegadaian: Emas Fisik Kini Bisa Langsung Jadi Tabungan Emas

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa 01  Juli  2025. Terobosan Baru Pegadaian: Emas Fisik Kini Bisa Langsung Jadi Tabungan Emas   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id   – Bank Emas Pegadaian . Bagi yang akrab dengan dunia investasi, tentu sudah tidak asing dengan Tabungan Emas. Salah satu produk investasi dari Pegadaian ini sudah lama menjadi pilihan cerdas masyarakat untuk berinvestasi emas secara praktis dan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  10  Februari   2023 Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Denpasar,  Kamis  19   Mei 2022

expand_less