Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Bersama Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Sara Jyoti, Mereformasi Ritual, Mentradisikan Agama, bukan Mengagamakan Tradisi

Bersama Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Sara Jyoti, Mereformasi Ritual, Mentradisikan Agama, bukan Mengagamakan Tradisi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
  • visibility 663
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  25  Juni  2022

 

Bersama Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Sara Jyoti, Mereformasi Ritual, Mentradisikan Agama, bukan Mengagamakan Tradisi

Bali,  indonesiaexpose.co.id   –   Saat walaka dikenal sebagai Drs. Gede Sara Sastra, M.Si, dengan memimpin Krishna Tour sebagai travel agent perintis Tirta Yatra ke India pertama kali. Sempat sebagai reporter Bali Post dan juga dosen UNHI, pada tanggal 29 Juni 2009 lalu,  didiksa sebagai Sulinggih dengan abhiseka Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti.

Menurut Ida Rsi, Hindu sesungguhnya tidak ada kata harus atau memaksa dalam beryadnya. Kelenturan atau flexible dari ajaran Hindu tercermin juga dengan adanya kata Pemade dalam setiap upakara, yang artinya pengganti. Adu ayam misalnya bisa diganti dengan adu tingkih, babi guling bisa diganti dengan telur guling dan seterusnya.

” Hindu adalah agama yang simple, murah dan flexible, namun karena pengaruh adat dan kebiasaan setempat ditambah dengan kurangnya pemahaman tentang agama yag dimiliki oleh orang yang berpengaruh (pendeta, pemimpin adat yang dituakan) maka pelaksanaan agama akan terasa memberatkan,” ungkap Ida Rsi di Denpasar saat memberikan materi Pedoman Calon Pandita dan Dharmaning Sulinggih,kemarin.

Lanjutnya, upacara sudah disebut sempurna dengan menggunakan Upakara Inti. Kenyataannya sekarang ini yang ditonjolkan justru Banten Ayaban Pengiringnya sehingga akan membebani umat sehingga takut menjadi Hindu bahkan umat Hindu sudah beralih keyakinan seperti yang terungkap dalam penelitian DR Surpi Aryadharma pada sebuah buku Membedah Kasus Konversi Agama di Bali.

Ketika sebuah upacara dilakukan dengan tradisi mula keto atau kuna dresta, yang lebih menonjolkan kemegahan, maka akan menimbulkan penderitaan akibat harus berhutang karena mahalnya biaya upacara dan memaksa diri sesuai tradisi yang disampaikan melalui mula keto tersebut

Beryadnya tidaklah menakutkan justeru sebaliknya menjadi suatu kebahagiaan. Hendaknya upacara dilakukan dengan tulus ikhlas tanpa meninggalkan kesengsaraan di kemudian hari, apalagi sampai menjual tanah warisan.

Untuk gebongan cukup dengan buah lokal, tidak dengan buah impor misalnya mangga, pisang, durian, salak dan ketela yang sudah memenuhi unsur Pancha Rengga.

Untuk pura-pura di luar Bali saat Piodalan upacaranya menyesuaikan dengan budaya setempat, sehingga tidak ada kesan agama Hindu identik dengan budaya Bali, karena Hindu adalah agama universal.

” Pihaknya mengingatkan para peserta, sudah sepatutnya seorang Sulinggih menjadi, Sang Satyawadi, berbicara yang benar dan jujur,Sang Apta, yang dapat dipercaya, Sang Patirthan, tempat menyucikan diri lahir bathin, dan Sang Panadahan Upadesa, menjadi guru sekaligus sandaran bagi masyarakat yang punya masalah hidup,” pungkas Ida Rsi. (A.A.Md Sudarsana/071)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahas Strategi UMKM Era Digital, Ketua Dekranasda Denpasar Buka Webinar UMKM Denpasar

    Bahas Strategi UMKM Era Digital, Ketua Dekranasda Denpasar Buka Webinar UMKM Denpasar

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 22 Juni 2021   Bahas Strategi UMKM Era Digital, Ketua Dekranasda Denpasar Buka Webinar UMKM Denpasar   Ketua Dekranasda Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua Dekranasda, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa membuka pelaksanaan Webinar Strategi Kebangkitan UMKM Kota Denpasar dalam era Digital menuju Indonesia Maju yang dihadiri secara mya dan […]

  • Trisno Nugroho, KPwBI Bali dan Wagub,Tjok Ace : Jamin ketersediaan Uang Rupiah untuk kebutuhan Ramadhan 2023 di wilayah Bali

    Trisno Nugroho, KPwBI Bali dan Wagub,Tjok Ace : Jamin ketersediaan Uang Rupiah untuk kebutuhan Ramadhan 2023 di wilayah Bali

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Denpasar , Senin 27 Maret 2023 Trisno Nugroho, KPwBI Bali dan Wagub,Tjok Ace : Jamin ketersediaan Uang Rupiah untuk kebutuhan Ramadhan 2023 di wilayah Bali   Wagub Bali Cok Ace dampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho memulai pelaksanaan Semarak Berkah Ramadhan dan Idul Fitri (Kick Off SERAMBI) 2023 yang ditandai dengan penekanan layar […]

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  07  Oktober  2020

  • Sari Galung Kembali Duduk di Komisi IV, Berikut Susunan dan Nama Anggota Komisi DPRD Bali 2024-2029

    Sari Galung Kembali Duduk di Komisi IV, Berikut Susunan dan Nama Anggota Komisi DPRD Bali 2024-2029

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Denpasar ,  Selasa  07 Oktober 2024 Sari Galung Kembali Duduk di Komisi IV, Berikut Susunan dan Nama Anggota Komisi DPRD Bali 2024-2029   Rapat Paripurna dengan agenda peresmian dan pelantikan pimpinan DPRD Bali masa jabatan 2024-2029, pada Selasa (8/10/2024).   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  DPRD Bali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda peresmian dan pelantikan pimpinan DPRD Bali masa […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  04  Juli  2025 Renungan  Joger

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  25   Juli  2025 Renungan  Joger

expand_less