Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » KPK dan Gubernur Wayan Koster Bersinergi Tingkatkan , Pendidikan Anti Korupsi di Bali Melalui Kekuatan Desa Ada

KPK dan Gubernur Wayan Koster Bersinergi Tingkatkan , Pendidikan Anti Korupsi di Bali Melalui Kekuatan Desa Ada

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Rabu 29 Juni 2022

KPK dan Gubernur Wayan Koster Bersinergi Tingkatkan , Pendidikan Anti Korupsi di Bali Melalui Kekuatan Desa Ada

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – Gubernur Bali, Wayan Koster yang mendampingi Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana secara resmi membuka acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kapabilitas dan Pemberdayaan Masyarakat Antikorupsi dengan tema Partisipasi Krama Ngwangun Provinsi Bali Bebas Saking Korupsi pada, Senin (Soma Wage, Medangsia) 27 Juni 2022 di Denpasar.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, Bimtek Peningkatan Kapabilitas dan Pemberdayaan Masyarakat Antikorupsi yang diselenggarakan oleh KPK sangat sejalan dengan Pemerintah Provinsi Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini telah mencantumkan misi tentang tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, bersih, termasuk bebas korupsi dan murah. Dengan misi ini.

“Pemerintah Provinsi Bali berupaya melakukan reformasi dalam tata kelola pemerintahan yang diawali dengan reformasi birokrasi di pemerintahan, penyederhanaan struktur pemerintahan, kemudian pengisian jabatan sesuai dengan kompetensinya melalui seleksi jabatan yang sangat ketat dan juga di dalamnya terdapat pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan secara digital,” kata Wayan Koster.

Lanjutnya, keseluruhan pelayanan dan sistem pemerintahan di Provinsi Bali semuanya sudah dilaksanakan secara digital, sehingga Pemerintah Provinsi Bali di dalam pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Bali mendapat peringkat pertama di Indonesia. Dalam kaitan tata kelola pemerintahan, yang khususnya berkaitan dengan akuntabilitas, keterbukaan, dan sesuai dengan program KPK yaitu program Monitoring Center For Prevention (MCP), Bali secara dua kali berturut-turut mendapat peringkat pertama.

“ Pada tahun 2020 mencapai 98,57 persen, kemudian di tahun 2021 mencapai 98,86 persen. Jadi ini program yang sangat bagus, karena itulah saya rancang bersama Inspektorat dan Sekda Provinsi Bali untuk menjalankan agenda ini (Program KPK: Monitoring Center For Prevention, red) dengan cepat, serta kami akan tancap dan monitor terus agar tidak tertinggal dari daerah lain,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Berkaitan dengan MCP ini yang meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, khusus untuk pajak hotel restoran, Pemerintah Provinsi Bali juga sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 44 Tahun 2021 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pemerintah Provinsi Bali agar pajak tersebut dilakukan secara online, sehingga transaksi yang sekarang ini relatif tidak saja cepat, tapi juga lebih memastikan untuk bebas dari praktik-praktik tidak sehat.

Era Pemerintahan Gubernur Bali, Wayan Koster, pelaksanaan manajemen aset daerah juga dijalankan dengan sangat baik dan terus dilakukan penataan. Selanjutnya Pemerintah Provinsi Bali di dalam menindaklanjuti arahan Pimpinan KPK, juga telah mengeluarkan kebijakan pendidikan antikorupsi melalui sekolah dengan sasaran SD, SMP, SMK/SMK, selain juga melaksanakan pendidikan antikorupsi dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di Bali yang diintegrasikan dalam sistem kemasyarakatan yaitu seni dan budaya sebagai wahana edukasi kepada masyarakat.

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemprov Bali dengan gagasannya sedang memperluas pendidikan antikorupsi melalui desa adat. “Tadi disampaikan akan membentuk salah satu contoh desa yang bebas korupsi. Jadi kalau belum ditetapkan saya izin usulkan pendidikan ini berbasis desa adat dengan melihat kekuatan desa adat yang memiliki sistem pemerintahan seperti : 1) Prajuru Desa Adat (Pengurus Pemerintahannya, red); 2) Sabha Desa Adat (Legislatif atau lembaga mitra kerja Prajuru Desa Adat yang melaksanakan fungsi pertimbangan dalam pengelolaan desa adat, red); dan 3) Kerta Desa Adat (Yudikatif atau lembaga mitra kerja Prajuru Desa Adat yang melaksanakan fungsi penyelesaian perkara adat/wicara berdasarkan hukum adat yang berlaku di desa adat setempat, red).

Selain itu di desa adat juga terdapat sanksi sosial yang diatur dengan rapi di dalam awig-awig dan pararem desa adat,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini yang tercatat dalam sejarah Bali telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali sembari mencontohkan desa adat juga turut aktif melaksanakan penanganan covid-19, hingga pemberantasan narkotika dengan membuat pararem tentang pencegahan narkotika, apalagi yang berkaitan dengan pendidikan antikorupsi ini, sudah sepatutnya bersinergi dengan desa adat.

Sehingga kehadiran program KPK ke Pulau Dewata yang disambut antusias oleh Gubernur Bali jebolan ITB ini, tidak saja akan membantu menata penyelenggara pemerintahan yang baik, tetapi juga sebenarnya untuk mengatasi penggunaan uang negara yang tidak sehat, selain memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memiliki budaya hidup bersih secara komprehensif, mulai dari bersih dari sampah, bersih dari narkoba dan juga termasuk bersih dari korupsi. “Jadi selain penindakan yang sedang digencarkan oleh KPK, memang juga dalam jangka panjang pendidikan ini sangat penting untuk masyarakat supaya kehidupan seperti ini (bersih, red) menjadi budaya. Jika sudah menjadi budaya, Saya kira penegak hukum akan berkurang melakukan penindakan,” jelas mantan anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini yang disambut tepuk tangan seraya menegaskan setelah acara ini. Kita akan kumpul dengan Kepala Dinas PMA Provinsi Bali, MDA seBali, serta 1.493 Desa Adat di Bali untuk memberi arahan di dalam pembuatan Pararem Anti Korupsi.

Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana dalam sambutannya menyampaikan Bimtek Peningkatan Kapabilitas dan Pemberdayaan Masyarakat Antikorupsi diikuti sebanyak 150 orang peserta dengan menghadirkan akademisi dan internal KPK sebagai narasumber dan berlangsung dari tanggal 27 – 28 Juni 2022 di Denpasar. Dimana para peserta berasal dari pemuka adat, pelajar, Ormas, dan yang lainnya yang diharapkan bisa menjadi pelopor antikorupsi dengan harapan dapat menyebarluaskan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya integritas yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali.

Mengenai peran desa adat di dalam mengawasi dan mencegah korupsi, kata Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Wawan Wardiana sangat lebih efektif, karena di desa adat seperti yang disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster terdapat awig-awig dan pararem yang hukuman adatnya ditakuti masyarakat setempat.

“Sehingga berdasarkan catatan yang ada di Bali, memang Bali itu sangat kuat adat dengan budayanya. Untuk itu hukum normatif yang dikuatkan hukum adat diharapkan lebih efektif di dalam melakukan pencegahan korupsi di Bali,” tutupnya.(079)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkparekraf Sandiaga minta,   BBTF 2022  Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Berbagai Destinasi Tanah Air

    Kemenkparekraf Sandiaga minta,   BBTF 2022  Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Berbagai Destinasi Tanah Air

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu  15 Juni 2022   Kemenkparekraf Sandiaga minta,   BBTF 2022  Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Berbagai Destinasi Tanah Air   (Foto/ist)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung penyelenggaraan “Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2022” yang akan mempertemukan 183 sellers (industri pariwisata) dari 30 kabupaten/kota di […]

    • calendar_month Minggu, 8 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Bangli, Minggu   08   Januari 2022 Bupati Sedana Arta Ingin Mengembalikan Puncak Masa Keeamasan Kabupaten Bangli   Bali, indonesiaexpose.co.id – Bupati Sedana Arta ingin mengembalikan puncak masa keeamasan Bangli. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara mandiri oleh mahasiswa S2 IKH, bertempat di Universitas Hindu Negeri (UHN) IGB Sugriwa […]

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Lombok Utara, Selasa 13 September 2022 Sekda Alit Wiradana Hadiri Bhakti Penyineban di Pura Penataran Agung Rinjani, Lombok.   NTB,  indonesiaexpose.co.id   – Serangkaian Pujawali Padudusan Alit di Pura Penataran Agung Rinjani di Desa Senaru, Dusun Kebaluan Bawah, Kecamatan Bayan, Kab Lombok Utara, NTB yang telah dilaksanakan sejak Rahina Purnama Katiga, 11 September 2022 lalu dilanjutkan […]

  • Sekda Alit Wiradana Terima Kunjungan Kerja Studi Komparasi Kabupaten Bandung

    Sekda Alit Wiradana Terima Kunjungan Kerja Studi Komparasi Kabupaten Bandung

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  25  Agustus 2023 Sekda Alit Wiradana Terima Kunjungan Kerja Studi Komparasi Kabupaten Bandung   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menerima kunjungan kerja Pemkab Bandung di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, pada Jumat (25/8/2023). Rombongan kungker Pemkab Bandung tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, H. Cakra Amiyana ini […]

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  30  Desember  2022

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  20   Juni 2023 Renungan  Joger

expand_less