Saturday , April 20 2024
Home / DKI / KPK Perkenalkan Instrumen Asesmen Mandiri Bagi PTN

KPK Perkenalkan Instrumen Asesmen Mandiri Bagi PTN

Jakarta,  Kamis  14   Maret  2024

KPK Perkenalkan Instrumen Asesmen Mandiri Bagi PTN

 

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana (foto/ist)

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkenalkan Instrumen Asesmen Mandiri bagi perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) di Indonesia sebagai salah satu strategi pendidikan antikorupsi pada jenjang pendidikan tinggi.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana menjelaskan , Program ini ditujukan bagi seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) di Indonesia, penggunaan Instrumen Asesmen Mandiri itu akan membantu pemetaan area penguatan prioritas antikorupsi, sehingga pimpinan PTN dapat terbantu dalam menentukan secara mandiri perangkat antikorupsi yang sesuai,”

 

“Sudah ada setidaknya 144 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia yang mendaftar sebagai peserta PIEPTN 2024 terdiri dari 84 PTN dan 60 PTKN. Pertemuan hari ini dilakukan untuk koordinasi teknis penggunaan Instrumen Asesmen Mandiri yang akan digunakan oleh 144 PT tersebut,” jelas Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana, saat membuka kegiatan pada Selasa (5/3), secara daring yang dihadiri oleh 180 peserta.

Wawan lebih lanjut menjelaskan, program ini merupakan kelanjutan pertemuan Forum PIEPTN di Yogyakarta pada 15 November 2022 lalu. Dihadiri 109 Pimpinan PTN/PTKN dari 85 PTN & PTKN, telah disepakati komitmen penguatan integritas ekosistem PT melalui 12 area perbaikan dan menyepakati 8 Perangkat Antikorupsi Program Good University Governance (GUG).

Melalui pemetaan area penguatan prioritas, pimpinan PTN dapat terbantu dalam menentukan secara mandiri perangkat antikorupsi yang sesuai.

“Harapannya setelah kegiatan ini Bapak dan Ibu memiliki potret atau gambaran area rawan korupsi di kampusnya masing-masing, dan tentunya dapat merekomendasikan ke depan seperti apa prioritas pencegahannya. Tahun 2023, instrumen ini juga sudah diujicobakan di 5 PTN dengan masukan perbaikan,” papar Wawan melalui siaran tertulisnya di Jakarta.

Dalam forum ini, Ketua MRPTNI sekaligus Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri menyampaikan, ada 12 area perbaikan terkait penerimaan mahasiswa baru, tata kelola, dan pemilihan pimpinan perguruan tinggi yang sering menjadi sorotan masyarakat.

“Kita berharap kejadian baru-baru ini yang dapat mencoreng atau membuat kepercayaan publik terhadap Perguruan Tinggi menjadi berkurang. Oleh sebab itu, mari ke depan bersama KPK sama-sama menjaga integritas sebagai pengelola atau penyelenggara Perguruan Tinggi, karena di sinilah kita menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa ke depan,” pesan Prof. Ganefri.

(002)

222

Check Also

Indonesia Expose.co.id

Jakarta,  Selasa  16  April  2024 94

Indonesia Expose.co.id

Jakarta, Kamis  11  April  2024 108