Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Disnakertrans Jateng Klarifikasi Soal PHK Buruh

Disnakertrans Jateng Klarifikasi Soal PHK Buruh

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
  • visibility 240
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semarang,  Kamis  05 September 2024

 Disnakertrans Jateng Klarifikasi Soal PHK Buruh

 

(Foto/ist)

 

Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id   – Data riil jumlah pekerja yang diberhentikan sepanjang 2024 di Jawa Tengah sebanyak 9.133 orang. Jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang data yang disampaikan Komisi IX DPR RI, saat melakukan melakukan kunjungan spesifik ke Jawa Tengah terkait kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh, yang dikatakan mencapai 13.700 orang.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz. Menurutnya, data riil tersebut berasal dari aplikasi SIGAP PHI, yang menginformasikan terkait kasus PHK di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

Melalui siaran tertulisnya di jelaskan, apllikasi tersebut meng-update perusahaan yang melakukan PHK, di masing-masing daerah. Di situ termaktub jumlah PHK, bahkan kasus yang masih melakukan mediasi.

Rincian data hingga Agustus 2024, sejumlah 6.844 orang terkonfirmasi di berhentikan atau PHK. Sementara 2.289 orang dirumahkan, sehingga totalnya mencapai 9.133 orang.

“Kunjungan DPR-RI Komisi IX (membahas) terkait banyaknya PHK, ada info Jateng terbanyak dibanding provinsi lain. Akhirnya ini bisa mengklarifikasi, mengonfirmasi, bahwa jateng tak sebanyak yang diberitakan,” ujar Aziz, seusai pertemuan, di Ruang Rapat Disnakertrans Jateng, Kamis (5/9/2024).

Meski demikian, dia tak menampik adanya kasus PHK yang terjadi di Jateng, terutama, dari sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Di antaranya, faktor geopolitik perang Rusia-Ukraina, resesi ekonomi negara tujuan ekspor, kenaikan harga barang baku, penurunan order hingga membanjirnya produk impor TPT.

Aziz memastikan, upaya mitigasi telah dilakukan, terutama penyelesaian terkait pesangon dan hak jaminan sosial pekerja. Menurutnya, PHK adalah hal terakhir yang dapat ditempuh, karena masih bisa dilakukan mediasi hingga persetujuan bersama.

Di sisi lain, Aziz menyebut Jawa Tengah masih menjadi primadona penanaman investasi. Hal itu diindikasikan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat 0,94 juta jiwa atau 4,39 persen, di bawah Jabar, Banten dan Jakarta.

Menurut datanya, banyak perusahaan yang merelokasi dan berinvestasi ke Jateng. Seperti, calon pabrik alas kaki di Pekalongan yang membutuhkan 18 ribu orang pekerja dan pabrik sepatu di KITB Batang, yang berkapasitas 15 ribu orang pekerja.

“Djarum juga menginvestasikan pabrik di enam kabupaten, KEK Kendal membutuhkan 10 ribu lebih pekerja. Kesempatan kerja masih terbuka luas di Jateng,” tuturnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga memaksimalkan pendidikan vokasi. Ini diindikasikan dengan alokasi APBD untuk perbaikan dan penambahan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) milik Provinsi Jawa Tengah.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti tentang pembayaran jaminan sosial pekerja. Dari klarifikasi lapangan, banyak hal yang menyebabkan jaminan sosial tidak didapat pekerja, di antaranya oknum perusahaan nakal yang tidak membayar premi karena masalah keuangan.

“Situasi ekonomi faktor geopolitik sedang susah, permintaan ekspor turun sehingga perusahaan melakukan efisiensi. Karena itu 13.700 (orang buruh di Jateng yang di-PHK) harus dijamin haknya. Perusahaan tidak boleh mengingkari pesangon, jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan. Sebab dari angka itu hanya 9.700 yang JKP,” terang Edy Wuryanto.

Terkait perbedaan data jumlah PHK di Jateng, Edy menyebut hal itu harus didalami lebih lanjut.

“Data dari Kemenaker RI (13.700 orang buruh PHK) kan data umum. Kalau data dari dinas 9.700 (orang buruh PHK) itu data fluktuasi riil. Perbedaan data harus diklarifikasi, tadi data dari (serikat) buruh juga 9.700 (orang), tentu masing masing pihak harus telusur ulang, mungkin ada yang tak terdata atau tidak lapor,” urainya.

Pada kunjungan tersebut, rombongan dipimpin Ketua Komisi IX DPR-RI Kurniasih Mufida. Turut hadir Staf Ahli Menaker Bidang Sosial, Budaya, Politik dan Kebijakan Publik Ismail Pakaya dan Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala BNNP Jabar : “Kasus Narkotika Dimasa Pandemi Covid-19 Naik 200 Persen”

    Kepala BNNP Jabar : “Kasus Narkotika Dimasa Pandemi Covid-19 Naik 200 Persen”

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  26  Agustus  2020   Kepala BNNP Jabar : “Kasus Narkotika Dimasa Pandemi Covid-19 Naik 200 Persen”   JAWA  BARAT, INDEX – Badan Narkotik Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat mencatat Peredaran Narkoba selama masa pandemi Covid-19 ini naik signifikan tercatat meningkat dua kali lipat atau 200 persen. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala BNNP Jabar […]

  • Mencicipi Bebek krispi  lembut dan Lezat di Shrida Taste of Ubud

    Mencicipi Bebek krispi  lembut dan Lezat di Shrida Taste of Ubud

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Ubud, Jumat  02  Juli  2019   Mencicipi Bebek krispi  lembut dan Lezat di Shrida Taste of Ubud Executive Chef Shrida Restaurant, Made Suwendra (foto/Ist)   BALI, INDEX  – Apabila anda bertanya, apa saja tempat wisata di Bali yang sangat populer selain pantai pasir putih, baik untuk wisatawan mancanegara dan wisatawan Indonesia? Maka jawabannya adalah tempat wisata […]

  • PLN Gelar Kompetisi dan Inovasi Kelistrikan, Dorong Pengembangan UMKM dan Industri Agrikultur

    PLN Gelar Kompetisi dan Inovasi Kelistrikan, Dorong Pengembangan UMKM dan Industri Agrikultur

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu 21 April 2021   PLN Gelar Kompetisi dan Inovasi Kelistrikan, Dorong Pengembangan UMKM dan Industri Agrikultur     Jakarta, indonesiaexpose.co.id – PLN kembali menggelar webinar bertajuk “Electrifying Lifestyle” sebagai rangkaian kegiatan PLN ICE (Innovation & Competition in Electricity) di tahun 2021, Senin (19/4). Kegiatan ini merupakan upaya PLN mendorong pemanfaatan listrik tidak hanya […]

  • FPMHD Universitas Udayana: Mari Jaga Otonomi Desa Adat yang Berdaulat dan Bermartabat

    FPMHD Universitas Udayana: Mari Jaga Otonomi Desa Adat yang Berdaulat dan Bermartabat

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  08  Agustus 2025 FPMHD Universitas Udayana: Mari Jaga Otonomi Desa Adat yang Berdaulat dan Bermartabat     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana menyatakan sikapnya terkait dengan polemik tentang tugas pokok dan fungsi Majelis Desa Adat (MDA) yang mencuat belakangan ini. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Koordinator FPMHD Universitas […]

  • Investor Asing Diduga Reklamasi Di Loloan Sungai Surungan pererenan

    Investor Asing Diduga Reklamasi Di Loloan Sungai Surungan pererenan

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Mangupura, Minggu  09  Pebruari  2025 Investor Asing Diduga Reklamasi Di Loloan Sungai Surungan pererenan   Proyek penataan Pantai Lima di Desa Pererenan Kecamatan Kuta Utara. Bali, indonesiaexpose.co.id – Aktivitas reklamasi atau kegiatan pengurugan lahan yang nekad dilakukan oleh investor luar di loloan atau aliran sungai kawasan Pantai Lima, Desa Pererenan, Kec.Mengwi Badung kembali mendapat sorotan. […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle 110
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  09  April  2026 Renungan  JOGER

expand_less