Bali Darurat Sampah , Gerakan Bersih Serentak Dimulai 1 Maret!
- account_circle 112
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Jumat 20 Pebruari 2026
Bali Darurat Sampah , Gerakan Bersih Serentak Dimulai 1 Maret!

Bali, indonesiaexpose.co.id — Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus tingkat Provinsi serta Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar pada Kamis (19/2/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Bali secara terpadu, khususnya dalam menjaga kualitas lingkungan, memperkuat tata kelola pariwisata, serta memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan berlandaskan visi Bali Era Baru.
Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa Presiden RI memberikan perhatian khusus kepada Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia, sehingga berbagai persoalan yang dapat memengaruhi citra pariwisata harus ditangani secara serius dan terpadu.
Ia mencontohkan lonjakan sampah di Pantai Kuta, Badung, saat musim arus laut Desember–Januari. Namun penanganan tak boleh parsial. “Bukan hanya pantai, tapi daratan, sungai, dan danau. Ini harus jadi gerakan bersama TNI, Polri, pemda, hingga masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Bali akan mencanangkan Gerakan Bali Bersih Sampah di Sungai, Laut, dan Pantai serentak pada 1 Maret 2026, melibatkan desa adat dan komunitas lingkungan.
Sementara itu, I Wayan Adi Arnawa menyatakan kesiapan penuh Kabupaten Badung. “Kami di Badung tidak akan menunggu. Penanganan sampah di kawasan wisata seperti Kuta menjadi prioritas. Kami perkuat armada, kolaborasi desa adat, dan edukasi berbasis sumber agar tidak hanya bersih saat musim kiriman, tetapi berkelanjutan,” tegasnya.
Rakor juga membahas penertiban reklame ilegal, penataan kabel semrawut, pengendalian macet, keamanan, serta alih fungsi lahan produktif.
Di tengah capaian ekonomi Bali yang tumbuh 5,82 persen, kemiskinan 3,42 persen, dan pengangguran 1,45 persen, Koster mengingatkan: pertumbuhan tanpa tata kelola lingkungan yang kuat bisa menjadi bom waktu.
“Bali harus tetap bersih, tertib, aman, dan nyaman. Ini tanggung jawab bersama,” tandasnya.
(112)
- Penulis: 112
- Editor: putri
- Sumber: 112
