Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Investor  Bukan  Segalanya :  Bali   Harus  Selamatkan   ManusiaA,  Alam  Dan   Dresta

Investor  Bukan  Segalanya :  Bali   Harus  Selamatkan   ManusiaA,  Alam  Dan   Dresta

  • account_circle 080
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  21  Agustus  2026

Investor  Bukan  Segalanya :  Bali   Harus  Selamatkan   ManusiaA,  Alam  Dan   Dresta

 

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Dukungan terhadap langkah DPRD Bali dan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperketat arah pembangunan dan investasi di Pulau Dewata kian menguat.

Tokoh masyarakat Bali yang tergabung dalam ‘FOR HATI’ Bali menegaskan, pembangunan tidak boleh mengorbankan manusia, alam, budaya, serta dresta Bali hanya demi mengejar angka investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Penasehat FOR HATI Bali, Dr. Sayoga, melontarkan kritik keras terhadap cara pandang yang selama ini menempatkan investor seolah-olah selalu identik dengan solusi pembangunan.

Menurutnya, istilah investor tidak boleh membuat pemerintah kehilangan sikap kritis.

Investor itu hanya penghalusan istilah. Sejatinya mereka adalah para pedagang yang tujuan pokoknya mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Pertanyaan mendasarnya, kata Sayoga, bukan berapa besar modal yang masuk ke Bali.

  • Tetapi, apa yang benar-benar tersisa untuk rakyat Bali setelah sumber daya alam dieksploitasi?
  • Apakah investor ikut merawat lingkungan?
  • Apakah masyarakat memperoleh manfaat yang adil? Dan
  • Apakah investasi tersebut mampu menjaga keberlanjutan Bali untuk generasi berikutnya?

Sayoga menilai, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak boleh lagi ditutup dengan jargon pertumbuhan ekonomi.
Sebab, menurutnya, Bali saat ini justru menghadapi persoalan yang semakin kompleks.
Bali semakin terkepung.

Persoalan lingkungan, kemacetan, tekanan ruang, alih fungsi lahan, persoalan sosial hingga kualitas kehidupan masyarakat terus menjadi pekerjaan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Yang lebih mengkhawatirkan, kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat dinilai semakin tertekan.
Bahkan indikator kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat juga harus menjadi perhatian serius.

Fenomena stres, gangguan kejiwaan hingga kasus bunuh diri, menurut Sayoga, tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang berdiri sendiri.

Ini alarm keras bahwa pembangunan harus kembali menempatkan manusia sebagai tujuan utama.

OLIGARKI  Jangan  Dijadikan  Tuan  Di  Bali

” kami mengingatkan pemerintah agar tidak mudah tunduk terhadap kepentingan modal besar.kehadiran oligarki tidak otomatis memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat Bali,” ungkap Dr. Wayan Sayoga yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Prajaniti Bali.

Sebaliknya, jika tidak dikendalikan dengan regulasi yang tegas dan pengawasan ketat, investasi justru dapat memperbesar tekanan terhadap ruang hidup masyarakat dan lingkungan.

Karena itu, pemerintah Bali diminta jeli, cermat dan berani memilah investor.
Tidak semua investasi harus diterima.
Tidak semua proyek yang membawa label investasi harus mendapatkan karpet merah.
Dan tidak boleh ada anggapan bahwa pemerintah daerah hanya bisa pasrah ketika sebuah proyek mendapatkan keputusan atau izin dari pemerintah pusat.

Bali memiliki karakter, daya dukung, tata ruang, adat, budaya dan dresta yang wajib dihormati.

“Jangan hanya karena ada SK dari pusat, pemerintah Bali harus tunduk dan menerima dengan pasrah.”
Pesan ini menjadi semakin penting ketika tekanan investasi terhadap ruang Bali terus meningkat.

Siapa yang sebenarnya menentukan masa depan Bali? Pemerintah, investor, oligarki, atau rakyat Bali ?

Peringatan serupa disampaikan Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.
Ia mengingatkan agar ambisi investasi tidak mengorbankan daya dukung lingkungan dan masa depan Pulau Dewata hingga 100 tahun ke depan.

Menurut Prof. Salain, pembangunan tidak boleh hanya dihitung dari berapa rupiah investasi yang masuk atau berapa persen pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan.

Ada pertanyaan yang jauh lebih penting:

  • Sanggupkah alam Bali menerima tambahan beban pembangunan tersebut?
  • Kemampuan lingkungan harus dihitung secara ilmiah.
  • Daya dukung air, lahan, transportasi, pesisir, ruang terbuka, persampahan, energi hingga kualitas kehidupan masyarakat harus menjadi bagian dari kalkulasi pembangunan.

Sebab, ketika daya dukung alam sudah melewati batas, uang tidak otomatis mampu mengembalikan Bali seperti semula.
Kerusakan alam bisa terjadi dalam hitungan tahun, tetapi memulihkannya bisa membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun.

NEGARA ADA KARENA RAKYAT

Para tokoh tersebut juga mengingatkan bahwa negara pada hakikatnya berdiri karena rakyat.
Rakyat bukan penonton dalam proses pembangunan.
Rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi.
Karena itu, masyarakat Bali tidak boleh terus dibangun dalam suasana merasa rendah diri dan tidak berdaya ketika berhadapan dengan kekuatan modal.
Hak dan tanggung jawab masyarakat atas masa depan bangsa harus dipahami secara utuh.
Negara bukan milik pemerintah. Negara juga bukan milik oligarki.
Pemerintah adalah penyelenggara negara.
Sementara rakyat adalah pemegang kedaulatan.
Karena itu, setiap kebijakan pembangunan harus kembali kepada amanat konstitusi dan kepentingan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
Bukan sebaliknya, rakyat diminta menanggung dampak sementara keuntungan mengalir ke segelintir pihak.

Bali  Harus  Berani  Berkata: TIDAK!

Dukungan terhadap DPRD Bali dan Gubernur Bali dalam menjaga manusia, alam dan dresta Bali menjadi sinyal bahwa arah pembangunan Bali kini dituntut lebih berani.
Investasi boleh masuk. Modal boleh datang. Tetapi Bali tidak boleh dijual.
Pembangunan boleh berjalan.
Ekonomi harus tumbuh.
Namun semuanya harus berada dalam batas daya dukung alam, kepentingan masyarakat dan jati diri Bali.
Sebab jika investasi datang tetapi air semakin sulit, ruang hidup semakin sempit, alam semakin rusak, kemacetan semakin parah, budaya semakin terpinggirkan dan masyarakat semakin tertekan—
maka pertanyaan besarnya bukan lagi berapa besar investasi yang masuk.
Tetapi:
Apa yang sebenarnya sedang kita korbankan?
Bali tidak membutuhkan pembangunan yang hanya meninggalkan beton.
Bali membutuhkan pembangunan yang meninggalkan masa depan.
Republik Indonesia dibangun dengan semangat one for all, all for one, dan all for all.
Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersatu menjaga amanat konstitusi.
Jangan berlomba-lomba membiarkan pelanggaran.
Jangan membiarkan kepentingan modal mengalahkan kepentingan rakyat.
Dan jangan sampai generasi hari ini mewariskan Bali yang kaya investasi tetapi miskin alam, miskin ruang hidup, miskin kebahagiaan dan kehilangan jati dirinya.
Bali harus tetap menjadi rumah bagi manusia, alam, budaya dan dresta.
Investor datang dan pergi. Modal berpindah. Tetapi Bali harus tetap ada untuk anak cucu.

(080)

 

  • Penulis: 080
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Adat Ungasan Ultimatum GWK: Bongkar Pagar, Jalan Lama Dikembalikan

    Desa Adat Ungasan Ultimatum GWK: Bongkar Pagar, Jalan Lama Dikembalikan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Badung, Sabtu  11  Oktober  2025 Desa Adat Ungasan Ultimatum GWK: Bongkar Pagar, Jalan Lama Dikembalikan     Bali, indonesiaexpose.co.id – Ketegangan antara warga Desa Adat Ungasan dengan pihak manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) kembali memanas. Dalam paruman desa yang digelar pada 4 Oktober 2025, warga bersama perangkat adat dan tokoh masyarakat sepakat menolak rencana GWK yang […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  31  Desember 2021   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Denpasar,  Minggu  06  September  2020     Menkop Teten Masduki Kunjungi Dharma Negara Alaya. Apresiasi Insan Kreatif Kota Denpasar   BALI,  INDEX   –  Disela sela kunjungannya di Bali Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki berkesempatan mengunjungi Gedung Dharma Negara Alaya di kawasan Lumintang. Kedatangan Teten Masduki di Denpasar diterima Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya […]

  • Puncak Perayaan HUT Bhayangkara ke 73 Tahun 2019 Polda Jabar Gelar Tabligh Akbar dan lstighosah

    Puncak Perayaan HUT Bhayangkara ke 73 Tahun 2019 Polda Jabar Gelar Tabligh Akbar dan lstighosah

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  07  Agustus  2019   Puncak Perayaan HUT Bhayangkara ke 73 Tahun 2019 Polda Jabar Gelar Tabligh Akbar dan lstighosah   Jawa Barat,INDEX  –  Kepolisian Daerah Jawa Barat mengelar Tabligh Akbar dan Istighosah berlangsung di Masjid Al-Amman Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta 748 Bandung, Rabu (7/8/2019) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. […]

  • PCNU Jepara Siap Rajut Harmoni

    PCNU Jepara Siap Rajut Harmoni

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Jepara,  Senin  07  Maret  2022   PCNU Jepara Siap Rajut Harmoni   (Foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara masa khidmat 2021 – 2026 berkomitmen merajut harmoni, untuk bersama-sama merawat bumi dan membangun peradaban. Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziah PCNU Jepara KH Charis Rohman usai pelantikan 62 orang PCNU Jepara […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  08  November  2025 Renungan  Joger  

expand_less