Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 : Lari di Sawah, Damai di Bumi

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 : Lari di Sawah, Damai di Bumi

  • account_circle 112
  • calendar_month 51 menit yang lalu
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Rabu 09  September  2026

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 : Lari di Sawah, Damai di Bumi

 

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Sebuah gerakan berbasis lingkungan, budaya, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat desa akan lahir dari Desa Wisata Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Gerakan tersebut dikemas melalui “Sudaji Peace Trail Fun Run 2026”, yang mengusung tema “Lari di Sawah, Damai di Bumi: Ritual 1.000 Langkah untuk Ibu Pertiwi.”

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026 itu bukan sekadar agenda olahraga atau fun run. Panitia menyebutnya sebagai sebuah gerakan sosial yang mengajak masyarakat, generasi muda, pelari dari berbagai daerah, hingga peserta internasional untuk kembali menyadari hubungan manusia dengan alam, budaya, dan tanah yang menjadi sumber kehidupan.

Ketua Pokdarwis Desa Sudaji, Ketut Susana Zanzan, mengatakan gerakan tersebut lahir dari perenungan terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kerusakan hutan dan sumber air, kondisi petani yang menghadapi penggunaan bahan kimia, hingga semakin jauhnya generasi muda dari alam dan budaya.

Menurutnya, terdapat tiga “luka” yang ingin disembuhkan melalui gerakan tersebut, yakni luka hutan, luka petani, dan luka anak muda.

“Obatnya sebenarnya ada di kaki kita. Ada di tindakan kita semua,” ujarnya saat konferensi pers dan press gathering Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 di Denpasar, Rabu (9/9/2026).

Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya diajak berlari sejauh 6 kilometer, tetapi menjalani perjalanan yang sarat makna. Lari diposisikan sebagai simbol perjalanan untuk menyembuhkan hubungan manusia dengan alam sekaligus membangun kesadaran bersama.

Target awal kegiatan ini sebanyak 500 pelari dari berbagai latar belakang suku, agama, daerah, hingga negara. Konsepnya dibuat terbuka dan tanpa sekat, dengan melibatkan masyarakat lokal, peserta nasional, maupun internasional.

Yang menarik, setiap kilometer perjalanan juga akan memiliki aksi ekologis. Panitia menargetkan penanaman 500 pohon sebagai bagian dari pesan pelestarian lingkungan dan bentuk nyata kepedulian terhadap Ibu Pertiwi.

“500 pelari, 500 pohon, dan satu pesan,” tegas Susana.

Pesan itu adalah membangun kehidupan yang lebih selaras dengan alam, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, serta mengembalikan kesadaran masyarakat bahwa keberlanjutan lingkungan harus dimulai dari desa.

Lari, Doa, Budaya dan Alam

Sudaji Peace Trail Fun Run juga dirancang dengan memadukan tiga dimensi kehidupan masyarakat Bali, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Pada aspek spiritual, peserta akan diajak memulai kegiatan dengan doa serta ritual sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan Ibu Pertiwi.

Pada aspek sosial, para peserta akan berlari bersama tanpa membedakan latar belakang. Sedangkan pada aspek lingkungan, gerakan penanaman pohon menjadi salah satu aksi konkret yang menyertai kegiatan tersebut.

Budaya Bali juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Panitia menyiapkan gamelan, tari, mantra, taburan bunga, serta kesenian tradisional yang akan mengiringi jalannya kegiatan.

“Lari tanpa budaya itu hampa,” kata Susana.

Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya melibatkan generasi muda Desa Sudaji agar tidak tercerabut dari akar budaya dan lingkungan di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup.

Dorong Pertanian Sehat dan Ekonomi Desa

Gerakan ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan pasar tani tanpa racun, pemberdayaan UMKM, serta pemasaran produk pertanian lokal.

Salah satu yang didorong adalah pengembangan beras lokal yang telah mulai dikemas dan dikelola masyarakat melalui kelembagaan ekonomi desa. Panitia berharap langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Desa Sudaji menuju desa yang lebih mandiri dan berorientasi pada pertanian organik.

Putra Desa Sudaji, Ketut Sundiata, disebut menjadi salah satu pihak yang intens mendorong pengembangan pertanian tersebut agar semakin banyak lahan pertanian di Sudaji dapat bergerak menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Koordinator Media dan Publikasi, Nyoman Merta, menambahkan bahwa gerakan tersebut tidak hanya berbicara tentang olahraga, tetapi juga menyatukan isu pelestarian alam, spiritualitas, budaya, dan pengembangan pariwisata pedesaan.

Ia menyebut kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap alam sekaligus membuka ruang bagi pengembangan pariwisata berbasis desa.

Dari Sudaji untuk Bali dan Dunia

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 juga dirancang sebagai langkah awal gerakan jangka panjang.

Jika tahap pertama dimulai dari Desa Sudaji, ke depan gerakan tersebut ditargetkan berkembang hingga melibatkan desa-desa lain di Kecamatan Sawan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi oleh desa lainnya.

Susana bahkan memperkenalkan gagasan “DEVI” atau Desa Virus, sebuah konsep yang dimaknai sebagai penyebaran gagasan positif dari desa kepada desa lain melalui kekuatan digital.

Menurutnya, desa wisata dan desa digital harus berjalan bersama sehingga melahirkan gerakan baru yang mampu menyebarkan visi pembangunan dari masyarakat desa sendiri.

“Desa harus memiliki vision of us. Visinya bukan siapa-siapa lagi, tetapi visi anak desa itu sendiri,” ujarnya.

Gerakan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah unsur masyarakat Desa Sudaji, di antaranya Pokdarwis Desa Sudaji, LPHD, HKTI, serta unsur pengembangan desa wisata, yang bergerak bersama dalam satu semangat.

“Kami Tidak Punya Banyak Uang, Tapi Punya Tanah, Semangat dan Mimpi”

Pesan yang ingin disampaikan melalui Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 juga tidak berhenti di tingkat lokal.

Untuk Bali, panitia menyerukan agar masyarakat mulai menyembuhkan desa dari desa itu sendiri.

Untuk Nusantara, pesannya adalah mengubah pola hidup yang merusak lingkungan menjadi kehidupan yang lebih bersahabat dengan alam.

Sementara kepada masyarakat internasional, Sudaji mengundang dunia untuk datang dan melihat bagaimana sebuah desa kecil berusaha memberikan contoh besar melalui tindakan nyata.

“Kami tidak punya uang banyak. Tapi kami punya tanah, punya semangat, dan punya mimpi,” kata Susana.

Sementara itu, Dr.Ir. Nyoman Merta menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata pedesaan sekaligus membangun kesadaran baru tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya.

Menurutnya, pesan yang dibawa Sudaji Peace Trail Fun Run bukan sekadar pesan untuk peserta yang hadir, tetapi sebuah pesan yang diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, bahkan dunia internasional.

Dengan demikian, 20 September 2026 bukan hanya menjadi tanggal penyelenggaraan sebuah lomba lari. Hari itu ditargetkan menjadi awal dari sebuah gerakan: 500 pelari, 500 pohon, dan satu pesan perdamaian untuk bumi.

“Lari kita adalah doa. Tanam kita adalah janji. Setiap langkah adalah kesadaran. Dan kesadaran adalah kekuatan dari dalam diri,” tutup  Ketua Pokdarwis Desa Sudaji, Ketut Susana Zanzan.

(112)

  • Penulis: 112
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swiss-Belhotel International Wins Leading Industry Awards

    Swiss-Belhotel International Wins Leading Industry Awards

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Hongkong , Thursday  20 March 2025 Swiss-Belhotel International Wins Leading Industry Awards   Gavin M. Faull and Faull family at Family Business Conference 2024: Asia Pacific in Cairns Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Swiss-Belhotel International, a global hospitality management group with a diverse portfolio of over 150+ hotels in key international markets, has been recognised with multiple […]

  • Wamenparekraf: Partisipasi Indonesia pada “Hainan Expo 2023” Perkuat Hubungan Antar Kedua Negara

    Wamenparekraf: Partisipasi Indonesia pada “Hainan Expo 2023” Perkuat Hubungan Antar Kedua Negara

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu  12  April 2023 Wamenparekraf: Partisipasi Indonesia pada “Hainan Expo 2023” Perkuat Hubungan Antar Kedua Negara   (Foto/ist)   “Dalam upaya menjaga momentum kebangkitan ekonomi dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas” Tiongkok,  indonesiaexpose.co.id  – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanosoedibjo menyampaikan partisipasi aktif […]

  • Geser Cina, Wisatawan Australia Terbanyak Kunjungi Bali via Udara Selama 2019

    Geser Cina, Wisatawan Australia Terbanyak Kunjungi Bali via Udara Selama 2019

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MANGUPURA, Rabu  22  Januari  2020   Geser Cina, Wisatawan Australia Terbanyak Kunjungi Bali via Udara Selama 2019   BALI,  INDEX  – Menutup tahun 2019, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali catat pertumbuhan dalam pencatatan statistik jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.   Melalui data statistik yang dihimpun dari bulan Januari hingga Desember […]

  • Ciptakan Produk dan terbaik bagi Konsumen : Diageo Indonesia resmikan renovasi kantor Operasional

    Ciptakan Produk dan terbaik bagi Konsumen : Diageo Indonesia resmikan renovasi kantor Operasional

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Tabanan, Jumat  24  Januari  2020 Ciptakan Produk dan terbaik bagi Konsumen : Diageo Indonesia resmikan renovasi kantor Operasional   Corporate Affairs Director Diageo Indonesia Dendy Borman (pojok kiri), Managing Director Diageo Indonesia Christophe Beau (tengah), dan Supply Chain Director Diageo Indonesia Marlina Darmadi (pojok kanan) di acara jumpa pers, di Tabanan-Bali, Jumat (24/1/2020).   “Interior baru kantor […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 25 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  26  November  2020   Renungan  JOGER  

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  05  Desember  2023 Renungan  Joger

expand_less