Pegadaian Luncurkan ATM Emas Di Bali : Investasi Makin Praktis
- account_circle 080
- calendar_month 43 menit yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Kamis 15 Oktober 2026
Pegadaian Luncurkan ATM Emas Di Bali : Investasi Makin Praktis

PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar resmi meluncurkan layanan ATM Emas pada Rabu, 14 Oktober 2026
Bali, indonesiaexpose.co.id — PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar resmi meluncurkan layanan ATM Emas pada Rabu, 14 Oktober 2026. Inovasi ini menjadi langkah strategis Pegadaian dalam memperluas akses masyarakat terhadap transaksi emas yang lebih mudah, cepat, dan modern, sekaligus mendorong budaya menabung emas di tengah perkembangan ekonomi digital.
Mengusung semangat “Pengalaman Baru Tring! ATM Emas di Seluruh Indonesia”, peluncuran layanan ini menandai pengembangan ekosistem investasi emas yang memadukan kemudahan teknologi digital dengan kepastian aset fisik.
Pemimpin Wilayah Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto menegaskan, Kehadiran ATM Emas di Bali diharapkan semakin mendekatkan layanan investasi emas kepada masyarakat, sekaligus memperkuat literasi keuangan dan kebiasaan berinvestasi secara bertahap.
Saat ini, ATM Emas Pegadaian telah tersedia sebanyak 20 unit di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, satu unit ditempatkan di Bali sebagai bagian dari perluasan jaringan layanan emas berbasis teknologi.
BRINKS INDONESIA: KEAMANAN ASET JADI PRIORITAS
Presiden Direktur Brinks Indonesia, Davidkerim, menjelaskan, menekankan pentingnya aspek keamanan dan keandalan operasional dalam mendukung pengembangan layanan transaksi emas berbasis teknologi.
“Kepercayaan masyarakat merupakan faktor penting dalam layanan emas. Karena itu, keamanan penyimpanan, pengelolaan, dan distribusi emas fisik harus menjadi perhatian utama. Inovasi seperti ATM Emas perlu didukung sistem operasional yang andal agar masyarakat dapat menikmati layanan yang praktis dengan tetap memperhatikan aspek keamanan aset,” ungkap Davidkerim di acara peluncuran ATM Emas di kantor PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar , Rabu, 14 Oktober 2026.
Kolaborasi antara penyedia layanan keuangan dan perusahaan pengelola keamanan aset diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem emas yang semakin modern, terintegrasi, dan terpercaya.

Sementara itu, Kepala Divisi Bisnis Bullion, Kadek Eva Suputra, menyoroti peluang pengembangan bisnis emas melalui inovasi layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Pengembangan bisnis bullion tidak hanya berbicara tentang transaksi emas, tetapi juga bagaimana memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui layanan yang mudah, aman, dan transparan. Kehadiran ATM Emas menjadi salah satu inovasi untuk mendekatkan emas kepada masyarakat sekaligus mendorong budaya menabung dan berinvestasi secara bertahap,” terang Kadek Eva Suputra.
Ia juga dapat menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar calon investor memahami mekanisme transaksi, biaya layanan, serta risiko perubahan harga emas sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan hadirnya ATM Emas di Bali, Pegadaian diharapkan semakin memperkuat penetrasi layanan emas berbasis teknologi sekaligus memperluas literasi keuangan masyarakat di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
ATM Emas bukan sekadar inovasi mesin transaksi, melainkan bagian dari transformasi layanan investasi emas menuju akses yang lebih praktis, modern, dan dekat dengan masyarakat.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
