Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2024
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mangupura, Sabtu 16 Maret 2024

Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur melaksanakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra). Rakorwil mengangkat tema ”Penguatan Kelembagaan Pangan di Daerah (BUMD/Koperasi) untuk Pengendalian Inflasi dan Mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di Wilayah Balinusra”.

 

Rakorwil ini merupakan wadah yang tepat untuk berbagi pengalaman, menyusun strategi bersama, dan memperkuat kerjasama antar daerah dalam hal pengendalian inflasi dan pengembangan kelembagaan sektor pangan. Oleh sebab itu, sangatlah penting apabila upaya pengendalian inflasi bisa dilakukan secara “Ngrombo” bersama-sama antar stakeholder tidak hanya dalam lingkup antar Kabupaten/ Kota se-Bali namun antar wilayah khususnya Bali Nusra.

 

Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Utama Kementerian Dalam Negeri Rolekson Simatupang menyampaikan, pengendalian inflasi Bali, NTB, dan NTT masih perlu ditingkatkan, mengingat tingkat inflasi Bali, NTB, dan NTT masih berada di atas nasional. Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga. Terdapat beberapa hal yang dapat dioptimalkan, di antaranya pemanfaatan APBD untuk mendukung transportasi pangan.

 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan, kerja sama antardaerah menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pengendalian inflasi merupakan tugas bersama, sehingga perlu adanya kolaborasi dari berbagai stakeholders. Pada April 2024, potensi luas panen padi di Bali cukup besar, dan diprakirakan dapat mencukupi kebutuhan di Bali.

 

“Provinsi Bali juga telah memiliki Paiketan Perumda Pangan Bali yang berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Bali. Dewa Made Indra mendorong agar setiap kabupaten/kota memiliki Perumda Pangan yang dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan,” papar Dewa Made Indra .

 

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan, target inflasi 2024 adalah 2,5±1%, sehingga Balinusra harus memiliki langkah yang tepat untuk memitigasi potensi risiko inflasi di tahun 2024. Berbagai tantangan mengemuka di awal tahun, yaitu: (i) rangkaian HBKN dari Januari hingga April, dan peningkatan permintaan saat musim liburan seiring dengan kenaikan jumlah wisatawan; (ii) penurunan produksi komoditas pangan sesuai dengan pola musiman sehingga kurang mencukupi saat terjadi kenaikan permintaan; (iii) hampir meratanya kenaikan harga komoditas pangan di Nusantara sebagai dampak faktor cuaca; serta (iv) kekeringan dan semakin tingginya biaya input pertanian, seperti pupuk dan bibit.

 

“Rakorwil diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan untuk menjaga ketahanan pangan dan mengoptimalkan kelembagaan BUMD Pangan yang memiliki peran strategis sebagai counterpart atau kanal dalam menjaga inflasi daerah,” terang Erwin.

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali GA Diah Utari menyampaikan, volatilitas inflasi bulanan di Balinusra semakin rendah, namun tekanan inflasi pada Februari cukup tinggi, utamanya untuk inflasi tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang masih di atas 5%. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan sinergi program pengendalian inflasi untuk mendukung tercapainya sasaran inflasi tahunan bahan makanan di bawah 5%. Utari menekankan poin penting upaya pengendalian inflasi melalui 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi rantai pasok, dan komunikasi yang efektif.

 

“Aspek keterjangkauan harga dapat dicapai melalui pengaktifan gerai inflasi, intensifikasi operasi pasar dan bazar pangan murah, serta alokasi anggaran pemerintah daerah untuk cadangan beras pangan (CBP). Sementara, ketersediaan pasokan dapat didorong melalui peningkatan akses KAD dengan berbagai wilayah sentra produksi yang melibatkan BUMD koperasi untuk menjamin kontinuitas pasokan dan harga yang kompetitif,” tambah Diah.

Dari sisi kelancaran distribusi, pemerintah daerah dapat menyediakan alokasi subsidi ongkos angkut untuk menjamin biaya distribusi yang terjangkau serta kerja sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk menjamin kecukupan bahan bakar subsidi. Selanjutnya, komunikasi yang efektif dapat direalisasikan melalui diseminasi rutin mengenai pengendalian inflasi serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam gerakan tanam di lingkungan rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran.

 

Rakorwil Balinusra menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan ditindaklanjuti, di antaranya:

  1. ) Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi, terutama melalui 6 langkah kongkret yang meliputi operasi pasar, sidak pasar dan distributor, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi, gerakan tanam, peningkatan realisasi belanja tak terduga (BTT), dan dukungan transportasi dari APBD
  2. ) Mendorong pembentukan atau penguatan kelembagaan. Perumda/BUMD/BUMDes/koperasi yang bergerak di sektor pangan dan meningkatkan perannya dalam pengendalian inflasi di daerah, seperti sebagai offtaker produk pertanian, pelaksana KAD, dan mendukung pelaksanaan kegiatan operasi pasar
  3. ) Mendukung Perumda/BUMD/koperasi/BUMDes pangan untuk mendapatkan fasilitasi distribusi pangan (subsidi ongkos angkut) serta memperoleh akses ke hulu pertanian. Selain itu, diperlukan fleksibelitas tingkat pengembalian oleh Perumda/BUMD pangan kepada Pemda agar dapat berkontribusi lebih besar dalam kegiatan intervensi harga pangan; serta
  4. ) Meningkatkan KAD, baik B2B maupun G2G, terutama antara daerah sentra produksi dengan daerah kekurangan pasokan. Pemda akan melakukan pemetaan champion produk di masing-masing wilayah serta memberikan dukungan akses dan referensi untuk terhubung dengan produsen champion.

Hadir dalam kegiatan tersebut , pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Asisten Perekonomian Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, NTT dan NTB, Paiketan Perumda Pangan Bali, serta TPID se-Bali.

(110)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  24  Agustus   2025 Renungan  Joger

  • ITB Stikom Bali

    ITB Stikom Bali

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu 19 Juni 2021   ITB Stikom Bali  

  • Januari-April 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 4,7 Juta Penumpang

    Januari-April 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 4,7 Juta Penumpang

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Mangupura, Rabu 06 Mei  2020   Januari-April 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 4,7 Juta Penumpang     BALI, INDEX  – Selama empat bulan pertama di tahun 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali tercatat melayani 36 ribu pergerakan pesawat udara dan 4,7 juta penumpang. Dari data yang dihimpun, tercatat sebanyak […]

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  26  Agustus  2022 Sekda Alit Wiradana Sematkan Penghargaan Pancawarsa, Saat Upacara Hari Pramuka Ke-61 Di Denpasar Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Memperingati hari Pramuka Ke-61, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Denpasar melaksanakan upacara bendera di Lapangan Lumintang Kota Denpasar, Jumat (26/08/2022). Pada kesempatan ini, Sekda Kota Denpasar I.B Alit Wiradana bertindak sebagai pembina upacara, dan dihadiri […]

  • Program TJSL Tepat Sasaran, PLN Sabet 28 Penghargaan Dalam ICA dan ISDA Awards 2023

    Program TJSL Tepat Sasaran, PLN Sabet 28 Penghargaan Dalam ICA dan ISDA Awards 2023

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  08 Desember 2023 Program TJSL Tepat Sasaran, PLN Sabet 28 Penghargaan Dalam ICA dan ISDA Awards 2023     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – PT PLN (Persero) berhasil memborong 28 penghargaan dalam ajang Indonesia CSR Award (ICA) 2023 & Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2023, yang diadakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD), […]

  • Denpasar Rangking I Tepra Tingkat Propinsi Bali. Sekda Rai Iswara Pimpin Rakor Tepra Via Teleconference

    Denpasar Rangking I Tepra Tingkat Propinsi Bali. Sekda Rai Iswara Pimpin Rakor Tepra Via Teleconference

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  29  Juni  2020   Denpasar Rangking I Tepra Tingkat Propinsi Bali. Sekda Rai Iswara Pimpin Rakor Tepra Via Teleconference     BALI, INDEX – Ditengah pandemi Covid 19 ini Pemkot Denpasar tetap berkomitmen dalam melakukan pengawasan dan pelaporan realisasi anggaran, buktinya Denpasar berturut turut sejak 2019 dan Sampai Bulan Mei 2020 berhasil meraih […]

expand_less