Dr.(c) I Made Supartha, S.H., M.H., Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Ajak Masyarakat Maknai Galungan dan Kuningan sebagai Kemenangan Dharma di Era Modern
- account_circle 080
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Sabtu 13 Juni 2026
Dr.(c) I Made Supartha, S.H., M.H., Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Ajak Masyarakat Maknai Galungan dan Kuningan sebagai Kemenangan Dharma di Era Modern

Bali, indonesiaexpose.co.id — Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dr.(c) I Made Supartha, S.H., M.H., mengajak masyarakat Bali memaknai Hari Suci Galungan dan Kuningan sebagai momentum kemenangan dharma melawan adharma dalam kehidupan masa kini. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui keseimbangan antara kehidupan material dan spiritual.
Dalam pesannya menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, I Made Supartha menegaskan bahwa perayaan suci umat Hindu tidak hanya menjadi tradisi keagamaan semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat untuk terus meningkatkan kualitas hidup dengan berlandaskan ajaran agama dan nilai-nilai kebenaran.
“Galungan dan Kuningan hendaknya dimaknai sebagai kemenangan dharma melawan adharma pada masa kini, sekaligus menjadi upaya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual,” ujar I Made Supartha.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya umat Hindu, untuk senantiasa meningkatkan srada bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan berpegang teguh pada ajaran Hindu, yakni dharma, artha, kama, dan moksa, umat diharapkan mampu mencapai kebahagiaan dan keharmonisan dalam kehidupan.
Menurutnya, semangat Galungan dan Kuningan harus menjadi kekuatan spiritual yang mampu membimbing umat manusia keluar dari berbagai tantangan dan kegelapan kehidupan.
“Semoga pada Hari Suci Galungan dan Kuningan ini, Dharma senantiasa menuntun umat manusia agar terbebas dari berbagai tantangan hidup dan menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Politisi PDIP Bali tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi diri, memperkuat persaudaraan, serta menjaga silaturahmi dan kebersamaan di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.
Pesan itu disampaikan sebagai refleksi agar nilai-nilai luhur Galungan dan Kuningan tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus memperkuat harmoni dan persatuan masyarakat Bali.
“Mari jadikan Galungan dan Kuningan sebagai momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan srada bhakti, dan meneguhkan kemenangan dharma dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas I Made Supartha.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
