Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali
- account_circle 080
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Jumat 14 Agustus 2026
Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali

Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan memipin pelaksanaan apel upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026) di Lapangan Lumintang, Denpasar.
Bali, indonesiaexpose.co.id — Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, memimpin apel upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026) di Lapangan Lumintang, Denpasar.
Prosesi apel diawali dengan pembacaan sejarah Provinsi Bali, dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, hingga menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Rangkaian tersebut berlangsung tertib dan khidmat, diikuti jajaran Pemerintah Kota Denpasar serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Made Oka Cahyadi Wiguna, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar.
Pidato Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Wawali Arya Wibawa disampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum bagi seluruh krama Bali untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus meneguhkan komitmen menata masa depan Bali. Dengan mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali, masyarakat Bali diajak menjaga persatuan dan bersama-sama mewujudkan Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, serta berkelanjutan.
Gubernur Bali juga menekankan bahwa perjalanan Bali sejak 1958 telah diwarnai berbagai kemajuan dan prestasi. Karena itu, semangat ketulusan, integritas, gotong royong, dan tanggung jawab diharapkan menjadi landasan dalam setiap karya, pengabdian, serta pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan Bali ke depan diarahkan melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang menempatkan kelestarian alam, manusia, dan kebudayaan Bali sebagai fondasi utama pembangunan.
Arah pembangunan tersebut diwujudkan melalui enam bidang prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal, kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, transformasi perekonomian dengan Ekonomi Kerthi Bali, infrastruktur dan transportasi, lingkungan, kehutanan dan energi, serta Bali Pulau Digital dan keamanan Bali. Pembangunan juga diarahkan melalui semangat “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola” agar berjalan terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi.
Dalam pidatonya, Koster turut menegaskan pentingnya periode 2025-2030 sebagai momentum awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Keberhasilan pembangunan pada periode awal tersebut dinilai akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan masa depan generasi penerus Bali.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Denpasar menyatakan komitmennya untuk terus mendukung serta menyelaraskan program pembangunan daerah dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Kolaborasi antarwilayah dinilai penting agar pembangunan dapat berjalan seiring dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menutup pembacaan pidato, Wawali Arya Wibawa mengajak seluruh generasi muda, untuk tetap kompak, guyub, bersatu dan solid dalam mewujudkan harapan Bali Era Baru. Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali seraya berharap semangat kebersamaan terus menjadi kekuatan dalam menjaga alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
“Selamat Hari Jadi ke-68, Dirgahayu Provinsi Bali. Semoga Bali semakin maju, sejahtera, dan tetap teguh menjaga jati diri serta warisan budaya untuk generasi mendatang,” tutup Wawali Arya Wibawa.
( 112 )
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
