Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Senin 29  September  2025

Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

 

Presiden Prabowo Subianto (foto/ist)

Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Dalam pidato yang mengguncang publik di Munas VI PKS, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kata “brengsek” untuk menggambarkan perilaku direksi dan komisaris BUMN yang tetap menerima bonus meski perusahaan merugi. Kata itu bukan sekadar umpatan, melainkan simbol kemuakan nasional terhadap elite korup yang memperlakukan aset negara seolah warisan pribadi.

Saat Presiden Prabowo Subianto melontarkan kata “brengsek” untuk menyoroti perilaku sebagian direksi BUMN, publik seperti tersentak. Bahasa politik yang biasanya halus dan berlapis tiba-tiba dipecahkan oleh satu kata kasar yang justru terasa jujur.

” Dia kira itu perusahaan nenek moyang, perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek bener itu,” ujar Prabowo dengan ekspresi tegas saat berpidato di Munas ke-VI PKS, Senin (29/9/2025) lalu.

Maka ketika Prabowo menyebut “brengsek”, ia sebenarnya sedang menerjemahkan kemarahan rakyat yang tak lagi menemukan tempat di ruang birokrasi. Kata itu bisa saja dianggap kasar, tapi dalam konteks politik kita, justru terdengar paling jujur. Kata yang tidak menipu, tidak menutup-nutupi, dan tidak bersembunyi di balik protokol kepresidenan. Itu adalah cermin moral yang memantulkan wajah rapuh manajemen publik kita—wajah yang tersenyum di depan publik, tapi berpesta di atas kerugian negara.

Pembahasan: Bonus di Tengah Kerugian

Beberapa BUMN besar mencatat kerugian triliunan rupiah pada 2025:

  • Garuda Indonesia: rugi Rp 2,39 triliun
  •  Waskita Karya: rugi Rp 1,24 triliun
  •  KCIC Whoosh: rugi Rp 1,625 triliun
  •  Wijaya Karya: rugi Rp 780 miliar

Namun, direksi dan komisaris tetap menerima bonus dan tantiem miliaran rupiah. Bahkan, ada komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tetapi menerima tantiem Rp 40 miliar.

Presiden Prabowo menyebut perilaku ini sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan negara. Ia mengancam akan melibatkan Kejaksaan Agung dan KPK untuk mengejar para pelaku korupsi di tubuh BUMN.

Permasalahan Utama: Kepemimpinan dan Tata Kelola yang Gagal

  1.  Leadership dan Manajerial Skills Lemah : Banyak direksi dan komisaris tidak memiliki kapasitas strategis, etika kerja, maupun integritas yang sepadan dengan tanggung jawab mereka.
  2. Good Corporate Governance (GCG) Diabaikan : Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan fairness hanya menjadi formalitas. RUPS sering kali menjadi ajang legalisasi bonus, bukan evaluasi kinerja.
  3. Budaya Korup dan Nepotisme  : Penunjukan jabatan sering kali berbasis koneksi politik, bukan meritokrasi. Akibatnya, BUMN dikelola oleh orang-orang yang tidak kompeten.

Rekomendasi Tegas: Revolusi Tata Kelola BUMN

Presiden Prabowo telah memulai langkah-langkah reformasi:

  • Menghapus tantiem bagi direksi dan komisaris BUMN yang merugi
  •  Membatasi jumlah komisaris maksimal 6 orang per BUMN
  •  Membentuk BPI Danantara untuk mengawasi 844 BUMN dan anak perusahaannya

Namun, untuk benar-benar bersih, diperlukan:

1. Audit independen berkala dengan publikasi terbuka
2. Rekrutmen berbasis meritokrasi, bukan koneksi
3. Sanksi pidana dan pemecatan langsung bagi pelaku penyalahgunaan
4. Insentif berbasis kinerja nyata, bukan klaim administratif
5. Digitalisasi sistem pengawasan dan transparansi keuangan

Kesimpulan:
BUMN Harus Jadi Pilar, Bukan Beban

Kemarahan Presiden Prabowo adalah refleksi dari kemarahan rakyat. Jika BUMN terus dikelola oleh elite yang korup dan tidak kompeten, maka bukan hanya APBN yang defisit—kepercayaan publik pun akan runtuh. Revolusi tata kelola bukan pilihan, tapi keharusan.

Namun, kemarahan itu tidak berhenti pada kata. Prabowo menambahkan ancaman yang tak kalah keras: ia akan mengirim Kejaksaan dan KPK untuk menindak direksi yang bermain di wilayah abu-abu.

“ Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK kejar-kejar itu,” katanya, dengan nada setengah sarkastik, “nanti dibilang saya kejam lagi.” Di sini kita bisa melihat gaya khas Prabowo—tegas, teatrikal, tapi tetap dengan perhitungan politik, bahwa negara ini membutuhkan guncangan agar roda birokrasi kembali berputar.

(017)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemkot Denpasar Gelar Sidak Pasar

    Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemkot Denpasar Gelar Sidak Pasar

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Denpasar,  Senin  17  Pebruari  2020   Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemkot Denpasar Gelar Sidak Pasar   Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar gelar sidak pasar guna mengantisipasi lonjakan harga jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di Pasar Kereneng, Denpasar pada Senin (17/2/2020).   BALI, INDEX  –  Mengantisipasi lonjakan harga yang […]

  • Novita  Dorong Pemerintah  Serius Tangani  Kelebihan Produksi Semen

    Novita  Dorong Pemerintah  Serius Tangani  Kelebihan Produksi Semen

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu  26  Januari  2025 Novita  Dorong Pemerintah  Serius Tangani  Kelebihan Produksi Semen   Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini. Foto : Istimewa   Jakarta , indonesiaexpose.co.id   – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai sektor semen hingga kini belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem hilirisasi, sehingga ekspor produk semen masih berupa bahan […]

  • Polres Cimahi Ungkap Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Jenis Ganja

    Polres Cimahi Ungkap Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Jenis Ganja

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Cimahi,  Sabtu  03  Oktober  2020   Polres Cimahi Ungkap Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Jenis Ganja   Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris M.Y. Marzuki, S.IK saat konferensi pers kasus lahguna Narkotika jenis ganja, di Mapolres Cimahi, Jumat (02/10/2020)   JAWA  BARAT, INDEX  – Jajaran satuan reserse Narkoba Polres Cimahi Polda Jabar dipimpin oleh Kasat Narkoba […]

  • STIKOM  BALI

    STIKOM  BALI

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  12  Maret  2022   STIKOM  BALI  

  • Menjelang Pensiun Anggota Kodam IX/Udayana, Bank BTPN Tawarkan Program Pembekalan Wirausaha.

    Menjelang Pensiun Anggota Kodam IX/Udayana, Bank BTPN Tawarkan Program Pembekalan Wirausaha.

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  17  Oktober  2019   Menjelang Pensiun Anggota Kodam IX/Udayana, Bank BTPN Tawarkan Program Pembekalan Wirausaha.   BALI, INDEX  –  Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri menerima audiensi PT Bank BTPN Tbk yang dipimpin oleh Ibu Herlina Meidiaty (SPRM Head Bank BTPN) bertempat di Ruang Tamu Kasdam IX/Udayana, Denpasar, Selasa (15/10). Acara yang diawali dengan […]

  • Diksa Dwijati Upanayana Brahmana, Diksa Sunyi di Ashram Ganachakra Lombok

    Diksa Dwijati Upanayana Brahmana, Diksa Sunyi di Ashram Ganachakra Lombok

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Lombok,  Senin  07  Oktober  2024 Diksa Dwijati Upanayana Brahmana, Diksa Sunyi di Ashram Ganachakra Lombok       ‘dehi devalayah proktah Sajiva kevalah sivah” Badan jasmani adalah tempat suci Jiwa adalah Shiva yang Maha Kuasa (Sumber: Diksa, Pintu Menapaki Jalan Rohani – Paramita, 2007) Nusa Tenggara  Barat,  indonesiaexpose.co.id  –  Bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila ,  […]

expand_less