Monday , August 26 2019
Home / Bali / Peran Wanita Membangun Desa

Peran Wanita Membangun Desa

Badung, Jumat 16 Agustus 2019

 

Peran Wanita Membangun Desa

Luis virgoana selaku CO koordinator aktivis perempuan

 

BALI, INDEX – Search for Common Ground (Search) Indonesia gelar pelatihan jurnalis dengan tema “Perspektif Gender dalam Jurnalisme”. Menjawab bahwa Jurnalisme itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari usaha pemberdayaan perempuan.

Perempuan itu masih lebih banyak menjadi objek di dalam pemberitaan. Kalaupun ada perempuan itu menjadi subjek, itu dalam konteks yang lebih sensasional kepentingannya. Hal tersebut diungkapkan Bahrul Wijaksana didampingi Amanda Diddharta sebagai Trainer dalam pelatihan jurnalis, di Badung, Jumat 16/8/2019.

Luis virgoana selaku CO koordinator aktivis perempuan mengungkapkan, diharapkan penyandang disabilitas nantinya bisa menjadi mandiri setelah mendapat pelatihan. Sebab, peserta pelatihan bisa memilih sendiri keterampilan apa yang disukai sehingga akan lebih cepat berkembang.

” Para Disabilitas itu memiliki keahlian membuat kerajinan dari daun kelapa.Dengan adanya dana Desa ini saya berharap anak Disabilitas ini bisa dibantu dalam mengembangkan bakatnya,” harap Luis di sela-sela kegiatan program pelatihan

jurnalis dengan tema “Perspektif Gender dalam Jurnalisme” bertempat di Badung- Bali, 15 – 16 Agustus 2019.

Niluh Made Sukarini, masyarakat dari Desa Geluntung, Tabanan juga menjadi salah satu kader desa yang memiliki pandangan yang sama dalam membangun sumber daya masyarakat desa.

Menurut Ervie, masyarakat berhak tahu ada anggaran desa yang dapat dipergunakan untuk peningkatan kapasitas dan skill masyarakat desa.

“Selama ini hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui dan diundang dalam pembahasan dana desa. Padahal, seluruh masyarakat desa memiliki hak yang sama,” ujarnya.

Ervie mengungkapkan, ia bersama para kader yang lain mendorong kepada aparat desa agar turut melibatkan masyarakat dalam pembahasan dana desa.

“Minimal diundang dan mendengarkan seperti apa dana desa itu dan untuk apa saja peruntukamnya,” kata Ervie.

Memahami persoalan di desa dan mendorong pengelolaan dana desa agar lebih transparan, secara konsisten dilakukan oleh komunitas Manikaya Kauci. Indrawati Zenbem menyebutkan, gender perempuan masih tersekat dalam mengambil peran di desa.

Lanjutnya, selama ini kami belum berani mengusulkan terlalu banyak untuk pembangunan di Desa Geluntung,Kec.Marga,Kab.Tabanan – Bali.

” Untuk Pembangunan di Desa kami lebih banyak ke infrastruktur,sedangkan kami dominan mengajukan penanganan sampah untuk di Desa kami, karena desa kami sampai saat ini belum memiliki TPA.

(070)

Check Also

Polda Jabar Gelar Pasukan Kesiapan Kontijensi Untuk Menjaga Jawa Barat Tetap Kondusif

Bandung,  Minggu 25  Agustus  2019   Polda Jabar Gelar Pasukan Kesiapan Kontijensi Untuk Menjaga Jawa …

Ribuan warga,  antusias ramaikan  Festival Pesona Lokal Bali 2019

Denpasar,  Minggu  25  Agustus  2019   Ribuan warga,  antusias ramaikan  Festival Pesona Lokal Bali 2019 BALI,  …