Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  11  Juli  2025

Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Ada ungkapan yang tak pernah basi, bahwasanya sejarah ditulis oleh para pemenang. Para pemenang bukan saja memiliki peran sentral di masa kini, namun juga merasa punya hak untuk mengubah masa lalu, sesuai perspektif kekuasaan yang dimilikinya.

Munculnya polemik penulisan ulang sejarah Indonesia yang diprakarsai Oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, membuat Prajaniti Indonesia juga turut urun rembug dengan menghadirkan sejarawan Prof. Anhar Gonggong, Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi Prof. I Dewa Gede Palguna dan praktisi hukum Wayan Sudarmaja, SH, dalam Webinar Nasional bertajuk, Menulis Ulang Indonesia: Tinjauan Kritis dari Perspektif Hukum, Budaya, dan Politik.

Praktisi Hukum I Wayan Sudarmadja mengingatkan bahwa sejarah dalam konteks penulisannya memang tidak pernah sempurna, dan memang perlu disempurnakan, asal tidak dijadikan ajang untuk cuci tangan

Sedangkan sejarawan kondang Anhar Gonggong mengatakan, dia bukannya tidak setuju dengan penulisan ulang sejarah, namun waktu delapan bulan terlalu sempit untuk penulisan sejarah sebuah bangsa, setidaknya butuh dua tahun, dan perbedaan perspektif tidak harus membuat kita bertengkar dengan sesama anak bangsa.

Sementara itu, Dewa Palguna, cendikiawan multi talenta, dari sastra dan teater, serta beberapa hari lalu ikut menjadi tim penguji dalam ujian tertutup Ilmu Agama di UHN I Gusti Bagus Sugriwa, mengatakan bahwa sejarah bukan saja menyangkut masa lalu, namun juga menyangkut bagaimana kita menafsirkan masa lalu tersebut. Seperti halnya sebuah karya jurnalistik, fakta bisa sama, tapi tafsir bisa berbeda.

Sejarah untuk Apa?
Ditemui di Kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa saat mengurus administrasi untuk ujian tertutup, Shri Sarvananda Dharma mengatakan ungkapan favouritnya, bahwa sebuah kebenaran bukan saja cuma harus terbukti, namun harus pula teruji oleh waktu.
“Dalam perjalanan waktu, apa yang kita anggap benar di masa lalu bisa saja menjadi sebuah ketidakbenaran. Untuk kebenaran yang tidak terlalu prinsipil tentang sejarah, kita bisa saja melakukan revisi seperlunya terhadap kekeliruan yang ada, tanpa mengubahnya secara total. Dengan analogi sebuah bangunan, apakah kita perlu merobohkan sebuah bangunan hanya karena gentengnya yang bocor atau hanya karena interiornya sudah kita anggap tidak trendy lagi? Celakanya lagi, dalam konteks berbangsa, jika kita mau mengubah fondasi lama dengan fondasi baru yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dan menggantikannya dengan budaya asing,” katanya.

Sejarah untuk Siapa?
Beberapa pihak menduga bahwa ide ulang penulisan sejarah, dikaitkan dengan upaya cuci tangan atas peran seorang Prabowo Subianto dalam Kerusuhan Mei 1998, walaupun Shri Sarvananda merasa idenya bukan dari Prabowo sendiri.
Sebagai pengagum Prabowo, Shri Sarvananda menduga ini semacam upaya Membuat Bapak Senang (MBS) yang masih saudara sepupu ABS (Asal Bapak Senang). Bukan inisistif Sang Jenderal. Beliau terlalu sibuk dengan hal yang lebih penting menyangkut urusan negara dan bangsa. Menurut pemahamannya dari buku trilogi biografi Adnan Buyung Nasution: Pergulatan Tanpa Henti, dia melihat Sang Jenderal adalah korban politik masa lalu, dimana di mata masyarakat kala itu, Prabowo dianggap sebagai antek Cendana, sementara dari kacamata salah satu keluarga Cendana, ia justru dilabeli sebagai pengkhianat, menjatuhkan Soeharto. Tekanan dari dua sisi ini menjadi alasannya sering ke Yordania, menerima undangan sahabatnya untuk berbisnis, disamping tetap dihormati sebagai seorang jenderal oleh sahabatnya, sang putra mahkota kerajaan.
Dalam sebuah buku, Indonesia Jaya, Anand Krishna humanis spiritual, penulis hampir 200 buku dengan beragam tema, mengingatkan kita semua tentang peran sebuah sejarah, yakni untuk belajar dari masa lalu dan mengambil hikmah untuk tidak mengulang lagi kesalahan yang sama, sebab sebagaimana dikatakan oleh George Santayana, jika kita tidak belajar darinya maka sejarah yang sama akan terulang dan terulang kembali, sebagaimana Sanatana Dharma menyebutnya sebagai Samsara, pengulangan yang tiada habisnya. Barangkali pelakunya berbeda, settingnya tidak sama, tapi esensi atau substansinya 11-12: amuk massa. Dari Gerakan 30 September 1965, berreinkarnasi menjadi Kerusuhan Mei 1998 membutuhkan waktu tak lebih dari 33 tahun.

Belum lagi pengulangan-pengulangan kecil, namun membuat kita miris sebagai sebuah bangsa yang tidak pernah dewasa, menyangkut hubungan intern dan antar agama yang sampai saat ini masih belum menunjukkan wajah kita yang toleran, apalagi untuk mengapresiasi keyakinan saudara kita sebangsa dan setanah air. Padahal, sebagaimana sering diungkapan Guruji Anand Krishna, dengan toleran saja tidaklah cukup, belum cukup, karena masih menyisakan ego bahwa kita lebih baik, lebih hebat dari yang lain.

Dengan apresiasi berarti kita mengakui kesetaraan keyakinan saudara kita yang lain bahwasanya setiap keyakinan adalah menuju Dia yang Satu adanya. Bila perlu kita harus dengan bangga mengatakan: My Religion is not Better Than Yours. Beranikah kita?
The last but not least, Shri Sarvananda ingin mengingatkan kita semua dengan pesan dari Sang Guru yang telah menjadi teladannya selama 20 tahun lebih, untuk tetap berjalan di jalur Dharma dalam mewujudkan misi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony. Belajar dari sejarah, baru akan memberikan makna jika kita mampu menjadikan seluruh dunia sebagai sebuah keluarga besar: One Earth One Sky One Humankind, yang dalam Vedanta, ajaran terkuno umat manusia, disebut Vasudhaiva Kutumbakam.

(071)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai 1 April , Bandara Ngurah Rai Gunakan  GeNose C-19 Tidak Menggantikan Tes Antigen

    Mulai 1 April , Bandara Ngurah Rai Gunakan  GeNose C-19 Tidak Menggantikan Tes Antigen

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Mangupura, Kamis 01 April 2021   Mulai 1 April , Bandara Ngurah Rai Gunakan  GeNose C-19 Tidak Menggantikan Tes Antigen    Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bali, Taufan Yudhistira(Ist)   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Manajemen  PT Angkasa Pura I Bali mulai hari ini  1 April 2021 besok, Bandara I menerapkan sejumlah persyaratan bagi pelaku perjalanan dalam negeri […]

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  21  Juli  2024 Renungan  Joger  

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 10 November 2022 Pimpin Apel Peringatan Hari Pahlawan, Wawali Arya Wibawa Ajak Generasi Muda Teladani Semangat dan Perjuangan Para Pahlawan.       Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Setiap Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan bagi seluruh Bangsa Indonesia. Mengenang para pahlawan perintis kemerdekaan dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan yang dilakukan. Hal […]

  • Personel Dit Lantas Polda Jabar Beri Himbauan Kepada Pengemudi dan Penumpang Bus di Rest Area Tol Cipali

    Personel Dit Lantas Polda Jabar Beri Himbauan Kepada Pengemudi dan Penumpang Bus di Rest Area Tol Cipali

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Bandung,  Sabtu  21  Desember  2019   Personel Dit Lantas Polda Jabar Beri Himbauan Kepada Pengemudi dan Penumpang Bus di Rest Area Tol Cipali     Jawa Barat,INDEX  –  Direktorat Lalu lintas (Dit Lantas) Polda Jawa Barat bersama Sat Lantas Polres Subang, Sabtu pagi (21/12/2019) memberikan himbauan Kamseltibacar Lantas kepada pengemudi Kendaraan Bus dan Penumpang dengan […]

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  06  Pebruari  2026 Renungan JOGER

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  15  Oktober  2024 Renungan  Joger

expand_less