Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 350
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  11  Juli  2025

Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Ada ungkapan yang tak pernah basi, bahwasanya sejarah ditulis oleh para pemenang. Para pemenang bukan saja memiliki peran sentral di masa kini, namun juga merasa punya hak untuk mengubah masa lalu, sesuai perspektif kekuasaan yang dimilikinya.

Munculnya polemik penulisan ulang sejarah Indonesia yang diprakarsai Oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, membuat Prajaniti Indonesia juga turut urun rembug dengan menghadirkan sejarawan Prof. Anhar Gonggong, Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi Prof. I Dewa Gede Palguna dan praktisi hukum Wayan Sudarmaja, SH, dalam Webinar Nasional bertajuk, Menulis Ulang Indonesia: Tinjauan Kritis dari Perspektif Hukum, Budaya, dan Politik.

Praktisi Hukum I Wayan Sudarmadja mengingatkan bahwa sejarah dalam konteks penulisannya memang tidak pernah sempurna, dan memang perlu disempurnakan, asal tidak dijadikan ajang untuk cuci tangan

Sedangkan sejarawan kondang Anhar Gonggong mengatakan, dia bukannya tidak setuju dengan penulisan ulang sejarah, namun waktu delapan bulan terlalu sempit untuk penulisan sejarah sebuah bangsa, setidaknya butuh dua tahun, dan perbedaan perspektif tidak harus membuat kita bertengkar dengan sesama anak bangsa.

Sementara itu, Dewa Palguna, cendikiawan multi talenta, dari sastra dan teater, serta beberapa hari lalu ikut menjadi tim penguji dalam ujian tertutup Ilmu Agama di UHN I Gusti Bagus Sugriwa, mengatakan bahwa sejarah bukan saja menyangkut masa lalu, namun juga menyangkut bagaimana kita menafsirkan masa lalu tersebut. Seperti halnya sebuah karya jurnalistik, fakta bisa sama, tapi tafsir bisa berbeda.

Sejarah untuk Apa?
Ditemui di Kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa saat mengurus administrasi untuk ujian tertutup, Shri Sarvananda Dharma mengatakan ungkapan favouritnya, bahwa sebuah kebenaran bukan saja cuma harus terbukti, namun harus pula teruji oleh waktu.
“Dalam perjalanan waktu, apa yang kita anggap benar di masa lalu bisa saja menjadi sebuah ketidakbenaran. Untuk kebenaran yang tidak terlalu prinsipil tentang sejarah, kita bisa saja melakukan revisi seperlunya terhadap kekeliruan yang ada, tanpa mengubahnya secara total. Dengan analogi sebuah bangunan, apakah kita perlu merobohkan sebuah bangunan hanya karena gentengnya yang bocor atau hanya karena interiornya sudah kita anggap tidak trendy lagi? Celakanya lagi, dalam konteks berbangsa, jika kita mau mengubah fondasi lama dengan fondasi baru yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dan menggantikannya dengan budaya asing,” katanya.

Sejarah untuk Siapa?
Beberapa pihak menduga bahwa ide ulang penulisan sejarah, dikaitkan dengan upaya cuci tangan atas peran seorang Prabowo Subianto dalam Kerusuhan Mei 1998, walaupun Shri Sarvananda merasa idenya bukan dari Prabowo sendiri.
Sebagai pengagum Prabowo, Shri Sarvananda menduga ini semacam upaya Membuat Bapak Senang (MBS) yang masih saudara sepupu ABS (Asal Bapak Senang). Bukan inisistif Sang Jenderal. Beliau terlalu sibuk dengan hal yang lebih penting menyangkut urusan negara dan bangsa. Menurut pemahamannya dari buku trilogi biografi Adnan Buyung Nasution: Pergulatan Tanpa Henti, dia melihat Sang Jenderal adalah korban politik masa lalu, dimana di mata masyarakat kala itu, Prabowo dianggap sebagai antek Cendana, sementara dari kacamata salah satu keluarga Cendana, ia justru dilabeli sebagai pengkhianat, menjatuhkan Soeharto. Tekanan dari dua sisi ini menjadi alasannya sering ke Yordania, menerima undangan sahabatnya untuk berbisnis, disamping tetap dihormati sebagai seorang jenderal oleh sahabatnya, sang putra mahkota kerajaan.
Dalam sebuah buku, Indonesia Jaya, Anand Krishna humanis spiritual, penulis hampir 200 buku dengan beragam tema, mengingatkan kita semua tentang peran sebuah sejarah, yakni untuk belajar dari masa lalu dan mengambil hikmah untuk tidak mengulang lagi kesalahan yang sama, sebab sebagaimana dikatakan oleh George Santayana, jika kita tidak belajar darinya maka sejarah yang sama akan terulang dan terulang kembali, sebagaimana Sanatana Dharma menyebutnya sebagai Samsara, pengulangan yang tiada habisnya. Barangkali pelakunya berbeda, settingnya tidak sama, tapi esensi atau substansinya 11-12: amuk massa. Dari Gerakan 30 September 1965, berreinkarnasi menjadi Kerusuhan Mei 1998 membutuhkan waktu tak lebih dari 33 tahun.

Belum lagi pengulangan-pengulangan kecil, namun membuat kita miris sebagai sebuah bangsa yang tidak pernah dewasa, menyangkut hubungan intern dan antar agama yang sampai saat ini masih belum menunjukkan wajah kita yang toleran, apalagi untuk mengapresiasi keyakinan saudara kita sebangsa dan setanah air. Padahal, sebagaimana sering diungkapan Guruji Anand Krishna, dengan toleran saja tidaklah cukup, belum cukup, karena masih menyisakan ego bahwa kita lebih baik, lebih hebat dari yang lain.

Dengan apresiasi berarti kita mengakui kesetaraan keyakinan saudara kita yang lain bahwasanya setiap keyakinan adalah menuju Dia yang Satu adanya. Bila perlu kita harus dengan bangga mengatakan: My Religion is not Better Than Yours. Beranikah kita?
The last but not least, Shri Sarvananda ingin mengingatkan kita semua dengan pesan dari Sang Guru yang telah menjadi teladannya selama 20 tahun lebih, untuk tetap berjalan di jalur Dharma dalam mewujudkan misi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony. Belajar dari sejarah, baru akan memberikan makna jika kita mampu menjadikan seluruh dunia sebagai sebuah keluarga besar: One Earth One Sky One Humankind, yang dalam Vedanta, ajaran terkuno umat manusia, disebut Vasudhaiva Kutumbakam.

(071)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan di Forum G20 Presidensi Indonesia, Menteri PPPA Beri Penghargaan ke Stakeholder G20 EMPOWER

    Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan di Forum G20 Presidensi Indonesia, Menteri PPPA Beri Penghargaan ke Stakeholder G20 EMPOWER

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Jakarta,  Jumat  13   Januari 2023.   Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan di Forum G20 Presidensi Indonesia, Menteri PPPA Beri Penghargaan ke Stakeholder G20 EMPOWER   Pemerintah mengapresiasi kerja keras chair, co-chair, anggota delegasi, advocate, knowledge partner, lembaga internasional, masyarakat sipil, lembaga pemerintah, dan stakeholder terkait lainnya yang telah memberikan dukungan dan kontribusi pada G20 EMPOWER. Ada […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  15  Oktober  2020   Renungan  JOGER    

  • Walikota Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Wantilan Pura Dalem Desa Adat Peninjoan

    Walikota Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Wantilan Pura Dalem Desa Adat Peninjoan

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  14  Pebruari  2025 Walikota Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Wantilan Pura Dalem Desa Adat Peninjoan   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Pecaruan di Wantilan Pura Dalem Lan Khayangan, Desa Adat Peninjoan, Denpasar Utara, bertempatan dengan Wraspati Umanis Sinta, Kamis (13/2/2025). Upacara melaspas ini […]

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Bangli,  Kamis 06 April 2023 Ny. Suciati  Diar  Dampingi  Ketua  BKOW Provinsi Bali  Sosialisasi  KDRT  yang  Berimplikasi  Staunting di  Bayung  Gede  Kintamani Bangli   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sosialisasi yang dilaksanakan Selasa (04/04/2023) di Balai Banjar Bayung Gede ini dihadiri Ketua BKOW Provisi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati, Ketua GOW Kabupaten Bangli Ny.Suciati Diar,Kadis […]

  • Pegadaian Raih Kinerja Positif di Masa Pandemi 2020

    Pegadaian Raih Kinerja Positif di Masa Pandemi 2020

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  17  Februari  2021   Pegadaian Raih Kinerja Positif di Masa Pandemi 2020   Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto (Foto/ist)   JAKARTA,  indonesiaexpose.co.id   – PT Pegadaian (Persero) terus menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun anggaran 2020 dengan kenaikan Pendapatan Usaha meningkat 24,27% dari tahun 2019 sebesar Rp.17,67 triliun menjadi Rp.21,96 triliun. Sementara itu dari […]

  • Operasi Pekat Agung 2023, Polres Gianyar Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Orang Hingga Gerebek Gudang Narkoba

    Operasi Pekat Agung 2023, Polres Gianyar Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Orang Hingga Gerebek Gudang Narkoba

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Gianyar, Sabtu  02  September  2023 Operasi Pekat Agung 2023, Polres Gianyar Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Orang Hingga Gerebek Gudang Narkoba   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Kapolres Gianyar AKBP Ketut Widiada, S.I.K didampingi Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Ario Seno Wimoko, S.I K Kasat Reserse Narkoba Polres Gianyar AKP Made Putra Yudistira, SH dan Kasi Humas […]

expand_less