Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 22 Sep 2019
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu 22 September 2019

 

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).(foto/indonesiaexpose.co.id)

 

BALI,  INDEX  –  Prihatin dengan keterpurukan bangsa indonesia, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum terlebih spiritual, di mana selalu ada kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan dan kejahatan dalam setiap masyarakat, dalam setiap lapisan elemennya, lintas ras, suku, bangsa dan agama.

Seperti yang bangsa ini lewati dan alami dari generasi ke genarasi, dari peralihan jaman ke peralihan jaman lainnya, dari jaman kerajaan hingga jaman reformasi, dari konflik adat hingga agama, dari konflik etnis hingga kesukuan, dari  elemen masyarakat hingga negaranya

” Adakah kedamaian yang sejatinya di sana dalam menyelesaikan suatu konflik atau permasalahan? Sepertinya damai dan bahagia bukanlah suatu yang bisa di peroleh dengan mudah di negri ini,  sebaliknya kekerasan dan kejahatan seperti menjadi sebuah keberuntungan yang bisa berkuasa dan bertahan,” ungkap Ida Rsi Wisesanatha,di sela-sela kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).

Dengan mengusung tema “Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku”, komunitas Gema Perdamaian (GP) melakukan doa secara khusyuk agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.Doa bersama ini diikuti oleh ratusan tokoh dari kalangan pesraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama.

Ida Rsi Wisesanatha menjelaskan, sesungguhnya kita perlu memiliki panggung damai. Damai itu indah, sehingga harus tetap dipelihara dengan upaya-upaya. Pada tanggal 21 September sejak 2013 silam, PBB menentukan sebagai hari perdamaian International untuk mendorong terjadinya perdamaian dunia. Bertepatan kali ini, Komunitas Gema Perdamaian (GP) dengan mengagandeng berbagai tokoh dari kalangan pasraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama berkumpul melakukan doa secara khusyuk untuk mendoakan agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.

” Selain kegiatan doa bersama, juga diselenggarakan sarasehan yang pada dasarnya adalah merupakan wahana edukasi bagi siapa pun yang hadir. Dengan demikian perspektif damai dan tujuan damai dapat dimaknai dengan lebih holistik dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari- hari,” tutur Ketua SC Gema Perdamaian Ida Rsi Acharya Agni Budha Wisesanantha.

Menurutnya, kegiatan GP yang dilaksanakan oleh panitia GP dimulai dari bulan Juni 2019 yang lalu dengan berbagai kegiatan yang pada dasarnya mempromosikan nilai-nilai damai. Adapun penyampaian nilai damai dilakukan lewat edukasi, lomba-lomba kreatif, ceramah-ceramah perdamaian dan akan ditutup dengan kegiatan puncak pada tanggal 5 Oktober 2019. Kegiatan GP tahun 2019 ini adalah GP yang ke-17 sebenarnya 10 tahun lebih dahulu dibandingkan keputusan PBB membuat hari perdamaian dunia pada tanggal 21 September tahun 2013. Acara puncak seperti biasa akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan yang berisikan berbagai hiburan kultural, doa lintas agama yang dipimpin oleh FKUB, sarasehan antartokoh dan hiburan dari elemen komunitas.

“Gerakan GP ini sebagai wujud konsistensi anak bangsa yang sadar bahwa damai itu mesti diupayakan oleh semua pihak tanpa terkecuali dan minimum memiliki kesadaran. Gerakan GP ini merupakan kulminasi perayaan yg mengingatkan semua pihak bahwa damai itu indah dan damai itu upaya. Sehingga di dalam kesehariannya semua pihak dari individu sampai kelompok merasa wajib menciptakan damai dengan menciptakan keteraturan. Mengupayakan pengaturan diri dan kelompok dengan kedesiplinan yang tinggi sebelum selanjutnya berkembang ke pengaturan dan keteraturan spiritual yang pada ujungnya tercipta kesejahteraan serta kehidupan yang berbahagia bagi semua pihak,” tegas Ida Rsi Wisesanatha.

Selain itu, Ida Rsi menekankan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan bersama. Gerakan ini adalah edukasi terhadap perspektif-perspektif penyebab ketidakdamaian. Semua harus berupaya nyata menciptakan damai, karena sangat diperlukan terus menerus bagi seluruh lapisan generasi. Apalagi di Indonesia seperti yang kita lihat sendiri memiliki kerentanan yang sangat tinggi.

Ida Rsi menyampaikan, bahwa Komunitas GP berkeyakinan bahwa jika Indonesia memiliki tingkat kedamaian yang tinggi maka Bangsa Indonesia akan sejahtera.

“Bangsa ini diciptakan memiliki negara yang kaya raya dengan segala sumber daya alamnya sehingga sesuai dengan moto kami ‘Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku’. Marilah kita semua ‘ketog semprong’ mengupayakan perdamaian di Bumi Pertiwi ini,” katanya.

Pada akhir perbincangan, Ida Rsi mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pihak yang ingin membeli kegiatan Gema Perdamaian senilai ratusan juta. Namun pihaknya jelas-jelas menolak karena tidak ingin ada upaya komersialisasi, dan ingin menjaga kemurnian bahwa kegiatan ini memang semata-mata untuk memberikan vibrasi positif dari Bali.

“Percayalah, sesungguhnya yang kita lakukan di Bali adalah simpul saja. Setelah upaya perdamaian di Bali berhasil, nanti akan diadakan di daerah lain pula. Jadi Bali adalah episentrumnya,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Panitia Gema Perdamaian Kadek Adnyana menambahkan, pada momen GP ke-17 ini, diharapkan agar ada upaya yang lebih baik lagi sehingga perdamaian benar-benar nyata di kehidupan masyarakat.

“Syukurlah, kegiatan yang diawali di Bali ini, sudah memantik perhatian dari daerah dan negara lain. Pertengahan Oktober nanti, ada permintaan di Lombok untuk mengadakan doa bersama sebagai langkah mengupayakan perdamaian. Selanjutnya ada permintaan pula di Kalimantan, dan sejumlah wilayah lain. Syukur, apa yang kami lakukan menuai respon positif karena memang kegiatan ini adalah mengusung ketulusan dan kemurnian,” tutup Adnyana.

(078)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 31 Mei 2021   Jaya Negara Resmikan Trash Walker Sungai Watch Taman Pancing.Upaya Pemkot Denpasar Ciptakan Sungai Bersih Berkelanjutan   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meresmikan Trash Walker Sungai Watch atau jaring sampah di Sungai Badung, Kawasan Taman Pancing, Desa Pemogan, Senin (31/5/2021).   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Walikota Denpasar, I Gusti […]

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 14  Pebruari 2022   Jaya Negara Tutup Festival Legong Keraton Lasem, Serangkaian HUT 234 Tahun Kota Denpasar.       Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Festival Tari Legong Keraton Lasem kembali digelar dalam memeriahkan Hut Kota Denpasar Ke-234 tahun 2022. Tahun ini, 90 orang peserta terlibat dalam Festival Tari Legong Lasem yang digelar di Ruang […]

  • HUT Ke-3 ST Eka Yowana Dharma  gelar Bersih-bersih dan Bagikan Puluhan paket sembako untuk warga Disabilitas

    HUT Ke-3 ST Eka Yowana Dharma gelar Bersih-bersih dan Bagikan Puluhan paket sembako untuk warga Disabilitas

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Semarapura, Minggu  19  Mei  2019   HUT Ke-3 ST Eka Yowana Dharma gelar Bersih-bersih dan Bagikan Puluhan paket sembako untuk warga Disabilitas   ANJANG SANA – Serangkaian HUT ke-3 ST Eka Yowana Dharma, Br.Pekandelan, Desa Akah, Klungkung menggelar anjang sana ke rumah disabilitas dengan memberikan bingkisan sembako, Minggu (19/5/2019). BALI, INDEX – Serangkaian HUT ke-3, […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Bali,  Senin   08  April  2024 Renungan  Joger  

  • Rapat Forkopimda Denpasar Dalam Pengamanan Pilkada 2020, Rai Mantra Ajak Jaga Kondusifitas dan Lakukan Simulasi Aman Prokes

    Rapat Forkopimda Denpasar Dalam Pengamanan Pilkada 2020, Rai Mantra Ajak Jaga Kondusifitas dan Lakukan Simulasi Aman Prokes

    • calendar_month Rabu, 25 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  25  November  2020   Rapat Forkopimda Denpasar Dalam Pengamanan Pilkada 2020, Rai Mantra Ajak Jaga Kondusifitas dan Lakukan Simulasi Aman Prokes   BALI,  INDEX  –  Pemerintah Kota Denpasar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), KPU Denpasar, Panwaslu Denpasar melaksankan rapat koordinasi dalam pelaksanaan pengamanan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Denpasar Tahun 2020, Rabu […]

  • Perkuat Layanan Kesehatan dan Penunjang Pariwisata, Bupati Badung Resmikan RS Hermina Badung

    Perkuat Layanan Kesehatan dan Penunjang Pariwisata, Bupati Badung Resmikan RS Hermina Badung

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle 110
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Mangupura, Kamis 09  April  2026 Perkuat Layanan Kesehatan dan Penunjang Pariwisata, Bupati Badung Resmikan RS Hermina Badung Perkuat Layanan Kesehatan Dan Penunjang Pariwisata, Bupati Badung Resmikan Rs Hermina Badung   Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan operasional Rumah Sakit (RS) Hermina Badung yang berlokasi di Jalan Raya Lukluk No. 221, Mengwi, Kamis […]

expand_less