Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2019
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Kamis  17  Oktober  2019

 

BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. Muhammad Ali (kiri), pada acara diskusi bareng rekan media, Rabu (16/10/2019), di Warunk Upnormal Bali, Renon.(Foto/INDEX/2019)

 

BALI, INDEX – Rencana kenaikan besaran iuran BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari semula Rp 23 ribu per orang menjadi sebesar Rp 42 ribu pada awal 2020 mendatang, tentu perlu diantisipasi Pemerintah Daerah (Pemda) agar keberlangsungan PBI tetap berlanjut pada tahun berikutnya dari sisi ketersediaan anggaran.

“Kami mengharapkan Pemda bisa lebih tepat menentukan segmentasi peserta Jaminan Kesehatan Nasional untuk kategori Penerima Bantuan PBI,” kata  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. Muhammad Ali, pada acara diskusi bareng rekan media, Rabu (16/10/2019), di Warunk Upnormal Bali, Renon.

dr. Muhammad Ali mengunkapkan, pihaknya tidak hanya mengharapkan kepesertaan JKN dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas, khususnya tepat segmentasinya. Terlebih rencana penyesuaian besaran iuran nanti, tentu pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit.

“Oleh karena itu, kami tidak menginginkan kalau ada peserta yang seharusnya masuk sebagai pekerja penerima upah dari badan usaha, tetapi masuk sebagai peserta PBI,” jelasnya.

Pihaknya saat ini terus memantapkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memvalidasi kepesertaan pengguna program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk di kabupaten/kota yang menjadi wilayah unit kerjanya yakni di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Badung, jenis peserta yang masuk sebagai PBI dari APBD (446.714), PBI APBN (223.243), Pekerja Penerima Upah/PPU (582.500), Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU (277.150) dan Bukan Pekerja (47.141).

“Yang masuk PBI APBD itu cukup besar sekitar 28 persen, sedangkan PBI yang dibayarkan dari APBN jumlahnya 14 persen. Kami juga mengapresiasi kesadaran dari sejumlah badan usaha yang sudah mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang jumlah PPU sebanyak 37 persen dari total kepesertaan di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan,” katanya.

Dari data yang dihimpun, sekitar 80 persen dari kepesertaan PBPU atau jalur mandiri juga aktif membayar iurannya tepat waktu.

Kenaikan iuran BPJS diwacanakan akan segera dinaikkan. Namun keputusan itu masih menunggu Praturan Presiden (Perpres). Dalam realisinya nanti, kenaikan iuran BPJS diperuntukkan bagi peserta dengan gaji Rp 8 juta hingga Rp 12 juta.

Muhammad Ali menjelaskan, gaji dibawah Rp 8 juta masih perhitungan pembayaran iuran masih menggunakan skema lama.

“Apabila gaji dibawah Rp 4 juta berhak di kelas 2. Sedangkan untuk buruh hanya berdampak pada pekerja dengan upah Rp 8 juta sampai dengan Rp 12 juta, gaji dibawah itu tidak terdampak,” jelasnya.

Menurut Muhammad Ali, dari data yang ada, total jumlah pekerja sebanyak 97 persen dengan 50,2 juta jiwa memiliki upah di bawah Rp 8 juta per bulan. Sedangkan, 3 persen atau 1,5 juta pekerja memiliki penghasilan di atas Rp 8 juta per bulan. Perubahan iuran baru terjadi sekali pada tahun 2016 dan masih berlaku sampai sekarang.

Ditambahkan lagi, besaran iuran yang disesuaikan tidaklah besar jika dibandingkan manfaat yang diberikan program JKN-KIS ketka sakit dan membutuhkan bantuan layanan kesehatan. Untuk peserta mandiri kelas 3, kenaikannya tidak sampai Rp 2.000/hari, sedangkan iuran peserta mandiri kelas 1 besaran iurannya tak sampai Rp 5.000/hari.

” Dari 223 peserta JKN-KIS hampir separuhnya dibiayai pemerintah. Atau, sebanyak 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu iuran JKN-KIS ditanggung negara melalui APBN. Sementara, 37,3 juta penduduk, iuran JKN-KIS ditanggung oleh APBD,” pungkas Ali.

(075)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal Mangrove: Reklamasi Terselubung Terkuak, Pansus TRAP  DPRD Bali Geram Satpol PP Diam

    Skandal Mangrove: Reklamasi Terselubung Terkuak, Pansus TRAP  DPRD Bali Geram Satpol PP Diam

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  24  Oktober  2025 Skandal Mangrove: Reklamasi Terselubung Terkuak, Pansus TRAP  DPRD Bali Geram Satpol PP Diam   Pansus TRAP DPRD Bali menemukan puluhan are lahan negara yang diduga telah ditimbun dan dimanfaatkan secara ilegal oleh pihak tertentu, Jumat (24/10/2025)   Bali, indonesiaexpose.co.id   — Dugaan praktik reklamasi terselubung kembali mencuat di kawasan hutan mangrove. […]

  • Abaikan Aturan Demi Bisnis, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Penghentian Kegiatan Hotel Quenzo Resort Di Padangbai

    Abaikan Aturan Demi Bisnis, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Penghentian Kegiatan Hotel Quenzo Resort Di Padangbai

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Karangasem, Kamis 02  Oktober 2025 Abaikan Aturan Demi Bisnis, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Penghentian Kegiatan Hotel Quenzo Resort Di Padangbai   Sidak Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali  T. Quenzo Alam Resort d/a Banjar Dinas Mimba, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem,Bali,  Kamis (02/10/2025)   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang DPRD Bali kembali […]

  • Diduga kelelahan, sejumlah anggota PPK di Jember pingsan hingga opname

    Diduga kelelahan, sejumlah anggota PPK di Jember pingsan hingga opname

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jember, Selasa 23 April 2019   Diduga kelelahan, sejumlah anggota PPK di Jember pingsan hingga opname   “Hari ini (22/4), anggota PPK atas nama Nur Maidah Fatmawati tiba-tiba pingsan karena kelelahan” JATIM, INDEX – Sejumlah anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pingsan hingga dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit akibat kelelahan […]

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 23 Mei 2022

  • Haydin Haritzon, Kadiv Humas LPS  : Bersama LPS , Simpanan Aman, Nasabah Bank tenang

    Haydin Haritzon, Kadiv Humas LPS  : Bersama LPS , Simpanan Aman, Nasabah Bank tenang

    • calendar_month Sabtu, 10 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kuta, Sabtu  10  Juni  2023 Haydin Haritzon, Kadiv Humas LPS  : Bersama LPS , Simpanan Aman, Nasabah Bank tenang   LPS gelar Media Gathering Bersama Jurnalis di Kab.Badung, Bali, Sabtu (10/6/2023).   Bali, indonesiaexpose.co.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mendukung setiap upaya yang dilakukan untuk meningkatkan literasi penjaminan simpanan kepada masyarakat. LPS pun senantiasa memberikan edukasi […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  18  Juni 2024 Renungan  Joger

expand_less