Wednesday , August 5 2020
Home / Bali / Rai Mantra Dukung Serial ‘Pulau Plastik’ Jadi Wahana Edukasi

Rai Mantra Dukung Serial ‘Pulau Plastik’ Jadi Wahana Edukasi

Denpasar, Minggu  08  Desember  2019

 

 

Rai Mantra Dukung Serial ‘Pulau Plastik’ Jadi Wahana Edukasi

 

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra foto bersama Gede Roby “Navikula” launching serial ke empat Pulau Plastik di Pasar Badung Denpasar Jumat (6/12/2019) petang.

 

BALI,  INDEX  –  Serial’Pulau Plastik’ yang di gagas Gede Robby “Navikula” guna memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang dampak buruk plastik sekali pakai mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik kembali di tampilkan. Beragam aktivitas masyarakat mengenai sampah dan plastik dikemas dalam sajian film yang direncanakan akan berlangsung hingga 8 episode ini. Serial Ke empat film yang juga di buka langsung Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Pasar Badung Denpasar Jumat ( 6/12/2019) petang.

Rai Mantra pun berkesempatan hadir dan menonton langsung serial film bertemakan lingkungan ini. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra, pemuka agama Ida Mas Dalem Segara, komunitas peduli lingkungan, serta penonton dari masyarakat Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga turut di berikan tumpeng sebagai ucapan puji syukur telah di laksanakan acara ini.

Dalam kesemptan tersebut Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa film Pulau Plastik ini merupakan salah satu wahana edukasi yang baik bagi masyarakat. Utamanya mengenai lingkungan serta pengurangan sampah dan mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan plastik. Dimana saat ini masyarakat masih banyak yang belum mengetahui bahaya plastik yang keberadaannya kini telah menjadi bagian dari kehidupan kita.

“Dengan adanya film ini tentu sangat baik sebagai ajang edukasi bagi masyarakat, bahwa plastik yang saat ini masih dirasa sebagai permasalahan sepele justru sangat berdampak besar dan menjadi ancaman bagi kehidupan manusia,” jelassnya.

Rai Mantra menambahkan bahwa bahaya inilah yang harus kita tanggulangi sehingga mampu menyelamatkan anak dan cucu kita kedepanya. Menurutnya, jika plastik terus dibiarkan dan tidak terkontrol, masalah besar akan terjadi. Dimana, keberadaannya tentu akan mempengaruhi berbagai sektor penting. Mulai dari kesehatan, ekonomi, serta ancaman besar bagi dunia priwisata di Bali.

“Tentu kita tidak ingin bahaya plastik itu terjadi dan mengganggu sektor penting kehidupan manusia, dan mulai dari sekarang kita harus bergerak bersama untuk bijaksana mengurangi plastik,” ajak Rai Mantra.

Ketika dikonfirmasi film Pulau Plastik ini, Rai Mantra mengaku itu merupakan awal dari lahirnya Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang dikeluarkan Walikota Denpasar untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai di Denpasar.

“Kebetulan ada yang ngajakin ikut ya bagus, kebetulan juga kami di Denpasar sangat komitmen untuk pengurangan plastik ini, dan kedepan kolaborasi ini akan terus kita pacu sehingga film-film seperti Pulau Plastik ini dapat terus bertambah untuk mengkampanyekan peduli lingkungan utamanya pengurangan penggunaan plastik untuk menyelamatkan bumi dan anak cucu kita,” jelasnya.

Dijumpai usai pemutaran serial Pulau Plastik, Gede Robby Navikula yang juga selaku host dalam film tersebut mengatakan bahwa saat ini kondisi bumi kian mengkhawatirkan, khususnya mengenai permasalahan sampah. Dimana, saat ini sampah sudah menjadi pengisi setiap sudut bumi. Tak hanya di darat di laut pun sampah menjadi ancaman biota laut, mulai dari ikan dan kerang yang sudah terkontaminasi sampah , kita harus selamatkan bumi dari ancaman sampah.

“Banyak masyarakat yang belum mengatahui bahaya sampah yang mereka buang, dan tanpa sadar mikro plastik itu sebenarnya sudah berada di sekitar kita, jadi yang kita buang justru kembali kita makan karena adanya pencemaran plastik tersebut. Dalam peluncuran film ini banyak juga bintang tamu yang hadir di antaranya Jun Bintang, group band Navikula, dan lain-lain.

(075)

Check Also

Denpasar,  Rabu  05  Agustus  2020

Bali, Rabu  05  Agustus  2020