Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
  • visibility 267
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi, Selasa 02 Juni  2020

 

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

 

 

 

DKI, INDEX  – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menghadiri rapat virtual penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) bersama Gubernur dan Bupati/Walikota di wilayah tersebut.

Penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabekpunjur secara virtual itu dipimpin oleh Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian serta turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.

“Ini terkait antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kita ketahui berapa tahun terjadi banjir di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya bahkan di Bekasi, di Tangerang, Tangsel, di Depok, juga ada banjir. Di daerah lain di luar daerah ini juga banjir seperti di Kabupaten Bogor juga ada longsor di daerah-daerah hulu,” kata Tito dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (02/06/2020).

Menurut Tito, dalam masalah banjir, Jabodetabekpunjur tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ini karena daerah hulu, terutama yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, merupakan wilayah tangkapan air. Ketika di hulu ada banjir, daerah lainnya yang saling terhubung, seperti Kota Bogor, Depok, dan juga daerah-daerah hilirnya, seperti Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, ikut terdampak.

Mendagri Tito menegaskan perlunya kegiatan bersama untuk menangani banjir di Jabodetabekpunjur yang juga jadi perhatian serius Presiden Jokowi. Di awal tahun lalu, Presiden sampai melakukan rapat dengan memanggil langsung para kepala daerah dan para menteri terkait.

“Saya juga hadir pada saat itu di Istana, di mana penyampaian dari Bapak Presiden perlu adanya kerja sama yang terpadu antara daerah-daerah hulu tengah dan hilir. Untuk itu sudah pernah kita inisiasi dari awal untuk melaksanakan rapat-rapat awal antara kementerian dan lembaga yang di pusat dan daerah dan kemudian Kemendagri juga mendorong untuk komunikasi, menjembatani antara langkah-langkah pusat dan daerah,” katanya.

Selain langkah dari daerah, intervensi dari pusat untuk mendukung kerja sama dan integrasi di daerah dilakukan. “Prinsip utama di bagian hulu adalah manajemen area atau daerah tangkapan air ini betul-betul dapat difungsikan, terutama masalah penataan ruang kembali untuk peruntukan penangkapan air, termasuk penghijauan sehingga tidak terjadi longsor yang menjadi bencana tersendiri untuk di daerah tangkapan air tapi juga untuk mengurangi debit air yang turun ke daerah tengah dan daerah hilir,” urai Mendagri.

Di daerah tengah, katanya, aliran air diharapkan bisa berjalan lancar sehingga bisa mengurangi debit air maka perlu dibangun tempat penampungan-penampungan terutama di daerah Bogor, Depok, baik kota maupun kabupaten.

“Selanjutnya untuk daerah hilir sendiri perlu penataan dan manajemen tersendiri juga di antaranya adalah ‘perimbangan’ sungai, sistem kanal yang ada. Sehingga airnya dapat lancar mengalir, tidak terjadi penyempitan yang mengakibatkan penyumbatan, juga pintu-pintu air yang memadai dan kemudian tidak mampet. Di samping itu juga resapan-resapan air dalam bentuk biopori sehingga tidak terjadi air menggenang yang berlebihan ke daerah-daerah atau tempat-tempat yang menuju daerah aliran sungai atau sistem aliran sungai yang lain,” katanya.

” Di daerah hilir pun tidak terdapat debit air yang sangat berlebihan dan kemudian bisa mengalir dengan baik serta dapat dikurangi karena adanya resapan-resapan dan biopori. Ini semua dicanangkan dan kemudian setelah dirasionalisasikan karena adanya realokasi dan refocusing anggaran dengan adanya krisis COVID-19 maka telah identifikasi sebanyak 584 kegiatan dengan anggaran total lebih kurang Rp 35 triliun yang dikerjakan. Sudah diatur kesepakatan dalam rapat teknis, siapa berbuat apa,” katanya.

Misalnya, kata Menteri Tito, untuk kementerian di pusat, telah diatur melaksanakan apa. Kemudian di daerah hulu baik provinsi maupun kabupaten dan kota, juga diatur akan melaksanakan apa. Item-item-nya sudah ada. Di daerah tengah dan hilir, telah ditentukan juga apa yang mesti dikerjakan.

“Siapa yang melakukan, di mana lokasinya. Cukup rinci meskipun nantinya masih terbuka kalau nanti ada ide-ide baru atau ada yang belum pas. Yang paling penting saya kira adanya kesepakatan antara tim teknis maka di tingkat pengambil kebijakan baik pusat maupun daerah juga memiliki kesepakatan yang sama untuk bersama-sama bekerja sama menangani permasalahan banjir ini. Oleh karena itulah maka kegiatan sore hari ini sangat penting sekali untuk agreement kita secara resmi antara semua stakeholder yang terkait,” ujarnya.

Menteri Tito pun berharap setelah MoU (Memorandum of Understanding) ini akan dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata sehingga terbentuk sistem yang terpadu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air (PSDA) PUPR Kabupaten Bekasi Nurchaidir mengatakan dengan dilakukannya penandatanganan komitmen ini, penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diharapkan dapat terintegrasi karena satu sama lain saling berkaitan terutama dari bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir

“Bekasi sendiri termasuk bagian hilir, jadi dengan adanya kerjasama ini penanganan banjir dan longsor bisa kita integrasikan, dan bisa kita sinkronkan kegiatan- kegiatannya. Saya harap, agar banjir bisa berkurang dan penanganannya bisa secara maksimal,” tandasnya.

( Hartono )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  24  Agustus  2021   Penerapan 3 T dan Optimalisasi Isoter Masih Jadi Fokus Penanganan Covid-19 di Kota Denpasar   Pelaksanaan Rapat Evaluasi Satgas Covid-19 Kota Denpasar yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa yang dipandu Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya di […]

  • Suarakan Darurat Lingkungan, Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan Sederet Musisi Indonesia Bergabung dalam IKLIM

    Suarakan Darurat Lingkungan, Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan Sederet Musisi Indonesia Bergabung dalam IKLIM

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Gianyar, Minggu  29  Juni  2025 Suarakan Darurat Lingkungan, Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan Sederet Musisi Indonesia Bergabung dalam IKLIM     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia, 15 musisi dari berbagai daerah dan genre termasuk Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan sejumlah nama lainnya, […]

  • Pegadaian Raih Kinerja Positif di Masa Pandemi 2020

    Pegadaian Raih Kinerja Positif di Masa Pandemi 2020

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  17  Februari  2021   Pegadaian Raih Kinerja Positif di Masa Pandemi 2020   Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto (Foto/ist)   JAKARTA,  indonesiaexpose.co.id   – PT Pegadaian (Persero) terus menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun anggaran 2020 dengan kenaikan Pendapatan Usaha meningkat 24,27% dari tahun 2019 sebesar Rp.17,67 triliun menjadi Rp.21,96 triliun. Sementara itu dari […]

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  25  September  2020    

  • BMKG peringatkan pasang air laut di Indonesia empat hari ke depan

    BMKG peringatkan pasang air laut di Indonesia empat hari ke depan

    • calendar_month Jumat, 18 Jan 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta , Sabtu 19 Januari 2019 BMKG peringatkan pasang air laut di Indonesia empat hari ke depan   JAKARTA, INDEX – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis peringatan dini pasang maksimum air laut di sejumlah wilayah di Indonesia yang diperkirakan terjadi sejak Sabtu hingga Selasa (22/1). “Adanya fenomena Supermoon (posisi perigee atau jarak terdekat bulan […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  30  Maret  2025 Renungan  Joger

expand_less