Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi, Selasa 02 Juni  2020

 

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

 

 

 

DKI, INDEX  – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menghadiri rapat virtual penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) bersama Gubernur dan Bupati/Walikota di wilayah tersebut.

Penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabekpunjur secara virtual itu dipimpin oleh Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian serta turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.

“Ini terkait antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kita ketahui berapa tahun terjadi banjir di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya bahkan di Bekasi, di Tangerang, Tangsel, di Depok, juga ada banjir. Di daerah lain di luar daerah ini juga banjir seperti di Kabupaten Bogor juga ada longsor di daerah-daerah hulu,” kata Tito dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (02/06/2020).

Menurut Tito, dalam masalah banjir, Jabodetabekpunjur tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ini karena daerah hulu, terutama yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, merupakan wilayah tangkapan air. Ketika di hulu ada banjir, daerah lainnya yang saling terhubung, seperti Kota Bogor, Depok, dan juga daerah-daerah hilirnya, seperti Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, ikut terdampak.

Mendagri Tito menegaskan perlunya kegiatan bersama untuk menangani banjir di Jabodetabekpunjur yang juga jadi perhatian serius Presiden Jokowi. Di awal tahun lalu, Presiden sampai melakukan rapat dengan memanggil langsung para kepala daerah dan para menteri terkait.

“Saya juga hadir pada saat itu di Istana, di mana penyampaian dari Bapak Presiden perlu adanya kerja sama yang terpadu antara daerah-daerah hulu tengah dan hilir. Untuk itu sudah pernah kita inisiasi dari awal untuk melaksanakan rapat-rapat awal antara kementerian dan lembaga yang di pusat dan daerah dan kemudian Kemendagri juga mendorong untuk komunikasi, menjembatani antara langkah-langkah pusat dan daerah,” katanya.

Selain langkah dari daerah, intervensi dari pusat untuk mendukung kerja sama dan integrasi di daerah dilakukan. “Prinsip utama di bagian hulu adalah manajemen area atau daerah tangkapan air ini betul-betul dapat difungsikan, terutama masalah penataan ruang kembali untuk peruntukan penangkapan air, termasuk penghijauan sehingga tidak terjadi longsor yang menjadi bencana tersendiri untuk di daerah tangkapan air tapi juga untuk mengurangi debit air yang turun ke daerah tengah dan daerah hilir,” urai Mendagri.

Di daerah tengah, katanya, aliran air diharapkan bisa berjalan lancar sehingga bisa mengurangi debit air maka perlu dibangun tempat penampungan-penampungan terutama di daerah Bogor, Depok, baik kota maupun kabupaten.

“Selanjutnya untuk daerah hilir sendiri perlu penataan dan manajemen tersendiri juga di antaranya adalah ‘perimbangan’ sungai, sistem kanal yang ada. Sehingga airnya dapat lancar mengalir, tidak terjadi penyempitan yang mengakibatkan penyumbatan, juga pintu-pintu air yang memadai dan kemudian tidak mampet. Di samping itu juga resapan-resapan air dalam bentuk biopori sehingga tidak terjadi air menggenang yang berlebihan ke daerah-daerah atau tempat-tempat yang menuju daerah aliran sungai atau sistem aliran sungai yang lain,” katanya.

” Di daerah hilir pun tidak terdapat debit air yang sangat berlebihan dan kemudian bisa mengalir dengan baik serta dapat dikurangi karena adanya resapan-resapan dan biopori. Ini semua dicanangkan dan kemudian setelah dirasionalisasikan karena adanya realokasi dan refocusing anggaran dengan adanya krisis COVID-19 maka telah identifikasi sebanyak 584 kegiatan dengan anggaran total lebih kurang Rp 35 triliun yang dikerjakan. Sudah diatur kesepakatan dalam rapat teknis, siapa berbuat apa,” katanya.

Misalnya, kata Menteri Tito, untuk kementerian di pusat, telah diatur melaksanakan apa. Kemudian di daerah hulu baik provinsi maupun kabupaten dan kota, juga diatur akan melaksanakan apa. Item-item-nya sudah ada. Di daerah tengah dan hilir, telah ditentukan juga apa yang mesti dikerjakan.

“Siapa yang melakukan, di mana lokasinya. Cukup rinci meskipun nantinya masih terbuka kalau nanti ada ide-ide baru atau ada yang belum pas. Yang paling penting saya kira adanya kesepakatan antara tim teknis maka di tingkat pengambil kebijakan baik pusat maupun daerah juga memiliki kesepakatan yang sama untuk bersama-sama bekerja sama menangani permasalahan banjir ini. Oleh karena itulah maka kegiatan sore hari ini sangat penting sekali untuk agreement kita secara resmi antara semua stakeholder yang terkait,” ujarnya.

Menteri Tito pun berharap setelah MoU (Memorandum of Understanding) ini akan dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata sehingga terbentuk sistem yang terpadu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air (PSDA) PUPR Kabupaten Bekasi Nurchaidir mengatakan dengan dilakukannya penandatanganan komitmen ini, penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diharapkan dapat terintegrasi karena satu sama lain saling berkaitan terutama dari bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir

“Bekasi sendiri termasuk bagian hilir, jadi dengan adanya kerjasama ini penanganan banjir dan longsor bisa kita integrasikan, dan bisa kita sinkronkan kegiatan- kegiatannya. Saya harap, agar banjir bisa berkurang dan penanganannya bisa secara maksimal,” tandasnya.

( Hartono )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • XL Axiata Sediakan Akses Komunikasi untuk Satgas Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

    XL Axiata Sediakan Akses Komunikasi untuk Satgas Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Surabaya, Rabu  29  Juli  2020   XL Axiata Sediakan Akses Komunikasi untuk Satgas Penanganan Covid-19 di Jawa Timur     Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit (kiri) menyerahkan secara simbolis bantuan akses komunikasi kepada Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan. JATIM, INDEX – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memberikan […]

  • Buka D’Youth Fest 4.0, Walikota Jaya Negara Berharap Jadi Wahana Kreativitas 

    Buka D’Youth Fest 4.0, Walikota Jaya Negara Berharap Jadi Wahana Kreativitas 

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  09  Juni  2024 Buka D’Youth Fest 4.0, Walikota Jaya Negara Berharap Jadi Wahana Kreativitas   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri inagurasi pembukaan dengan konsep Dragon Ball di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya Kota […]

  • Pemkot Denpasar Gelar Monev Kearsipan 2022, Lima OPD Raih Nilai Tertinggi

    Pemkot Denpasar Gelar Monev Kearsipan 2022, Lima OPD Raih Nilai Tertinggi

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  22  November  2022   Pemkot Denpasar Gelar Monev Kearsipan 2022, Lima OPD Raih Nilai Tertinggi   Bali,  indonesiaexpose.co.id    – Usai menggelar dua tahap penilaian sejak 14 Juli sampai 3 Oktober 2022 lalu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, akhirnya menentukan 5 peringkat terbaik dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Kearsipan […]

  • Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Pimpin Studi Komparatif ke GOW Kota Bogor

    Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Pimpin Studi Komparatif ke GOW Kota Bogor

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Bogor, Sabtu  02  Desember  2023 Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Pimpin Studi Komparatif ke GOW Kota Bogor   Jawa Barat,  indonesiaexpose.co.id  –  Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, bersama para anggotanya melakukan studi komparatif, dengan menyambangi Sekretariat GOW Kota Bogor, pada Jumat (1/12). Studi ini ditujukan untuk mempelajari bagaimana […]

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  19   Juli 2022

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  05  Juli 2023 Renungan  Joger

expand_less