Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kawasan Pantai Padanggalak Ditutup Sementara Untuk Aktivitas Melayangan, Rare Angon Diminta Maklum dan Bersabar Demi Kebaikan Bersama

Kawasan Pantai Padanggalak Ditutup Sementara Untuk Aktivitas Melayangan, Rare Angon Diminta Maklum dan Bersabar Demi Kebaikan Bersama

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Senin  20  Juni  2020

 

 

Kawasan Pantai Padanggalak Ditutup Sementara Untuk Aktivitas Melayangan, Rare Angon Diminta Maklum dan Bersabar Demi Kebaikan Bersama

 

 

 

BALI,  INDEX  –  Untuk mencegah penyebaran covid 19 semakin meluas di Kota Denpasar, akses menuju pantai Padanggalak ditutup sementara untuk aktivitas melayangan. Dimana, penutupan ini bersifat sementara dan dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurai kerumunan yang sangat riskan menjadi pusat penyebaran baru Covid-19.

“Iya memang ditutup, tapi sifatnya sementara, sembari terus dievaluasi, mengingat saat ini hampir semua desa dan kelurahan terdapat kasus Covid-19, jadi kita menghindari adanya orang tanpa gejala yang tidak terdeteksi, mengingat yang memanfaatkan bukan hanya masyarakat sekitar, melainkan dari berbagai daerah luar Denpasar,” ujar Wakil Bendesa Kesiman Wayan Sukana di Denpasar, Senin (20/7/2020).

Dijelaskan Wayan Sukana pada prinsipnya pihak Desa Adat tidak ada melarang masyarakat untuk menaikkan layang-layang. Namun demikian aspek pencegahan Covid-19 juga harus dikedepankan. Mengingat kasus positif Covid-19 masih tinggi terjadi di Kota Denpasar.

Penutupan sementara akses menuju pantai Padanggalak sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, namun kami memastikan ini sementara, jika dituasi sudah memungkinkan akan dibuka kembali. Terkait kondisi ini kami berharap Semeton Rare Angon untuk maklum, ini demi kebaikan bersama,” kata Sukana.

Kebijakan penutupan akses tersebut dilakukan sesuai hasil paruman prajuru Desa Adat Kesiman bersama pemerintah dari tiga desa yakni Desa Kesiman Kertalangu, Desa Kesiman Petilan, dan Kelurahan Kesiman untuk sepakat menutup akses sementara agar penghoby layangan tidak menaikan layangan di kawasan Padanggalak dan sekitarnya.

Sebab, dari pantauan yang dilakukan Desa Adat termasuk laporan kekhawatiran warga Kesiman terkait penyebaran Covid-19. Sebab, yang menaikkan layang-layang di kawasan Padanggalak bukan hanya warga Denpasar melainkan warga luar Denpasar yang ramai-ramai membawa layangan besar untuk diterbangkan.

“Bukan hanya warga Denpasar, tetapi banyak warga yang dari luar Denpasar membawa truk ramai-ramai untuk menaikkan layang-layang. Selain itu juga banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan baik Physical Distancing dan tidak memakai masker. Itu yang menjadi kekhawatiran warga kami, Satgas, dan prajuru desa adat jika salah satu ada yang terpapar sudah pasti akan menyebarkan ke yang lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya tidak pernah melarang warga bermain layang-layang dikawasan tersebut. Tetapi harusnya warga juga paham dengan masa pandemi saat ini jangan sampai membuat kerumunan. “Kami tidak melarang sebenarnya orang hoby menaikan layang-layang. Terapi harusnya mereka bisa menerapkan protokol kesehatan. Itu yang membuat kami mengambil kebijakan untuk menutup sementara akses menuju pantai, disamping juga saat ini kami sedang menerapkan PKM mandiri,” imbuhnya.

Dikatakan Sukana, penutupan tersebut akan berlangsung sampai kondisi Covid-19 ini mereda. Namun, ada pengecualian jika kedepannya warga mau membatasi orang bermain layang-layang di kawasan pantai Padanggalak. “Kami akan buka kembali jika kondisi sudah membaik. Atau pengecualian jika warga tidak lagi berkerumun. Kalau mau hanya satu dua orang dengan jarak jauh dengan warga lain posisinya mungkin kami akan toleransi untuk membuka kembali kawasan itu. Kalau tidak kami batasi dulu,” pungkasnya.

Sementara, Perbekel Kesiman Petilan, I Wayan Mariyana mengatakan, untuk proses penutupan tersebut pihaknya memberikan kekuatan hukum untuk desa adat. Penutupan tersebut kata dia bukan semata-mata melarang melainkan memberikan pemahaman kepada warga untuk tetap waspada dengan Covid-19 saat ini.

Mariana mengatakan, pihaknya sempat melakukan sidak Kamis kemarin dan mendapati warga sangat ramai menaikan layang-layang.

“Padahal tahun ini tidak ada festival, tetapi suasananya seperti festival. Padahal, kawasan tersebut belum dibuka untuk umum. Dari hasil sidak itulah kami membackup desa adat dari segi aturan hukumnya. Kami terapkan aturan yang ada dalam Perwali. Apalagi, PKM Khusus di Desa Kesiman Petilan masih berlangsung,” tutupnya.

(070)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wawali Arya Wibawa Serahkan 9 Unit Bantuan Layak Huni Bagi Warga Kurang Mampu.

    Wawali Arya Wibawa Serahkan 9 Unit Bantuan Layak Huni Bagi Warga Kurang Mampu.

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  05  Juli  2024 Wawali Arya Wibawa Serahkan 9 Unit Bantuan Layak Huni Bagi Warga Kurang Mampu.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemkot Denpasar menyerahkan sebanyak 9 unit bantuan rumah layak huni lengkap dengan perabotan rumah tangga di dalamnya, seperti kasur, seprei, kompor gas, gas elpiji 3 kilogram, dan almari kepada keluarga penerima bantuan. Bantuan […]

  • Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih Rsigana Pedudusan Alit Lan Mupuk Pedagingan di Pura Kertalingga Kesiman

    Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih Rsigana Pedudusan Alit Lan Mupuk Pedagingan di Pura Kertalingga Kesiman

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  25  Januari  2020   Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih Rsigana Pedudusan Alit Lan Mupuk Pedagingan di Pura Kertalingga Kesiman   BALI,  INDEX  –  Rahina Sanicara Kliwon Wuku Wariga, warga masyarakat Banjar Kertapura Kesiman melaksanakan Karya Ngenteg Linggih Ngrsigana Pedudusan Alit Lan Mupuk Pedagingan di Pura Kertalingga Kesiman Sabtu (25/1). Acara ini dihari […]

  • Bupati Bangli  Sang Nyoman Sedana Arta, Buka Internasional Conference on Inter Religious,Science And Technologi ( ICONIST ke 5 )

    Bupati Bangli  Sang Nyoman Sedana Arta, Buka Internasional Conference on Inter Religious,Science And Technologi ( ICONIST ke 5 )

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Bangli, Kamis  11  Agustus  2022   Bupati Bangli  Sang Nyoman Sedana Arta, Buka Internasional Conference on Inter Religious,Science And Technologi ( ICONIST ke 5 )   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinan Sang Nyoman Sedana Arta berkolaborasi dengan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta komitmen majukan […]

  • Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Barat.

    Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Barat.

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  25  Januari  2023   Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Barat.   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Kecamatan Denpasar Barat kembali menggelar Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Kantor Kecamatan Denpasar Barat, pada Selasa (24/1/2023). Acara ini dibuka Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang ditandai dengan pemukulan […]

  • Sandang Predikat Integrative, Kota Denpasar Masuk Top 5 RKCI Tahun 2021

    Sandang Predikat Integrative, Kota Denpasar Masuk Top 5 RKCI Tahun 2021

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  29  Desember  2021   Sandang Predikat Integrative, Kota Denpasar Masuk Top 5 RKCI Tahun 2021   Ilustrasi   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Di penghujung Tahun 2021 ini Kota Denpasar kembali sukses meraih prestasi skala nasional. Kali ini, Ibu Kota Provinsi Bali ini sukses masuk Top 5 Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2021. Dimana, […]

  • Waspada,  Homestay Fiktif  Tipu Wisatawan 

    Waspada,  Homestay Fiktif  Tipu Wisatawan 

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Jumat 27  Desember  2024 Waspada,  Homestay Fiktif  Tipu Wisatawan     Daerah Istimewa Yogyakarta, indonesiaexpose.co.id  –  DIY  yang identik dengan julukan kota pariwisata pendidikan dan kota budaya. Ternyata julukan kota Never Ending Asia itu tercoreng ulah segelintir oknum memperdaya wisatawan yang berkunjung kekota Yogyakarta pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Hal ini di […]

expand_less