Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Menkeu: UU HPP Upaya Optimalkan Penerimaan Negara yang Berkeadilan

Menkeu: UU HPP Upaya Optimalkan Penerimaan Negara yang Berkeadilan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • visibility 675
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Selasa  12  Oktober  2021

 

Menkeu: UU HPP Upaya Optimalkan Penerimaan Negara yang Berkeadilan


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Foto/Ist)

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) menjadi salah satu tonggak bersejarah reformasi perpajakan yang menjadi bagian dari reformasi struktural untuk mencapai Indonesia Maju melalui fondasi sistem perpajakan yang adil, sehat, efektif, dan akuntabel. Reformasi perpajakan juga menjadi bagian dari proses berkelanjutan upaya percepatan pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional melalui penataan ulang sistem perpajakan agar lebih kuat di tengah tantangan pandemi dan dinamika masa depan yang harus terus diantisipasi.

“Asas dari peraturan perpajakan yang ingin dibangun di dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan adalah perpajakan harus menimbulkan keadilan, kesederhanaan, efisiensi, kepastian hukum, kemanfaatan, dan kepentingan nasional,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (12/10/2021).

Menkeu mengatakan bahwa tujuan UU HPP ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Menurut Menkeu, pemulihan ekonomi dan pembalikan pertumbuhan membutuhkan banyak sekali sumber daya, yang harus didesain secara sangat hati-hati dan detail. Pemerintah menggunakan semua instrumen yang ada dalam APBN seperti perpajakan baik pajak dan bea cukai, PNBP, belanja negara, belanja daerah, dan pembiayaan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi tersebut.

“Kita juga ingin melalui Undang-Undang ini mengoptimalkan penerimaan negara, mewujudkan sistem pajak yang berkeadilan dan memberikan kepastian hukum, serta melaksanakan reformasi administrasi, serta kebijakan perpajakan yang makin harmonis dan konsolidatif untuk memperluas juga basis perpajakan kita di era globalisasi dan teknologi digital yang begitu sangat mendominasi,” lanjut Menkeu.

Selanjutnya, tujuan keempat dari UU HPP ini adalah pemerintah ingin terus meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak. Menkeu melanjutkan bahwa langkah reformasi yang diambil melalui UU HPP ini melalui beberapa hal, yaitu dengan melakukan penguatan administrasi perpajakan (KUP), program pengungkapan sukarela wajib pajak (PPS), serta perluasan basis perpajakan yang bertujuan untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan melalui perbaikan kebijakan dalam PPh, PPN, cukai dan pengenalan pajak karbon.

“Muatan dalam Undang-Undang ini adalah undang-undang yang menyangkut pajak penghasilan (PPh), untuk (perubahan) UU pajak penghasilan ini berlaku mulai tahun pajak 2022. Kemudian muatan kedua menyangkut Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang baru akan mulai berlaku 1 April 2022. Jadi perubahan di PPN tidak berlaku pada tanggal 1 Januari 2022, namun 1 April 2022 dan memberikan waktu untuk kita terus memberikan komunikasi dan terus menyampaikan ke publik mengenai struktur dari PPN ini,” kata Menkeu.

Muatan UU HPP yang ketiga adalah yang menyangkut Undang-undang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP) yang berlaku mulai sejak Undang-undang ini diundangkan. Yang keempat, adalah program pengungkapan sukarela yang berlaku hanya 6 bulan sejak tanggal 1 Januari hingga 30 Juni 2022. Kelima, elemen pajak karbon yang baru mulai berlaku tanggal 1 April 2022, namun mengikuti peta jalan di bidang karbon. Dan yang keenam adalah perubahan di bidang UU cukai yang berlaku sejak tanggal diundangkan.

(002)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbukti Berhasil Tingkatkan Produksi Unggas  XL Axiata – Sierad Produce Perluas Penerapan Solusi flexIoT XL Smart Poultry

    Terbukti Berhasil Tingkatkan Produksi Unggas XL Axiata – Sierad Produce Perluas Penerapan Solusi flexIoT XL Smart Poultry

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  05  Agustus  2020     Terbukti Berhasil Tingkatkan Produksi Unggas XL Axiata – Sierad Produce Perluas Penerapan Solusi flexIoT XL Smart Poultry     JAKARTA,  INDEX  –   Solusi XL Smart Poultry berbasis Internet of Things (IoT) dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terbukti telah berhasil meningkatkan produksi unggas milik PT Sierad Produce […]

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  31  Januari  2023 Pererat Kerjasama Antar Kota, Pemkot Denpasar Kembali Tanda Tangani MoU “Sister City” Dengan Pemkot Mossel Bay Afrika Selatan.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Mossel Bay, Provinsi Western Cape, Afrika Selatan, kembali menyepakati bentuk kerja sama “Sister City” antara keduanya. Hal ini tertuang dalam Memorandum […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  21  Februari  2023 Renungan  JOGER

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  11  Agustus 2022 Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Mataram, Jumat  26  November  2021

  • OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

    OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  05  Februari  2024 OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)     Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) berkomitmen untuk bersama memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar lebih kontributif dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah melalui penguatan dan konsolidasi BPD. Demikian […]

expand_less