Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Dukung Program KPK : Bupati Tabanan Menghadiri Seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Dukung Program KPK : Bupati Tabanan Menghadiri Seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
  • visibility 250
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tabanan, Rabu 01 Desember 2021

 

Dukung Program KPK : Bupati Tabanan Menghadiri Seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya didampingi oleh Asisten 3, Kepala Bakeuda, Kepala Inspektorat dan Kepala DPMTSP, mengikuti seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang dilakukan secara hybrid di seluruh Indonesia, di TCC, Kantor Bupati Tabanan, Rabu (1/12/2021).(Foto/Ist)

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya didampingi oleh Asisten 3, Kepala Bakeuda, Kepala Inspektorat dan Kepala DPMTSP, mengikuti seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang dilakukan secara hybrid di seluruh Indonesia, di TCC, Kantor Bupati Tabanan, Rabu (1/12/2021).

Seminar Nasional bertema “Transformasi Perizinan Berbasis Risiko Pada Sektor Pertambangan” ini merupakan rangkaian peringatan (Hari Anti Korupsi Se-Dunia) Hakordia 2021 yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2021 dan diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dipimpin oleh Komjen Pol. Firli Bahuri, M.Si selaku ketua KPK dan disiarkan secara langsung dari Sulawesi Selatan, seminar ini juga dihadiri secara daring oleh Gubernur dan para Bupati / Walikota Se-Indonesia.

Dalam seminar ini, Firli Bahuri selaku ketua KPK memberikan arahan pada seluruh Kepala Daerah yang mengikuti, terkait persoalan bangsa yang wajib untuk dituntaskan di Indonesia. Persoalan tersebut terbagi menjadi 4 hal ; yang pertama meliputi Bencana alam maupun non alam, termasuk krisis kesehatan yang disebabkan Pandemi Covid-19 dan melumpuhkan sektor ekonomi nasional. Selanjutnya adalah kasus penyalahgunaan narkoba, terorisme dan radikalisme dan terakhir adalah tindak pidana korupsi.

Kendala tersebut harus segera diselesaikan, guna mewujudkan tujuan nasional yang selaras Alinea ke-4 pancasila. Termasuk di dalamnya, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan Kehidupan bangsa dan Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang bedasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Bupati Sanjaya mengikuti kegiatan seminar nasional ini dengan sungguh-sungguh, karena hal ini dirasa sangat penting bagi jajaran pemerintahan utamanya, untuk memenuhi peran dalam berlangsungnya program pembangunan di Indonesia. “Saya sangat mengapresiasi rangkaian Hakordia dengan tema Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi ini, sejalan dengan komitmen pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus Bersatu dan bersinergi dengan KPK serta para stakeholder dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Tabanan” papar Sanjaya.

Lebih lanjut, Firli Bahuri mengamanatkan pada seluruh kepala daerah untuk memenuhi peran penting dalam menjalankan tugas negara, sesuai dengan peran kepala daerah yang memiliki mandat untuk mewujudkan tujuan negara serta bertanggung jawab untuk menjamin stabilitas politiki dan keamanan. Kemudian untuk menjamin keselamatan masyarakat dari segala gangguan bencana dan pertumbuhan ekonomi, menjamin kepastian kemudahan investasi dan perizinan berusaha, serta menjamin keberlangsungan program pembangunan nasional.

Ia berharap untuk terus ditanamkan dalam sikap pemimpin daerah bahwa Korupsi adalah kejahatan serius, Negara gagal dalam mewujudkan tugas Negara akibat korupsi.

“Korupsi bukan hanya kejahatan merugikan keuangan negara, bukan saja merugikan perekonomian negara, tetapi korupsi merupakan bagian dari kejahatan merampas hak-hak rakyat dan hak asasi manusia, karena itu korupsi bisa dikatakan sebagai kejahatan melawan kemanusiaan,” tandasnya.

Seminar berlangsung sejak pukul 08.00 pagi dengan dua pemateri utama yakni Staf Khusus Menteri ESDM dengan materi Pendelegasian Kewenangan Perizinan Pertambangan Antar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan Staf ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi / BKPM, terkait Transformasi Perizinan Berbasis Risiko Dalam Perizinan Tambang. Dilanjutkan dengan sesi diskusi oleh stakeholder terkait dan para penanggap yang berhadapan langsung dengan sektor perizinan di bidang pertambangan.

(Adv)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  06  Juli  2020

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  12  September  2020   Renungan  JOGER

  • Index

    Index

    • calendar_month Senin, 24 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Banten, Senin 24 April 2023  

  • 9 Polisi Terluka Saat Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jabar

    9 Polisi Terluka Saat Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jabar

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Bandung, Selasa  24  September  2019   9 Polisi Terluka Saat Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jabar   Jawa Barat,INDEX  –  Selaku anggota Polri harus memiliki jiwa melindungi dan mengayomi saat bertugas khususnya saat mengawal demokrasi kebebasan mengemukakan pendapat masyarakat ataupun kelompok apapun. Hal tersebut dibuktikan, saat aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di depan Gedung DPRD […]

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat 26 Agustus 2022

  • Terkepung ASF, Pengawasan Karantina Diperketat Dengan Libatkan Instansi Terkait

    Terkepung ASF, Pengawasan Karantina Diperketat Dengan Libatkan Instansi Terkait

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Kuta,  Selasa  10  Desember  2019   Terkepung ASF, Pengawasan Karantina Diperketat Dengan Libatkan Instansi Terkait   BALI, INDEX – African Swine Fever(ASF) atau lebih dikenal dengan flu babi Afrika sedang mengancam peternakan babi di Indonesia khususnya Bali. Hal ini melihat status penyakit ASF yang sudah mewabah dibeberapa negara tetangga dan yang terakhir di bulan September […]

expand_less