Dewa Rai Desak APBD 2027 Bela Rakyat
- account_circle Admin
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Senin 02 November 2026
Dewa Rai Desak APBD 2027 Bela Rakyat

Bali, indonesiaexpose.co.id — Pembahasan APBD Bali 2027 memanas dengan sejumlah usulan prioritas untuk kepentingan masyarakat. Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, mendesak lima sektor menjadi perhatian serius pemerintah. Mulai dari kebudayaan, penambahan SMA, rumah layak huni bagi warga kurang mampu, fasilitas CT Scan di RS Bali Mandara, hingga infrastruktur dan keselamatan jalan. Dewa Rai mengingatkan, masih banyak rakyat Bali yang belum memiliki rumah layak huni. APBD 2027 harus menjawab kebutuhan rakyat, bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran!
Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027 mendapat sorotan tajam.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai, SH., MH., mendesak agar kebijakan anggaran tahun 2027 benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat. Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bali, Senin (2/11/2026).
Dewa Rai menekankan lima sektor prioritas yang harus mendapatkan perhatian serius pemerintah daerah.
Lima sektor tersebut meliputi penguatan kebudayaan Bali, pendidikan, program sosial dan rumah layak huni, pelayanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur jalan.

PERTAMA, PENGUATAN KEBUDAYAAN BALI.
Dewa Rai menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat kebudayaan Bali sebagai fondasi identitas, jati diri, serta keberlanjutan peradaban masyarakat Pulau Dewata.
KEDUA, PENDIDIKAN DAN PENAMBAHAN SMA.
Pemerintah Provinsi Bali didorong memperhatikan pemerataan akses pendidikan, termasuk penambahan sekolah menengah atas (SMA) untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mengurangi persoalan keterbatasan daya tampung sekolah.
KETIGA, PROGRAM SOSIAL DAN RUMAH LAYAK HUNI.
Persoalan rumah rakyat menjadi perhatian khusus. Dewa Rai mengingatkan masih banyak masyarakat Bali, terutama kelompok kurang mampu, yang belum memiliki rumah layak huni.
Karena itu, program bantuan sosial dan penyediaan rumah layak huni harus menjadi bagian penting dalam kebijakan APBD 2027.
KEEMPAT, PELAYANAN KESEHATAN.
Dewa Rai juga menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas kesehatan, termasuk pengadaan alat CT Scan di Rumah Sakit Bali Mandara guna mendukung pelayanan medis kepada masyarakat.
KELIMA, INFRASTRUKTUR JALAN DAN KESELAMATAN.
Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan juga harus mendapat perhatian, tidak hanya untuk mendukung konektivitas, tetapi juga menjamin keselamatan para pengguna jalan.
Desakan tersebut menjadi catatan penting dalam pembahasan anggaran daerah. APBD 2027 diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjawab persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, perumahan hingga pelestarian kebudayaan Bali.
LIMA PRIORITAS, SATU PESAN: ANGGARAN DAERAH HARUS MENYENTUH KEBUTUHAN RAKYAT!
Pembahasan APBD Bali 2027 memanas dengan sejumlah usulan prioritas untuk kepentingan masyarakat. Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, mendesak lima sektor menjadi perhatian serius pemerintah. Mulai dari kebudayaan, penambahan SMA, rumah layak huni bagi warga kurang mampu, fasilitas CT Scan di RS Bali Mandara, hingga infrastruktur dan keselamatan jalan. Dewa Rai mengingatkan, masih banyak rakyat Bali yang belum memiliki rumah layak huni. APBD 2027 harus menjawab kebutuhan rakyat, bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran!
(080)
- Penulis: Admin
