Saturday , October 31 2020
Home / Bali / IGK Kresna Budi  terpilih secara aklamasi sebagai Keyua DPD Golkar Kab.Buleleng periode 2020-2025

IGK Kresna Budi  terpilih secara aklamasi sebagai Keyua DPD Golkar Kab.Buleleng periode 2020-2025

Singaraja, Sabtu  22  Agustus  2020

 

IGK Kresna Budi  terpilih secara aklamasi sebagai Keyua DPD Golkar Kab.Buleleng periode 2020-2025

 

Ketua  Golkar  Kab. Buleleng  IGK  Kresna Budi  (Foto/ist)

 

BALI,  INDEX  –  Musyawarah daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Buleleng akhirnya menetapkan IGK Kresna Budi menjadi Ketua Partai Golkar Buleleng periode 2020-2025.

IGK  Kresna Budi yang kini  menjabat sebagai anggota legislatif DPRD Bali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD  Golkar Kab.Buleleng – Bali untuk periode lima tahun depan.

Hampir 100 persen suara ia raih dari pemegang hak suara mulai dari pengurus Partai Golkar tingkat kecamatan, desa, sayap partai hingga dukungan suara ia dapat dari pendiri dan sesepuh Golkar Buleleng.

Ketua  Golkar  Kab. Buleleng  IGK  Kresna Budi  mengatakan,  agenda kedepan pihaknya membentuk dan menata kepengurusan partai Golkar dalam waktu dua minggu kedepan tuntas struktur pengurus.

“Kita targetkan 2 minggu, tapi kalau bisa seminggu ini sudah selesai apakah bagusnya, kita sudah punya nanti nama-namanya,” ujarnya

Kemudian pihaknya akan lebih banyak melaksanakan program-program kerja yang menyentuh dan menyasar masyarakat.

“Yang terpenting merangkul dan menentukan tokoh dan sesepuh Golkar Buleleng. Salah satu contoh masuknya Putu Singyen sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar Buleleng,” imbuhnya

Sementara untuk calon yang akan maju untuk pilkada tahun 2022 pihaknya pasti akan menyiapkan yang terbaik.

“Partai Golkar pasti sudah siap, untuk calon nya biar waktu yang menentukan,” ungkapnya.

Sementara , Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry mengklaim pemilihan kali ini tanpa perpecahan dan perbedaan di internal Partai.

Menurutnya, selama ini dalam setiap hajatan Musda Golkar di tingkat kabupaten selalu terjadi perpecahan dan perbedaan. Ia berharap dengan musda kali ini agar menguatkan kader agar meningkatkan kebersamaan.

“Saya tidak mau itu terjadi. Kalau pecah yang merugikan, Partai Golkar itu sendiri,” ucapnya.

Maka Musda Golkar harus terjadi perubahan. Dengan mengalahkan perilaku dirinya sendiri. Untuk kemajuan Golkar dan bangsa ini. Dengan cara apa salah satu kebersamaan dan perubahan.

“Nah proses Musda inilah waktu tepat untuk memulai memilih Ketua DPD Golkar Kabupaten secara aklamasi,” tutupnya.

(067)

 

 

 

 

Check Also

Renungan  JOGER

Bali,  Jumat  30  Oktober  2020   Renungan  JOGER  

PUPR Denpasar Atensi Genangan di Tiga Titik, Terus Gencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air Sebagai Langkah Antisipasi Banjir

Denpasar, Jumat  30  Oktober  2020   PUPR Denpasar Atensi Genangan di Tiga Titik, Terus Gencarkan …