Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Polda Metro Jaya Buru DPO Penipuan Data COD Ninja Xpress, Dua Pelaku Sudah Dibekuk

Polda Metro Jaya Buru DPO Penipuan Data COD Ninja Xpress, Dua Pelaku Sudah Dibekuk

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • visibility 381
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Sabtu 12 Juli 2025

Polda Metro Jaya Buru DPO Penipuan Data COD Ninja Xpress, Dua Pelaku Sudah Dibekuk

 

Penyidik Ditresiber Gelar Keterangan Pers di Markas Kepolisian Polda Metro Jaya, Jum’at (11/7/2025).(Foto/ist)

Jakarta, indonesiaexpose.co.id  – Penyidik Ditressiber Polda Metro Jaya menangkap 2 tersangka penipuan online berinisial T dan MFB, serta 1 orang masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial G.

Wadirressiber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus mengatakan para tersangka mengambil informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik Ninja Xpress berupa Data Pesanan / Data paket yang terdiri dari: Nama pemesan, Jumlah Pemesanan, jenis pesanan, alamat pengiriman, nomor handphone pemesan dan biaya COD.

“Para tersangka melakukan aksi penipuan COD mulai 24 Desember 2024 hingga 13 Januari 2025, di wilayah hukum Kota Bekasi,” kata AKBP Fian Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (11/7/2025).

Lanjut AKBP Fian Yunus, T ditangkap pada Senin 5 Mei 2025 di rumahnya di Jl. Pasirluyu Kota Bandung, Jawa Barat. Sedangkan MFB ditangkap juga pada hari Senin 5 Mei 2025 di rumahnya di Blok Sembung, Kab. Cirebon, Jawa Barat.

“Modus tersangka G (DPO) menawarkan kepada tersangka MFB Rp 2.500 untuk setiap data pesanan paket COD yang ada di system Ninja Xpress yang terjadi di daerah Cirebon, Bandung, dan Majalengka,” terang AKBP Fian Yunus melalui siaran tertulisnya di Jakarta.

Tersangka MFB meminta tersangka T untuk dapat memberikan data pesanan paket COD Ninja Xpress yang akan dibayarkan Rp. 1.500,- untuk setiap data pesanan paket COD.

“Adapun Tersangka T adalah pekerja harian lepas Ninja Xpress yang bertugas menyortir barang pesanan sesuai lokasi pengiriman. Tersangka T tidak memiliki akses ke sistem operasional Ninja Xpress,” tambahnya.

Selanjutnya, tersangka T menggunakan akun/user milik Karyawan Ninja Xpress lain tanpa sepengetahuan pemilik akun mengakses ke sistem operasional Ninja Xpress.

“Tersangka T mengakses OpV2 dan melakukan pembukaan / unmasking pada data customer tersebut berupa: nama pemesan, jumlah pemesanan, jenis pesanan, alamat pengiriman, nomor handphone pemesan dan biaya COD pesanan,” paparnya.

Kemudian tersangka T memberikan data pesanan paket COD dalam bentuk/format excel yang sebelumnya diberikan oleh Tersangka MFB.

“Sekitar bulan Desember 2024 sampai Januari 2025, diketahui ada sekitar 100 informasi komplain dari customer atas pembelian barang secara online dari e-commerce Tiktok. Pembelian tersebut menggunakan pengiriman melalui pihak jasa ekspedisi Ninja Xpress dengan jenis pembayaran Cash On Delivery (COD) atau pembayaran setelah barang sampai,” imbuhnya.

Kemudian pihak Ninja Xpress melakukan audit untuk mengetahui, berapa paket yang diterima lebih cepat, sebelum waktu yang ditentukan dalam jenis pembayaran COD. Adapun jenis pembayaran COD memiliki lama waktu pengiriman 7(tujuh) hari.

“Hasil dari audit tersebut, ditemukan adanya 294 (dua ratus sembilan puluh empat) pengiriman dengan jenis pembayaran COD yang selesai lebih cepat dari 7 (tujuh) hari,” terangnya.

Hal tersebut dikarenakan adanya penyalahgunaan wewenang karyawan Ninja Xpress di kantor Lengkong, Bandung, Jawa Barat. Ninja Xpress menggunakan sistem OpV2 dimana resi NJVT (kode rahasia) yang memuat informasi pengiriman atas pembelian customer dari e-commerce tersebut sudah terlindungi, namun ada oknum karyawan Ninja Xpress yang mengakses sistem OpV2 dan membuka data customer yang terlindungi dengan istilah unmasking.

Tersangka dijerat Pasalv46 jo Pasal 30 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.

Pasal 48 Jo Pasal 32 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Sebagaimana Diubah Terakhir Dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun.

(Ton/009).

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menparekraf: “ICREFS 2023” Jadi Pemacu Ekonomi Kreatif Indonesia

    Menparekraf: “ICREFS 2023” Jadi Pemacu Ekonomi Kreatif Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Jakarta,  Selasa  07  Maret 2023 Menparekraf: “ICREFS 2023” Jadi Pemacu Ekonomi Kreatif Indonesia   Menparekraf Sandiaga, dalam Closing ICREFS 2023, di FX Sudirman, Jakarta, Minggu (5/3/2023) malam.(foto/ist)   Penciptaan lapangan kerja baru dan berkualitas serta kebangkitan ekonomi dapat diwujudkan melalui majunya sektor ekraf Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle 110
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  03  April  2026 Renungan  JOGER

  • Kapolda Jabar, Bersama Gubernur dan Pangdam lll/ Siliwangi Cek Kesiapan Secapa AD Sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19

    Kapolda Jabar, Bersama Gubernur dan Pangdam lll/ Siliwangi Cek Kesiapan Secapa AD Sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Bandung,  Selasa  12  Januari  2021   Kapolda Jabar, Bersama Gubernur dan Pangdam lll/ Siliwangi Cek Kesiapan Secapa AD Sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 JAWA BARAT,indonesiaexpose.co.id  –  Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si bersama Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil, Pangdam III / Siliwangi dan Kajati dalam kunjungan Forkopimda Provinsi Jabar melakukan pengecekan Kesiapan Secapa-AD […]

  • Tegakan  Prokes Kapolda  Metro  Jaya  Inspeksi  ke Sejumlah  Pasar  Tradisioanal  Ibu  Kota

    Tegakan  Prokes Kapolda  Metro  Jaya  Inspeksi  ke Sejumlah  Pasar  Tradisioanal  Ibu  Kota

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  2  Februari  2021   Tegakan  Prokes Kapolda  Metro  Jaya  Inspeksi  ke Sejumlah  Pasar  Tradisioanal  Ibu  Kota JAKARTA,  indonesiaexpose.co.id  –  Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran melanjutkan safari inspeksi mendadak ke wilayah lain di Ibu Kota. Kali in ke Pasar Kaget di kawasan Jl Kalibata Utara V, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (1/2/21) Irjen Fadil mengungkapkan, […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  13  Februari  2021   Renungan  JOGER  

  • index

    index

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu 08 Juli 2023

expand_less