Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jaya Negara Buka Pameran Ten Fine Art. Ajak Seniman Tetap Berkarya Dengan Berbasis Akar Kebudayaan

Jaya Negara Buka Pameran Ten Fine Art. Ajak Seniman Tetap Berkarya Dengan Berbasis Akar Kebudayaan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  10  Desember  2021

 

Jaya Negara Buka Pameran Ten Fine Art. Ajak Seniman Tetap Berkarya Dengan Berbasis Akar Kebudayaan

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Serangkaian pelaksanaan Denpasar Festival ke-14 serta hari Anniversary Ten Fine Art yang ke 17 Tahun dilaksanakan pameran karya seni lukis yang dilaksanakan di Gedung Dharma Negara Alaya, pada Kamis (9/12/2021).

Dalam kesempatan tersebut hadir sekaligus membuka acara pameran karya seni lukisan Ten Fine Art yang ditandai dengan menggoreskan cat di media kanvas oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Anggota DPR RI yang juga sebagai pencinta seni, Rieke Diah Pitaloka, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa beserta istri, serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pameran ini sehingga dapat sejalan dengan visi Pemkot Denpasar yakni kota kreatif berwawasan berbudaya.

Lebih lanjut dikatakannya, pameran ini juga serangkaian dengan dilaksanakannya kegiatan tahunan Denpasar Festival ke-14 yang kali ini bertemakan Arsa Wijaya yang berarti mencoba memenangkan harapan dalam berbagai situasi dengan Doa, Upaya, dan Bekerjasama.

“Semangat untuk seluruh seniman Ten Fine Art dan selalu total dalam berkarya, sehingga kedepannya dapat mengembangkan karya-karya seni yang berbasis akar kebudayaan,” kata Jaya Negara

Sementara salah satu perwakilan seniman dari komunitas Ten Fine Art, Made Dolar Astawa saat diwawancara mengatakan kegiatan pameran lukisan ini merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan Denpasar Festival yang ke-14 yang bertepatan dengan hari anniversary komunitas seniman Ten Fine Art ke-17 Tahun.

Lebih lanjut dikatakannya, pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari Kamis (9/12) hingga tanggal 30 Desember 2021 mendatang. Dalam acara ini dipamerkan sebanyak 33 karya lukisan serta 10 karya patung babi dari keseluruhan seniman yang tergabung dalam Ten Fine Art, ujarnya

“Walaupun dalam situasi pandemi covid-19 namun tidak menyurutkan niat kami untuk tetap berkarya. Begitupun dengan seniman-seniman lainnya agar terus melanjutkan kreatifitasnya namun tetap mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak ada lonjakan kasus ditahun selanjutnya, dan kami para seniman karya lukis khsusnya dapat berkreatifitas seperti semula”, kata Dolar Astawa.

Pada sela-sela acara tersebut Walikota Denpasar Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa juga turut berbagi kasih, dengan melakukan donasi secara sukarela kepada pengunjung untuk korban bencana Gunung Semeru yang saat ini memerlukan uluran tangan dari para dermawan.

(070)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stikomers Business Talks : Bali berpitensi besar dalm bidang UMKM.

    Stikomers Business Talks : Bali berpitensi besar dalm bidang UMKM.

    • calendar_month Sabtu, 29 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 29 Mei  2021   Stikomers Business Talks : Bali berpitensi besar dalm bidang UMKM.   ITB STIKOM Bali gelar webinar bertajuk Stikomer Business Talk bertempat di Kampus STIKOM ,Sabtu (29/5/2021).   Bali, indonesiaexpose.co.id  – Bali memiliki potensi besar di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hingga saat ini, jumlah UMKM yang telah terdigitalisasi […]

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  07  Pebruari  2026

  • Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 38 Orang, Kasus Positif Bertambah 26 Orang

    Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 38 Orang, Kasus Positif Bertambah 26 Orang

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  24  September  2021   Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 38 Orang, Kasus Positif Bertambah 26 Orang   Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Meski kasus sembuh secara konsisten terus bertambah, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar masib terjadi. Berdasarkan data resmi pada […]

  • Hadiri Puncak HUT ke-28 PMI Kota Denpasar,Wawali Arya Wibawa : Bersinergi Bersama Semua Pihak Berikan Pelayanan Sosial Kemanusiaan.

    Hadiri Puncak HUT ke-28 PMI Kota Denpasar,Wawali Arya Wibawa : Bersinergi Bersama Semua Pihak Berikan Pelayanan Sosial Kemanusiaan.

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  28  Juni 2024 Hadiri Puncak HUT ke-28 PMI Kota Denpasar,Wawali Arya Wibawa : Bersinergi Bersama Semua Pihak Berikan Pelayanan Sosial Kemanusiaan.    Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua PMI Kota Denpasar saat menghadiri dan menyerahkan hadiah serangkaian Puncak HUT ke-28 Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar di Kawasan […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  29  September 2023 Renungan  Joger  

  • Br. Bun Denpasar Kembali Bangkitkan Sang Hyang Jaran

    Br. Bun Denpasar Kembali Bangkitkan Sang Hyang Jaran

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  14  januari  2020   Br. Bun Denpasar Kembali Bangkitkan Sang Hyang Jaran   BALI,  INDEX  – Kota Denpasar memiliki berbagai kebudayaan dan tarian yang sangat sakral di Denpasar. Salah satunya adalah Layangan Jangan yang sudah ada pada dokumentasi Banjar Bun pada tahun 1915. Sepuluh tahun sebelum Layangan Jangan ternyata sudah ada Sang Hyang […]

expand_less