Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali »

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
  • visibility 159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu 19 Februari 2022

 

Wagub Cok Ace Luncurkan Buku “Padma Bhuwana”, Kupas Pembangunan Bali Dengan Masing-Masing Taksunya

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Bertepatan pada Saniscara Wage, Wuku Prangbakat (12 Februari 2022), Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meluncurkan buku “Padma Bhuwana”, bertempat di Gedung Ksirarnawa-Taman Budaya, Denpasar.

Dalam sambutan Wagub Cok Ace, diungkapkan bahwa buku Padma Bhuwana mengupas tentang pembangunan Bali dengan masing-masing taksunya. Menurut Wagub Cok Ace bahwa kekuatan penggerak aktif yang inheren dalam prinsip-prinsip alam ditransformasikan ke dalam konsepsi ruang (space). Ruang – dan ‘waktu’ pada aspek yang lain – adalah penggerak utama seluruh sistem kehidupan. Faktanya, tidak ada satu pun sistem yang berada di luar ruang dan waktu. Ruang menyediakan arena bagi tindakan, sedangkan waktu menggerakkan perubahannya. Hindu mengekspresikan kekuatan ruang dan waktu ini dalam simbolis dewa- dewa. Salah satunya adalah Padma Bhuwana, konsepsi ruang kosmis laksana bunga Padma (Tunjung, teratai atau, lotus), di mana pada setiap ruang dikuasai oleh spirit kedewataan.

Konsepsi Padma Bhuwana mengajarkan bahwa ruang itu satu (Eka), tetapi terbagi-bagi menjadi banyak (Aneka), dan setiap ruang dikuasai oleh spirit kedewataan tertentu. Padma Bhuwana dengan pola delapan helai bunga Padma (Astadala) dan satu pusat di tengah yang dihubungkan dengan kekuasaan sembilan dewa (Dewata Nawasanga), inilah digambarkan secara utuh dalam kidung Aji Kembang di atas. Sembilan ruang ini digambarkan mempunyai karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan spirit kedewataan yang menguasai, selayaknya fungsi-fungsi organ vital dalam tubuh manusia. Walaupun seluruh ruang mencerminkan satu kesatuan yang utuh dan padu, tetapi ia berbeda dalam bentuk, karakter, dan fungsi (nama-rupa). Perbedaan bentuk,karakter, dan fungsi ruang ini menuntut penyesuaian dari seluruh aktivitas di dalam ruang tersebut, sehingga antara wadah dan isinya selaras.

Dalam buku tersebut, juga tersirat bahwa Kebahagiaan akan terwujud apabila antara wadah dan isi, ruang dan tindakan, benar-benar harmonis. Ibarat memakai baju piyama saat melakukan rapat resmi, ini bukanlah semata-mata persoalan boleh dan tidak boleh, namun dapat dipastikan bahwa tidak banyak orang yang merasakan bahagia ketika mereka salah kostum seperti itu.

“Logika sederhana inilah yang sesungguhnya memantik keinginan titiang untuk menjabarkan konsepsi Padma Bhuwana dalam konteks pembangunan Bali dalam buku ini.
Masalah mendasarnya adalah, sudahkah pembangunan Bali sesuai antara wadah dan isinya?”, tutur Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa Mengacu pada lontar Padma Bhuwana yang menyatakan bahwa Mpu Kuturan, sekitar abad ke-11, menyebut Bali sebagai Padma Bhuwana. Danghyang Nirartha pada abad k-15 juga menyatakan hal yang sama. Artinya, Bali telah digambarkan sebagai satu kesatuan ruang yang dijaga oleh kemahakuasaan Dewata Nawasanga dengan atribut, karakter, dan fungsi masing-masing. Dalam ruang inilah, seluruh aktivitas masyarakat Bali berlangsung untuk mewujudkan tujuan hidupnya, moksartham jagadhita. Artinya, apabila masyarakat Bali meyakini bahwa seluruh tindakannya dipayungi oleh kekuatan para dewa, maka sudah sepatutnya hidupnya sejahtera. Namun pada kenyataannya, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup masyarakat Bali masih belum sepenuhnya bisa diwujudkan.

Refleksivitas terhadap keterpukuran pariwisata Bali saat pandemi Covid-19, yang berimplikasi luas terhadap kondisi perekonomian masyarakat Bali, termasuk meningkatnya angka kemiskinan, semakin memperkuat keyakinan titiang bahwa ada banyak aspek yang masih harus diperbaiki dalam pembangunan Bali. Kembali lagi, harmoni antara wadah dan isi sebagai sumber kebahagiaan hidup itulah yang belum terwujud dalam pembangunan Bali saat ini.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace juga mengatakan bahwa Harmoni wadah dan isi adalah esensi Padma Bhuwana dalam pembangunan Bali yang dihadirkan dalam buku tersebut.

“Harus kita akui bahwa pembangunan Bali selama ini masih sulit melepaskan diri dari utopia pariwisata. Seolah-olah, hanya pembangunan kepariwisataan yang dapat menggerakkan perekonomian Bali sehingga semua daerah berlomba-lomba untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya. Kita telah melupakan bahwa Padma Bhuwana mengajarkan setiap ruang memiliki karakteristik taksu masing-masing sehingga tidak mungkin dikembangkan dengan pola yang sama”, ungkapnya.

Dijelaskan Wagub Cok Ace, Taksu adalah kekuatan intrinsik yang tidak tampak (niskala), tetapi menentukan keberhasilan segala yang tampak (sakala). Taksu memastikan setiap potensi dapat berkembang optimal, jika dan hanya jika, ia dikembangkan dalam ruang yang tepat. Oleh karena itu, seluruh program pembangunan Bali harus dimulai dengan menggali taksu setiap wilayah, dan Padma Bhuwana menyediakan konsepsi untuk itu.Bagaimana membangun wilayah Timur, Selatan, Barat, Utara, dan Tengah, haruslah disesuaikan dengan taksu menurut spirit kedewataan yang menguasainya.

Sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, maka konsepsi Padma Bhuwana relevan dijadikan kerangka pendekatan untuk pemetaan kewilayahan baik secara sakala maupun niskala. Secara sakala bahwa prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Berdasarkan pemetaan inilah, maka pembangunan dan pemberdayaan potensi harus menyasar seluruh elemen Sad Kerthi, yakni jiwa masyarakatnya (Atma Kertih), kualitas SDM-nya (Jana Kertih), tata ruang wilayahnya (Jagat Kertih), dan seluruh elemen alam serta lingkungan biotik yang berada di dalamnya (Samudera, Wana, dan Danu Kertih). Jadi, konsepsi Padma Bhuwana menyediakan landasan teoretis maupun praksis untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Tanpa bermaksud menyatakan buku ini sempurna, tetapi titiang mempunyai keyakinan yang kuat bahwa buku ini perlu dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat dan khususnya para pemimpin daerah, untuk merefleksikan kembali pembangunan Bali yang telah dilaksanakan saat ini, serta keberlanjutannya pada masa depan. Bagaimana kita menggali segenap potensi wilayah tanpa ketergantungan pada sektor pariwisata, akan memberi dampak lebih besar terhadap penguatan fondasi perekonomian Bali”, tutur Penglingsir Puri Ubud tersebut.

Lanjut ya, “Bukan berarti kita mengabaikan pariwisata, melainkan agar semuanya berjalan secara integral dan holistik demi kesejahteraan masyarakat Bali. Pembangunan Bali dengan manajemen satu pulau (One Island One Management) menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan integral, holistik, dan berkelanjutan. Dengan demikian, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dapat diwujudkan melalui pola pembangunan Bali yang terencana, terkoordinasi, dan terkoneksi antarwilayah”, pungkas Wagub Cok Ace seraya menyerahkan buku Padma Bhuwana kepada Gubernur Bali Bapak Wayan Koster.

(Adv)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Putra Denpasar Jelajahi Benua Asia Dengan Sepeda Motor   “Rai Mantra Berikan Apresiasi, Sebut Jadi Wahana Promosi Pariwisata”.

    Dua Putra Denpasar Jelajahi Benua Asia Dengan Sepeda Motor “Rai Mantra Berikan Apresiasi, Sebut Jadi Wahana Promosi Pariwisata”.

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Denpasar , Selasa 07 Mei 2019   Dua Putra Denpasar Jelajahi Benua Asia Dengan Sepeda Motor “Rai Mantra Berikan Apresiasi, Sebut Jadi Wahana Promosi Pariwisata”.   Keterangan foto: IB Ngurah Wijaya asal Banjar Tampakgangsul dan Nyoman Sumertha dari Banjar Belaluan Sad Merta bersiap untuk melaksanakan tour dengan menggunakan sepeda motor mengelilingi Benua Asia. Kegiatan yang […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  11  Desember  2021   Renungan  JOGER  

  • Cetak Generasi Tenaga Kesehatan Unggul, Poltekkes Kemenkes Denpasar Sambut 1.838 Mahasiswa Baru dengan Semangat BERDAYA.

    Cetak Generasi Tenaga Kesehatan Unggul, Poltekkes Kemenkes Denpasar Sambut 1.838 Mahasiswa Baru dengan Semangat BERDAYA.

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle 112
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  25  Juli  2026 Cetak Generasi Tenaga Kesehatan Unggul, Poltekkes Kemenkes Denpasar Sambut 1.838 Mahasiswa Baru dengan Semangat BERDAYA.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Semangat baru mewarnai awal Tahun Akademik 2026/2027 di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Denpasar. Sebanyak 1.838 mahasiswa baru resmi bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Poltekkes Kemenkes Denpasar dan mengikuti […]

  • Cegah  Penyebaran  Covid-19,  Polda Metro Jaya Bagikan 250  Ribu  Masker di Kawasan  Jababeka

    Cegah  Penyebaran  Covid-19,  Polda Metro Jaya Bagikan 250  Ribu  Masker di Kawasan  Jababeka

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu  02  September  2020   Cegah  Penyebaran  Covid-19,  Polda Metro Jaya Bagikan 250  Ribu  Masker di Kawasan  Jababeka   (Foto/Ist) JAKARTA,  INDEX   – Menghadapi kecenderungan peningkatan angka positif Covid-19, jajaran Polda Metro Jaya berpartisipasi aktif mencegah lonjakan angka penularan. Antara lain dengan membagikan sekitar 250 ribu masker di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, […]

  • Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Sharia Finance Award 2023

    Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Sharia Finance Award 2023

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu 14 Mei 2023 Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Sharia Finance Award 2023   (Foto/ist)   Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Pegadaian berhasil meraih penghargaan di ajang Indonesia Sharia Finance Award 2023, untuk kategori “Outstanding Optimization of Product and Services Utilization Based on Sharia Principle” yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi secara daring […]

  • Kota Denpasar Raih Penghargaan Most Prosperous City dari FIABCI-Asia Pacific

    Kota Denpasar Raih Penghargaan Most Prosperous City dari FIABCI-Asia Pacific

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu  14  September  2019   Kota Denpasar Raih Penghargaan Most Prosperous City dari FIABCI-Asia Pacific   Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat menerima penghargaan Indonesias Most Prosperous City dari FIABCI-Asia Pacific yang diserahkan Presiden FIABCI Asia Pacific, Soelaeman Soemawinata di Jakaarta, Kamis (13/9/2019).   BALI,  INDEX   –  Kota Denpasar kembali meraih penghargaan tingkat […]

expand_less