Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » “Wong  Cilik ”  Sepertinya  Terabaikan  Di  Kabupaten  Gianyar.

“Wong  Cilik ”  Sepertinya  Terabaikan  Di  Kabupaten  Gianyar.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Jumat 14 Oktober 2022

“Wong  Cilik ”  Sepertinya  Terabaikan  Di  Kabupaten  Gianyar.

 

Suasana  pedagang kecil berjualan diatas trotoar di kab.Gianyar,Bali, Kamis (13/10/2022). 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Ibarat anak kecil yang masih suka permen, bila kita ingin beri oleh oleh berikan saja permen, pastilah mereka senang, jangan beri dia oleh – oleh sate kambing atau babi guling, walaupun harganya mahal mereka pasti tidak senang.

” Masih banyaknya pedagang kecil berjualan diatas trotoar, tidak mau masuk berjualan kedalam Pasar Rakyat Gianyar,” ungkap  Gusti Putu Mandra pengamat sosial ,saat bincang – bincang dengan media ini di Kab.Gianyar -Bali, Kamis (13/10/2022).

Menurutnya,  masih banyaknya pedagang yang tidak mau masuk berjualan kedalam Pasar Rakyat Gianyar, dapat dipakai acuan revitalisasi Pasar Rakyat Gianyar tidak diinginkan masyarakat Gianyar.

“Ini bukti masyarakat Gianyar tidak menginginkan pembangunan Pasar dengan bentuk seperti itu. Mereka sepertinya masih menginginkan Pasar Rakyat Gianyar seperti dulu, dimana antara pembeli dan penjual bertemu leluasa,” paparnya.

Saat di tanya media, apakah Pasar Rakyat Gianyar sekarang membatasi pembeli dan penjual bertemu ?

Putu Mandra menjelaskan, disadari atau tidak, pembeli adalah raja. Tren sekarang mereka tidak mau susah, bila perlu pembeli ingin membeli barang dari atas motornya tanpa perlu lagi turun dan itu faktanya. Itu sebagai salah satu penyebab masih banyaknya pedagang yang berjualan diatas trotoar enggan masuk kedalam Pasar.

” Mengapa pemerintah kabupaten tidak bercermin pada fakta sebelumnya, sebelum direvitalisasi Pasar Rakyat Gianyar berlantai tiga, yang banyak pengunjungnya hanya lantai satu. Lantai dua dan tiga sepi pengunjung. Kenapa sekarang pemerintah kabupaten Gianyar justru membangun Pasar dengan menambah lantai dan merubah posisi toko toko dari sebelumnya menghadap ke jalan raya,” Mandra balik bertanya.

Sepertinya wong cilik kurang mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Gianyar. Bahkan semboyan yang berkuasa dan sangat sering disenandungkan, melindungi dan perhatian sama wong cilik, apa itu hanya selogan atau telah menjadi isapan jempol belaka ? tanya Mandra lagi.

Salah seorang pedagang trotoar sebut saja namanya Wayan ketika ditanya media ini, mengatakan mereka enggan masuk area Pasar Rakyat Gianyar karena tidak ketemu pembeli, kadang kadang tidak dapat berjualan seharian. Keluarga Kami harus makan apa tanya Wayan. Lebih lanjut dijelaskan kalau berjualan diatas trotoar lebih ada pembeli.

“Yen ring tengah Pasar ten polih meadolan titiang, disapunapine nenten polih ngarusan. Napi men tunas? Yen deriki meadolan wenten sane rauh metumbasan, ” pungkas Wayan.

(072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karang  Taruna  Sub  RW 15  Bekasi Jaya  Bantu  Warga  Korban  Banjir

    Karang  Taruna  Sub  RW 15  Bekasi Jaya  Bantu  Warga  Korban  Banjir

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Bekasi,  Senin  8  Maret  2021   Karang  Taruna  Sub  RW 15  Bekasi Jaya  Bantu  Warga  Korban  Banjir         Jawa  Barat,  indonesiaexpose.co.id  – Peduli sesama aksi sosial Karang Taruna Sub RW 15 Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur membentuk aksi penggalangan dana sosial untuk warga yang terkena banji diMuara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu […]

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 16  Juni  2020   Instansi Pemerintah di Kota Denpasar Siap Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, Sekda Rai Iswara Kembali Sidak Kesiapan Satgas Covid Di Masing-Masing OPD Di Lingkungan Pemkot Denpasar     BALI,  INDEX  –  Dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan […]

  • Dirut PT. Sucofindo (Persero) Resmikan Kantor dan Laboratorium  Unit Layanan  Palu Pasca Gempa dan Tsunami.

    Dirut PT. Sucofindo (Persero) Resmikan Kantor dan Laboratorium  Unit Layanan  Palu Pasca Gempa dan Tsunami.

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Palu, Selasa  30  Maret  2021   Dirut PT. Sucofindo (Persero) Resmikan Kantor dan Laboratorium  Unit Layanan  Palu Pasca Gempa dan Tsunami.     Sulawesi  Tengah,  indonesiaexpose.co.id – PT. SUCOFINDO (Persero) meresmikan gedung baru Kantor dan Laboratorium Unit Layanan SUCOFINDO Palu yang sebelumnya terdampak musibah gempa dan tsunami. “Tahun 2018 musibah gempa dan tsunami berdampak pada […]

  • IGK. Kresna Budi Wakil II DPRD  Bali :  Investor Bisa Masuk Kembangkan Wilayah Turyapada Tower

    IGK. Kresna Budi Wakil II DPRD  Bali :  Investor Bisa Masuk Kembangkan Wilayah Turyapada Tower

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  22  April  2025 IGK. Kresna Budi Wakil II DPRD  Bali :  Investor Bisa Masuk Kembangkan Wilayah Turyapada Tower     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Wakil Ketua II DPRD Bali IGK. Kresna Budi sangat mendukung imbauan yang disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster kepada masyarakat Pegayaman, Sukasada Buleleng untuk menghentikan penjualan tanah di wilayah pengembangan pembangunan […]

  • KPK Sita Uang dan Logam Mulia Rp 6 Miliar dalam OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara

    KPK Sita Uang dan Logam Mulia Rp 6 Miliar dalam OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu  11  Januari  2026 KPK Sita Uang dan Logam Mulia Rp 6 Miliar dalam OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai dan logam mulia senilai sekitar Rp 6 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). OTT tersebut dilakukan […]

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jumat  02  Oktober  2020

expand_less